Aplikasi Digital dan GameDigital KreatifIndustri Kreatif

Khawatir Pasien Jantung Kurang Tertangani Dengan Baik Di Masa Pandemi, 5 Mahasiswa UMM Gagas Aplikasi Cardiofriends

Indiekraf.com-Berawal dari kekhawatiran tentang penanganan rehabilitasi pasien yang memiliki riwayat penyakit jantung,di masa pandemi covid-19, mahasiswa fakultas kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggagas sebuah aplikasi mobile bernama “CardioFriends”. Aplikasi tersebut dirancang untuk merawat pasien jantung di masa pandemi Covid-19.

Rehabilitasi jantung merupakan salah satu intervensi pengobatan yang berpotensi meningkatkan kualitas hidup pasien jantung koroner,” kata perancang aplikasi “CardioFriends”, Khoiroh Yeroh, dalam keterangan resminya, Rabu (09/02/2022).

Menurut Khoiroh bahwa aplikasi ini dirancang untuk memudahkan perawatan pasien penyakit jantung di rumah. Sampai saat ini, pembuatan aplikasi tersebut telah sampai pada tahap prototipe.

“Namun untuk ke depan, perlu adanya penelitian dan uji coba lebih lanjut terkait efektivitas penggunaan aplikasi dalam mengatasi tantangan penyelesaian kasus penyakit tidak menular di era Covid-19,”tambah Khoiroh.

Khoiroh menjelaskan data dari World Health Organization (WHO), ada 13.000 lebih penderita penyakit jantung di seluruh dunia. Sementara itu, penyediaan layanan kesehatan menjadi terganggu karena penanganan pandemi Covid-19.

Baca juga:

“Oleh karenanya, kami memberikan solusi penanganan pasien jantung koroner di masa pandemi dengan menggunakan sistem berbasis mobile health bernama CardioFriends,” ujar Khoiroh.

Sementara itu, anggota tim perancang lainnya, Muhammad Dodik Prasetyo menambahkan bahwa aplikasi ini tidak hanya terbatas pada smartphone tetapi juga terintegrasi pada smartwatch dan website.

Aplikasi ini ini memiliki delapan fitur utama yaitu, pendidikan, kepatuhan pengobatan, manajemen stress, kesehatan tubuh, aktivitas fisik, konseling kesehatan, dukungan komunitas penyakit jantung, dan pengukur kesejahteraan.

“Integrasi smartphone dan smartwatch ini akan memudahkan kontrol harian pada aktivitas para pasien. Sementara itu, website digunakan untuk akses pada data-data yang besar. Aplikasi ini juga dilengkapi dengan dukungan menyelesaikan tantangan, notifikasi harian, mengukur pengetahuan, tingkat obesitas, dan juga tingkat stres,” urainya.

Dodik mengatakan bahwa dengan adanya berbagai fitur dan layanan di dalam aplikasi ini, diharapkan pasien mendapatkan fasilitas rehabilitasi yang maksimal. “Saya ingin nantinya aplikasi ini benar-benar bisa memberikan bantuan secara nyata serta adanya pengembangan inovasi terkait fitur-fitur yang ada,”pungkas Dodik.

Selain Khoiroh dan Dodik, tim ini juga dianggotai oleh Dinda Putri, Fino Ardiansyah, dan Risa Aprillia. Gagasan membuat aplikasi “CardioFriends” berhasil mendapatkan penghargaan internasional berupa medali perunggu dalam ajang Kompetisi Karya Tulis Ilmiah Internasional yang bertemakan Asean Innovative Science Environmental and Enterpreneur Fair (AISEEF) 2022, pada Selasa (05/02/2022).

Pada lomba tersebut, aplikasi rancangan mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) ini harus bersaing bersama 447 tim dari 20 negara di ASEAN yaitu Indonesia, Malaysia, Turkey, Mesir, Singapura, USA, Philipina, Palestina, Thailand, Lebanon, Macau, Vietnam, Uni Emirate Arab, Iran, Tunisia, Macedonia, Korea, Taiwan dan Republik Serbia.

Ajang ini diinisiasi oleh Indonesia Young Scientist Association (IYSA) bekerja sama dengan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro dan dilaksanakan secara hybrid.

Related Articles