Acara KreatifAplikasi Digital dan GameIndustri KreatifMbois MediaOpini Kreatif

Perjuangan T-Floor Studio Dalam Membuat Game Berkualitas | Malang Good Works Podcast #10

Indiekraf.com – Kota Malang adalah salah satu kota kreatif di Indonesia yang memiliki keunggulan dalam sektor aplikasi dan game. Banyak pelaku industri kreatif berkualitas yang beroperasi disini, salah satunya adalah T-Floor Studio.

T-Floor Studio adalah salah satu studio game yang sudah mulai bergerak sejak tahun 2018. Dalam acara Malang Good Works Podcast #10, Bastomi Afif salah satu penggawa utama dari T-Floor Studio menyampaikan, bahwa awalnya studio tersebut hanya berfokus pada penggarapan software dan aplikasi saja.

Baca juga Gim Startup Panic Hadirkan Pengalaman Membangun Bisnis yang Seru!

Namun, karena para anggota T-Floor tertarik terhadap dunia game, akhirnya pelan–pelan mereka mulai mencoba untuk fokus membuat game. Berbeda dengan sektor lainnya, dunia pembuatan game terbilang cukup susah untuk kita bisa mendapatkan keuntungan dari sana. Terlebih jika studio kita masih dalam tahap berkembang, bukan seperti perusahaan besar lainnya.

Hal ini pun juga diakui oleh Bastomi. Dalam acara tersebut, Ia menyebutkan bahwa dana untuk membuat sebuah game mereka dapatkan dari sebagian keuntungan dari pengerjaan project software atau aplikasi yang didapat oleh T-Floor. Ini masih menjadi cara yang efektif agar mereka bisa terus mengembangkan dan membuat game.

Baca juga Tips Mendapatkan Uang Dari Membuat Gim

Memang terdapat beberapa cara lain agar kita bisa mendapatkan biaya untuk membuat game, salah satunya adalah dengan mengikuti program pembiayaan dari publisher. Namun, cara tersebut memerlukan usaha yang besar, karena tidak mudah untuk ‘mengambil hati’ para publisher agar mau mendanai game yang kita buat.

Selain itu, bisa dibilang membuat game membutuhkan proses yang cukup panjang. “Banyak disiplin ilmu yang dibutuhkan saat membuat game, mulai dari penulis, hingga musik. Jadi bisa dibilang lebih dari proses pembuatan film,” ujar Bastomi. “Satu produksi game, itu bisa sampai ribuan orang yang terlibat. Tapi kita bisa mengkategorikan bidang yang dibutuhkan seperti programmer, designer, musik, narasi, dan skenario,” tambahnya.

Saat ini, T-Floor telah memiliki 5 anggota yang terdiri dari 2 programmer, dan 3 designer. Salah satu alasan mereka masih bisa terus bertahan hingga saat ini adalah karena passion. “Hal yang membuat kita termotivasi memang adalah passion kita yang suka main game. Karena ada kesempatan untuk bisa membuat game, maka kita terus lanjutkan,” ujar Bastomi.

Penulis: Achmad Faridul Himam

Related Articles