Acara KreatifIndustri KreatifKabar KreatifPelaku KreatifSeni PertunjukanSeni Rupa

Mengulik Teater Bertema Saksi Proklamasi oleh Kelompok Anak Rakyat (Lokra)

Indiekraf.com – Pada hari ulang tahun (HUT) Kota Bandung yang ke-210, salah satu komunitas pegiat sejarah dan budaya dengan nama Kelompok Anak Rakyat (Lokra) menggelar pagelaran seni. Di tanggal 25 September 2020 lalu, mereka menggelar teater dengan tema Saksi Proklamasi. Kegiatan ini juga merupakan penghormatan kepada Alexius Impurung Mendur.

Alex sendiri merupakan seorang fotografer Indonesia di masa kemerdekaan dimana ia juga merupakan adik dari Frans Mendur. Mereka pun dikenal sebagai Mendur Bersaudara. Alex menjadi sosok yang berjasa dibalik dokumentasi momen sejarah dalam perjuangan kemerdekaan. Salah satu momen yang fenomenal adalah foto bersejarah detik-detik Proklamasi 17 Agustus 1945. 

Pagelaran seni ini digelar dengan tajuk ‘Mendur: Pewarta yang Terlupa’ dan diadakan di makam Alex Mendur. Lokasinya bertempat di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pandu. Meski sederhana, kegiatan ini berlangsung dengan khidmat. Di awal kegiatan, terdapat renungan dengan diisi musik tradisi oleh Sanggar Seni Reak Tibelat yang kemudian dilanjutkan dengan doa untuk almarhum Alex Mendur.

Baca Juga Profil Kota/Kabupaten Kreatif – Kota Yogyakarta

Setelah ziarah berlangsung, beberapa pengisi kegiatan memulai berbagai kegiatan seni dari membaca puisi hingga menampilkan seni tari. Ikut meramaikan, seniman pantomim Wanggi Hoed turut tampil sebagai bentuk penghormatan serta mengenang jasa sang fotografer berjasa. Meski dilangsungkan bersama-sama, acara ini tetap menerapkan protokol kesehatan demi menghindari risiko terpapar virus berbahaya yaitu dengan menggunakan masker dan menjaga jarak.

Rangkaian kegiatan ini bermula dari keprihatinan atas kondisi makam Alex Mendur. Kondisi makam tersebut bahkan dijadikan tempat untuk menumpuk sampah. Makam dari pria kelahiran Manado itu pun terakhir kali dibayarkan pada tahun 1997. Gatot Gunawan selaku Koordinator Lokra memberikan keterangannya pada CNN Indonesia. “Semua berawal dari buku-buku yang saya baca. Selama satu tahun pencarian makam beliau lewat buku termasuk buku tentang pers. Ketika kami mengetahui bahwa makam Pak Alex di Pandu, kami mencari dengan bantuan warga sekitar TPU Pandu. Baru pada 6 September kemarin bisa ditemukan,” jelasnya.

Semenjak Gatot dan kawan-kawan menemukan makam beliau, akhirnya mereka berinisiatif mulai melakukan penggalangan dana untuk merenovasi makam tersebut. Gatot juga berharap agar acara ini bisa menjadi peringatan hari jadi Kota Bandung ke-210 dan menjadi momen untuk mengenang jasa pahlawan, termasuk juga pejuang pewarta yang mengabadikan momen-momen bersejarah seperti yang Alex Mendur lakukan.

Tampilkan Selanjutnya

Artikel terkait

Back to top button