Acara KreatifAplikasi Digital dan GameIndustri KreatifMbois MediaOpini Kreatif

Ingin Startup Kamu Cepat Sukses? Lakukan Strategi Blitzscaling

Indiekraf.com – Setiap startup pasti ingin perusahaanya berkembang lebih besar setiap tahunya. Mimpi untuk menjadi perusahaan terbesar mungkin adalah mimpi bagi setiap founder startup. Dalam mencapai tujuan tersebut, kita bisa mengembangkan startup kita dengan mempelajari blitzscaling, apa itu?

Untuk mempelajari lebih dalam istilah tersebut, Komunitas Stasion Malang menggelar event Stasion Talks #03 yang mengangkat tema tentang “Blitzscaling – Scaling your Business Faster than Fast”. Acara yang diselenggarakan pada hari Jum’at (16/07) tersebut menghadirkan Roy Gunawan, Head of Transformation Alterra Indonesia sebagai pemateri utama.

Baca juga Startup Kamu Dapat Investasi? Jangan Senang Dulu, Perhatikan Hal Penting Berikut Ini

Dalam acara tersebut, Roy menjelaskan bahwa istilah tersebut diambil dari buku yang ditulis oleh Reid Hoffman. “Blitzscaling adalah framework atau teknik tertentu untuk mencapai massive scale dengan kecepatan yang sangat sangat cepat,” jelasnya. “Kapan kita harus melakukan blitzscaling? Ada beberapa hal yang bisa nge-trigger kita untuk melakukannya, seperti kesempatan market yang besar dan masih belum ada kompetitor dari jasa atau produk yang kita buat,” tambah Roy.

Namun ternyata, tidak semua startup dapat menerapkan framework tersebut. Menurut Roy, ada beberapa hal yang harus diperhatikan karena strategi tersebut membutuhkan resource yang besar, tidak hanya dari segi financial tapi juga termasuk human resource dan organizational resource.

Baca juga Pentingnya Tahap Ideation Dalam Membangun Startup

“Kalau membuat startup itu 90% gagal, maka ketika kita melakukan blitzscaling, 99.8% pasti akan gagal. kalau tidak punya persiapan yang bagus, mending jangan,” jelas Roy. Ia menjelaskan bahwa ketika ketika startup kita tidak memiliki dana yang cukup, maka jangan dilakukan karena akan sangat berpotensi untuk merugikan perusahaan.

“Salah satu faktor yang terpenting disini adalah bahan bakarnya, dalam arti adalah uang. Kalau punya dana terbatas, kalian harus mengeliminasi hal tersebut,” ujar Roy. Oleh karena itu, penting bagi seorang founder untuk memikirkan dimana posisi kestabilan startup yang dibangunnya. Ketika masih belum ada dana yang cukup, maka startup tersebut harus berusaha mendapatkan investasi.

Jika tidak, Roy menyarankan untuk memfokuskan dalam hal market size, distribution, high gross margins, dan network effects. Ini bertujuan untuk membuat startup menjadi lebih stabil terlebih dahulu, dalam hal finansial maupun dalam hal manajemen bisnisnya. Sehingga, ketika nanti terdapat investor yang masuk, kita sudah bisa langsung menerapkan blitzscaling.

Penulis: Achmad Faridul Himam

Related Articles