Selamat Datang di Indiekraf Media – Kunjungi Juga Studio Kami untuk Berkolaborasi lebih Keren :)

“Laut Bercerita” Naik Layar: Saat Suara yang Tenggelam Pulang Lewat Film

Facebook
X
LinkedIn
Email
Print

Novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori adalah salah satu karya sastra Indonesia yang paling menggugah dalam satu dekade terakhir. Mengangkat kisah aktivis 1990-an yang diculik serta luka mendalam yang diwariskan kepada keluarga, novel ini bukan hanya fiksi-ia adalah pengingat sejarah dan seruan kemanusiaan. Kekuatan ceritanya membuat banyak orang tidak heran ketika kisah ini akhirnya dibawa ke dunia film.

Ketika “Laut Bercerita” Menyisakan Jejaknya Lewat Film Pendek

Adaptasi pertama Laut Bercerita hadir dalam bentuk film pendek pada tahun 2017. Disutradarai oleh Pritagita Arianegara, film ini berhasil mempertahankan sensitivitas dan kedalaman emosional novel meski berdurasi singkat. Fokusnya tetap pada inti cerita: penculikan aktivis, penyiksaan yang terjadi, dan keluarga yang terus menunggu tanpa jawaban. Dengan visual puitis dan cerita yang menghantam perasaan, film pendek ini membuat banyak penonton yang tidak pernah membaca bukunya langsung jatuh ke dalam atmosfer kisahnya. Adaptasi ini menjadi pintu masuk baru menuju novel yang lebih luas.

“Laut Bercerita” Menemukan Ruang Baru di Layar Lebar 2026

Besarnya respons publik membuat Laut Bercerita dilanjutkan menjadi film layar lebar yang dijadwalkan tayang pada 2026. Yosep Anggi Noen dipercaya menjadi sutradara, sementara aktor papan atas seperti Dian Sastrowardoyo dan Reza Rahadian bergabung dalam jajaran pemeran. Adaptasi versi panjang ini disebut sebagai proyek besar, bukan hanya karena skala produksinya, tetapi juga karena bebannya untuk menghadirkan kembali sejarah yang masih meninggalkan bekas di Indonesia. Dengan durasi yang lebih lapang, film ini berkesempatan menyelami relasi para tokoh, dinamika keluarga, serta suasana represif era 1990-an secara lebih mendalam.

Ketika “Laut Bercerita” Membangunkan Ingatan yang Lama Tidur

Sumber Foto: X @HabisNontonFilm

Adaptasi Laut Bercerita menjadi pusat perhatian karena membawa isu yang jarang disentuh film arus utama: hilangnya para aktivis serta trauma yang diwariskan kepada keluarga. Bagi Gen Z yang ingin memahami sejarah tanpa harus membaca buku tebal, film ini menjadi jembatan emosional yang relevan. Ceritanya terasa dekat karena memotret kehilangan, harapan, dan perjuangan yang tetap relevan di masa sekarang. Itulah mengapa banyak orang sudah mengantisipasinya bahkan sebelum trailer lengkapnya muncul.

Saat “Laut Bercerita” Menyatukan Sastra, Film, dan Nafas Baru Ekraf

Sumber Foto: X @HabisNontonFilm

Transformasi Laut Bercerita dari novel ke film menunjukkan bagaimana subsektor ekonomi kreatif bisa saling menguatkan. Dimana buku mampu menyediakan cerita yang kuat, sementara film memberikan ruang lebih luas untuk menjangkau penonton baru. Adaptasi seperti ini pada akhirnya membangkitkan minat baca, mendorong industri film lokal untuk mengangkat tema historis, dan memperkuat kerja sama antara penulis dan sineas. Tidak hanya itu, proses adaptasi juga membuka peluang pembangunan IP yang berkelanjutan, dari novel hingga berbagai konten turunan. Dengan terangkatnya Laut Bercerita ke layar lebar, ekosistem ekraf Indonesia ikut mendapatkan momentum untuk berkembang lebih besar. Siap nonton Laut Bercerita tahun depan?

Baca Juga:

Film Penyalin Cahaya Akan Tayang di Netflix, Beneran nih?

Yuk Isi Waktu Liburanmu dengan Film-film Bertema Natal atau Keluarga Ini!

MADFEST UB 2025: Festival Desain Nusantara Bertema Paradoks Indonesia

900 Juta Penonton Udah Jatuh Hati Sama Rangga dan Cinta dan Reaksinya Bikin Gemes

ADGI Design Week 2025 Jadi Perayaan Besar Desain dan Kolaborasi Kreatif Indonesia

Arek Malang Go International! Film “Kepaten Obor” Tembus EuroAsia Shorts 2026

Indiekraf.com – Industri kreatif Kota Malang kembali mencuri perhatian dunia internasional. Film pendek berjudul Kepaten Obor (The Lineage) karya sineas

Form Publikasi Produk Ekonomi Kreatif – Indiekraf

Indiekraf.com – Anda Pelaku ekonomi kreatif Malang yang ingin berkolaborasi dan produknya di publikasikan di website dan sosmed Indiekraf ?

Sertifikasi Hak Kekayaan Intelektual Merek Disporapar Kota Malang x Indiekraf Indonesia – Batch #03

Mohon Maaf Pendaftaran Telah Ditutup. Selamat Kepada Peserta Terpilih ya ! Untuk yang Belum Lolos jangan Berkecil Hati. Bisa join

Bukber Elegan? Ini 10 Tempat Fancy di Malang

indiekraf.com – Buka puasa bersama bukan hanya ajang kumpul dan makan bersama. Selain itu, momen bukber juga mendorong tumbuhnya gaya

Indibiz KTI Kolaborasi dengan Makassar Game Developer Hadirkan Global Game Jam Makassar 2026

Indiekraf.com – Makassar – Indibiz Kawasan Timur Indonesia berkolaborasi dengan komunitas Makassar Game Developer (MAGER) menggelar Global Game Jam Makassar

Nortis AI Academy Rilis Dua Program Kunci untuk Akselerasi Bisnis 2026

Indiekraf.com – Tahun 2026 dijanjikan sebagai tahun implementasi AI yang sesungguhnya, namun realitasnya pahit: tujuh dari sepuluh inisiatif transformasi digital

Nortis Jam #01 Sukses Digelar, Bekali 80+ Peserta Strategi AI untuk Hadapi Bisnis 2026

Indiekraf.com – Nortis AI Academy sukses menyelenggarakan Nortis Jam #01 bertajuk “Trend AI for Business 2026” yang digelar pada Senin,

Animator Indonesia Griselda Sastrawinata Kembali Unjuk Karya di Zootopia 2

Indiekraf.com – Griselda Sastrawinata kembali menjadi sorotan setelah kontribusinya di Zootopia 2 terungkap. Dalam sekuel yang hadir dengan banyak fresh

Hearts2hearts dan No Na Jadi Guest Star Utama Spotify Wrapped Indonesia 2025

Indiekraf.com – Spotify Wrapped Live Indonesia 2025, yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 04 Desember 2025 pukul 20.30 WIB, disiarkan langsung

MADFEST UB 2025: Festival Desain Nusantara Bertema Paradoks Indonesia

Indiekraf.com – MADFEST UB 2025, yang berlangsung pada 24 – 26 November 2025 di Universitas Brawijaya, merupakan festival seni dan