FesyenIndustri KreatifInsightKabar KreatifOpini Kreatif

Niluh Djelantik Kritik Keras Kemenparekraf Soal Konsultan Asing

Indiekraf.com – Keputusan Kemenparekraf untuk menggandeng konsultan asing dalam membantu memulihkan sektor pariwisata Indonesia ternyata mendapatkan kritikan keras dari Niluh Djelantik. Ia tampak sangat kecewa terhadap keputusan tersebut. Tokoh perempuan inspiratif dari Bali ini dengan lantang menuliskan kritikanya melalui instagram pribadinya.

“Di Indonesia memang tidak punya SDM mumpuni sampe ngerekrut konsultan asing buat promosikan RI,” tulis Niluh. Seperti yang diketahui, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Wishnutama Kusubandio menyatakan telah melakukan kerjasama dengan konsultan asal Jerman, Roland Berger. Mereka nantinya akan membantu pemerintah dalam merancang strategi pariwisata yang memaksimalkan potensi masyarakat lokal, seperti UMKM.

Baca juga 100% Buatan Indonesia, Sepatu Niluh Djelantik Digemari Selebriti Dunia

Keputusan tersebut terkesan berlebihan karena masih banyak anak bangsa yang memiliki kemampuan dalam memulihkan sektor pariwisata di Indonesia. Niluh ingin pemerintah juga mendengarkan masukan ide dari anak bangsa. “Buka diskusi dong sama tokoh-tokoh di daerah, UMKM-UMKM unggulan. Dari segala bidang. Banyak anak bangsa yang punya kemampuan dan sukses di bidangnya. Terutama saat menghadapi pandemi. Masukan mereka juga musti didengar,” ujarnya.

Saking kecewanya terhadap keputusan tersebut, Niluh juga menuliskan untuk menyarankan mengganti Menteri. “Sekalian saja ganti menterinya pake orang asing. Biar afdol,” tulisnya.

Baca juga Kemenparekraf: Aplikasi dan Gim Punya Peran Besar Bangkitkan Perekonomian Nasional

Perempuan dengan nama lengkap Niluh Putu Ary Pertami Djelantik adalah seorang pengusaha sekaligus perancang sepatu kelas dunia yang berasal dari Bali. Karya sepatu miliknya bahkan telah diekspor ke kurang lebih 20 negara. Dengan jam terbangnya yang telah mendunia, Ia meminta pihak Kemenparekraf untuk datang ke Bali untuk melakukan diskusi bersama. “Jangan kuatir. Ilmu kami berikan. Gratis. Gak perlu bayar miliaran kayak selebgram,” kritiknya.

Niluh mengatakan bahwa masih banyak potensi yang ada di setiap daerah untuk digali lebih dalam. “Potensi tiap daerah digali semua. Banyak karya keren bukan cuma 4 L. Lu lagi. Lu Lagi. Sarat potensi kalau dekat baru diajak. Kalau gak temenan cuih kata mereka. Dimana manfaatnya buat rakyat?,” ujarnya.

Penulis: Achmad Faridul Himam

Related Articles