Desain ProdukIndustri KreatifKriyaPelaku Kreatif

Prinkadipa: Duet Ibu dan Anak Hadirkan Keistimewaan

Bagi Prinka, Anak Berkebutuhan Khusus pun dapat berkarya.

Indiekraf.com – Bersyukur. Mungkin itu kata yang tepat bagi Prinka, sebagai seorang Ibu saat memiliki Dipa, anaknya. Duet Ibu dan anak ini patut diacungi jempol. Kerja samanya dalam berkarya di Prinkadipa, membuahkan hasil yang ga bisa digambarkan dengan apapun. Selalu menemani Dipa, Prinka hadir sebagai orang tua, mentor, sekaligus kolaborator pertama bagi Dipa.

Tentang Prinkadipa

Prinkadipa adalah gabungan nama Ibu dan anak yang pada akhirnya dikenal sebagai sebuah brand di Moselo. Dikutip dari websitenya prinkadipa.com, berawal dari kegemaran Ibu menyaksikan Dipa menggambar dan merasakan ada yang istimewa dalam gambar Dipa.

Dipa didiagnosa Autism Spectrum Disorder (ASD) sebelum berumur 2 tahun dan Dipa mulai memperlihatkan minatnya menggambar mulai usia 4 tahun. Kesenangannya ini terus menjadi keseharian Dipa. Bahkan, Dipa juga sering menggerak-gerakkan tangannya di udara seperti sedang menggambar sesuatu, terlebih kalau sedang merasa tidak nyaman.

Kebanyakan yang di gambar Dipa adalah binatang, dan yang paling sering adalah gajah, walaupun bentuk gajahnya makin beragam. Seiring waktu, gambar Dipa pun menjadi bagian dari perjalanan mereka. Prinka, kemudian merasa ingin menjadikan gambar Dipa lebih dari sekadar gambar di kertas.

Moselo senang bisa berbagi cerita kolaborasi Ibu dan anak ini untuk kamu semua. Supaya kamu yang mungkin sedang ingin berkarya tapi ga percaya diri menjadi sadar, bahwa sebuah karya itu bisa diciptakan dengan cara yang berbeda-beda, dengan kondisi yang berbeda pula. Yuk, langsung aja simak wawancara eksklusif Moselo bersama Prinkadipa.

Hai, Prinkadipa. Bisa ceritain ga awal mendirikan bisnis ini dan di dalamnya ada siapa aja?

“Kami ingin memberikan sesuatu yang memiliki nilai khusus di hati ibu saya.”

Halo juga. Sebenarnya awal memulai kolaborasi Prinkadipa tidak berniat untuk tujuan bisnis, tapi waktu itu kami sedang memikirkan hadiah ulang tahun untuk eyangnya Dipa. Kami ingin memberikan sesuatu yang memiliki nilai khusus di hati ibu saya.

Product by Prinkadipa
Product by Prinkadipa

Dipa yang waktu itu sedang senang menggambar macam-macam daun, saya scan gambarnya, diperbanyak menjadi pattern, ditambah nuansa warna, dan jadilah scarf pertama Prinkadipa. Kerabat dan teman yang melihat scarf itu kemudian mendorong kami untuk meneruskan kolaborasi ini.

Inspirasi Prinkadipa biasanya dari mana?

Dipa menggambar sesuai dengan keinginannya, jadi saya hanya mengikuti apa yang Dipa gambar. Dipa tertarik sekali dengan hal yang berhubungan dengan alam, binatang, terutama gajah. Itu sebabnya kenapa produk Prinkadipa banyak yang bertemakan gajah.

Product by Prinkadipa
Product by Prinkadipa

Walaupun ada juga gambar yang saya usulkan ke Dipa, seperti seri doggie, karena pada suatu waktu kami sedang melewati anjing di rumah tetangga, dan kemudian menjadi bahan komunikasi saya dengan Dipa, dan kemudian diteruskan dengan menggambar.

Product by Prinkadipa
Product by Prinkadipa

Sebelumnya kami mendapatkan info bahwa Dipa sendiri merupakan Anak Berkebutuhan Khusus. Gimana sih awalnya memutuskan untuk “oke kita akan jadikan ini bagian dari ceritanya brand Prinkadipa?” Dan dengan konsep ini support atau tanggapan lain seperti apa yang pernah diterima?

Sebenarnya awal memulai Prinkadipa, hanya ingin menjadikan gambar Dipa lebih dari sekadar gambar di kertas, karena setiap melihat Dipa menggambar, saya merasakan ada yang istimewa dalam gambarnya.

“Setiap melihat Dipa menggambar, saya merasakan ada yang istimewa dalam gambarnya. Saya dapat melihat ketulusannya ketika Dipa menggambar.”

Saya dapat melihat ketulusannya ketika Dipa menggambar. Saya mengagumi idenya yang mampu menyederhanakan bentuk yang sering saya anggap sulit untuk digambar. Saya mencoba untuk menyusun gambar Dipa menjadi pola di kain dan menjadikannya menjadi scarf, tas, dan juga notebook. Keluarga dan teman-teman kami menjadi pelanggan pertama dan mereka sangat antusias mendukung untuk meneruskan dan mengembangkan kolaborasi saya dan Dipa.

Gimana caranya untuk menjaga mood Dipa agar bisa terus berkarya?

Kesenangan Dipa menggambar sebenarnya belum diarahkan untuk berkarya, tapi masih lebih untuk kesenangannya Dipa saja, seperti sekarang Dipa lebih senang memasak dibanding menggambar.

Bagaimana awalnya Tante mengetahui bakat terpendam Dipa ini?

Dari umur 1 tahun, Dipa sudah memulai tertarik memegang pensil atau spidol dan mulai corat-coret di mana saja. Mulai umur 4 tahun, sudah bisa diajarkan menggunakan pensil dengan benar. Kami mulai memperkenalkan nama-nama anggota badan melalui menggambar dan Dipa dengan sangat cepat menguasai nama-nama warna.

Dipa suka melihat dan mengamati bapaknya yang memang sengaja menggambar karena melihat Dipa yang mulai tertarik dengan pensil. Sejak saat itu, Dipa mulai menggambar-gambar sendiri, dengan gayanya sendiri. Kebanyakan yang di gambar Dipa adalah binatang, dan yang paling sering adalah gajah. Entah kenapa Dipa tertarik sekali dengan binatang gajah.

Kendala apa yang paling sulit dihadapi ketika ingin membuat sebuah produk?

Waktu dan Fokus. Dua hal ini menjadi tantangan ketika membuat produk baru. Karena perkembangan Dipa tetap menjadi prioritas kami.

Selama proses pembuatan produknya, memakan waktu berapa lama?

Untuk pembuatan seri baru, bisa 3 hari, bisa juga 1 bulan. Karena tergantung dari kondisi yang berpengaruh ke fokus dan waktu.

Bagi Tante Prinka, selama ini bagaimana cara menjaga komunikasi dan kerja sama tim yang baik dengan Dipa? Kami mau dengar tante sharing soal keseruan ini dong! 🙂

Sama aja dengan semua orangtua yang memiliki Anak Berkebutuhan Khusus lainnya, masing-masing memiliki cara sendiri yang berbeda. Karena Dipa memiliki hambatan dalam berinteraksi dan berkomunikasi, untuk berkolaborasi, Dipa menggambar seperti biasa sesuai keinginannya dan hasilnya kemudian saya olah secara digital dan kalau diperlukan ditambahkan nuansa warna.

Cerita apa yang ingin tante sampaikan melalui produk yang dibuat?

“Bahwa anak berkebutuhan khusus pun dapat berkarya dan kemampuannya dapat bermanfaat untuk orang lain, walaupun masih dengan bantuan orangtua.” — Prinkadipa

Pernah ikut offline event? Kalau pernah, boleh diceritakan ya keseruannya.

spekix.org
spekix.org

Kami baru mengikuti beberapa event untuk individu dengan autisme, event yang terbesar adalah Spekix (Special Kids Expo) di Agustus 2019. Acara tahunan ini selalu kami tunggu karena pada saat itu kami dapat bertemu dengan keluarga lain yang memiliki Anak Berkebutuhan Khusus yang memiliki karya luar biasa.

Apresiasi terbesar yang pernah Prinkadipa dapatkan?

Sangat tersanjung kalau ada yang mengajak berpartisipasi dalam suatu event/program dan juga kalau ada yg mengajak berkolaborasi. Tapi tetap selalu merasa terapresiasi dan terharu ketika orang lain, bahkan yang belum kenal sebelumnya, berminat untuk memiliki karya kami. Tidak terbayang sebelumnya akan melihat orang lain mengenakan scarf dengan gambar Dipa dan membawa notebook dengan gambar gajah Dipa.

Harapan Prinkadipa untuk bisnis yang sedang dijalani?

Semoga bisa tetap berjalan dan bisa terus membahagiakan orang yang memakai.

Menurut Prinkadipa sendiri, bagaimana tanggapannya mengenai Moselo? Ada saran juga boleh lho!

Moselo adalah marketplace pertama yang kami ikuti, dan kami senang dengan keputusan kami. Sejak bergabung dengan Moselo, makin banyak yang mengenal Prinkadipa, dan pelanggan kami pun sering juga dibahagiakan dengan promo-promo dari Moselo. Wishlist kami adalah bisa upload produk dan update order dari pc.

Wah… ternyata banyak banget cerita seru dari Prinkadipa yang dibagikan untuk kamu semua. Salah satunya tentang Special Kids Expo, event tahunan yang selalu dinantikan Prinkadipa. Semoga cerita kolaborasi Ibu dan anak ini bisa menginspirasi kamu semua yang juga sedang menjalankan bisnis bersama anak ya!

Penulis Dessy Silitonga | Moselo

Baca juga

Related Articles