Indiekraf – AI kini mulai digunakan untuk menangani lebih banyak proses dalam marketing, dari Content creation, Campaign, hingga pengelolaan leads menjadi workflow yang lebih terstruktur dengan dukungan AI. Namun, penerapannya tetap membutuhkan pemahaman mengenai konteks bisnis, kualitas output, dan cara mengintegrasikannya kedalam proses kerja. Hal tersebut menjadi salah satu key insight dalam AI Marketing Accelerator Batch 34, yang berlangsung secara offline di Telkom AI Center Kayutangan Malang, Kamis (10/9/2026). Program ini diikuti oleh para profesional property marketing untuk mengeksplorasi penerapan AI dalam kebutuhan pemasaran, mulai dari strategi hingga eksekusi konten.
Pada sesi pertama, M. Ziaelfikar Albaba, Business Community Lead Telkom AI Center Malang sekaligus CEO Nortis AI Academy, membagikan pengalaman mengenai implementasi AI di perusahaan property Collins Group. Pembahasan kemudian berkembang pada bagaimana AI dapat ditempatkan dalam workflow perusahaan dan menghasilkan output yang lebih sesuai dengan kebutuhan.
Salah satu discussion point yang muncul adalah penggunaan formula dalam prompting. Peserta mempertanyakan apakah setiap prompt harus selalu memuat batasan, perintah, konteks, dan output. Ziaelfikar menjelaskan bahwa tidak semua prompt harus mengikuti formula secara kaku. Namun, semakin lengkap konteks dan instruksi yang diberikan, semakin presisi dan detail output yang dapat dihasilkan AI. Diskusi juga berlanjut pada bagaimana menyaring leads dari Meta ads untuk mengetahui calon pelanggan yang memiliki prospek. Salah satu workflow yang diperkenalkan adalah mengarahkan leads dari Meta Ads ke WhatsApp sebelum kemudian dikelola melalui tools CRM seperti Zoho sebagai salah satu opsi yang dapat digunakan secara gratis.
Sesi berikutnya berlangsung secara hands-on bersama Hero Wijaya, Creative Director Nortis AI Academy, dengan fokus pada praktik penerapan AI untuk content. Peserta mengeksplorasi teknik meningkatkan kualitas video AI melalui B-roll, teks pendukung, color grading, serta prompting berbasis image dan reference. Dalam proses produksi visual, Hero Wijaya juga membahas pentingnya gesture, ekspresi karakter, dan penggunaan negative prompt, sehingga menghasilakn video AI dengan visual yang semakin realistis untuk kebutuhan promosi. Setelah sesi praktik, Bank Syariah Nasional turut menyampaikan materi mengenai berbagai fitur dan keunggulan produk yang ditawarkan. Dalam sesi tersebut, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan registrasi secara gratis selama kegiatan berlangsung, sehingga pembahasan tidak hanya memberikan wawasan mengenai AI untuk marketing, tetapi juga memperkenalkan solusi finansial yang dapat mendukung kebutuhan profesional dan bisnis.
Melalui kombinasi strategi, praktik, dan pengenalan solusi tersebut, AI Marketing Accelerator Batch-34 memberikan perspektif bahwa penggunaan AI dalam marketing bukan sekadar tentang seberapa cepat sebuah konten dibuat, tetapi bagaimana teknologi tersebut dapat terintegrasi ke dalam workflow dan menghasilkan output yang relevan dengan kebutuhan bisnis.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Telkom AI Center, Nortis AI Academy dan Bank Syariah Nasional. Program ini merupakan bagian dari AI Opportunity Asia Pacific oleh AVPN dengan dukungan Google.org dan ADB, serta Stasion dan Indiekraf sebagai community partner. Ke depan, Telkom AI Center Malang bersama Nortis AI dan berbagai mitra akan terus mendorong hadirnya ruang pembelajaran, kolaborasi, dan pengembangan kapabilitas AI yang dapat membantu masyarakat, talenta digital, dan berbagai sektor untuk beradaptasi serta memanfaatkan perkembangan teknologi secara produktif dan berkelanjutan.
Tentang Telkom AI Connect: Telkom AI Connect merupakan bagian dari inisiatif Telkom AI Center of Excellence (AI CoE) yang diinisiasi oleh PT Telkom Indonesia. Program ini menghadirkan pembelajaran, showcase inovasi, dan konsultasi bisnis untuk mendorong adopsi AI serta mempercepat transformasi digital. Telkom AI Connect hadir di sembilan kota di Indonesia dengan komitmen membangun kapabilitas AI yang merata, relevan, dan berkelanjutan.