Industri KreatifKreatif TourismWisata Kreatif

Taman Nasional Komodo ‘Kotor’, Pembangunan Berhenti Sementara?

Indiekraf.com – Salah satu lokasi wisata terkenal di Indonesia, Taman Nasional Komodo, kini tengah dalam proses pembangunan. Namun, ternyata proses tersebut belum berjalan mulus. Hal ini lantaran kurang bersihnya proses pembangunan di kawasan tersebut. Kabarnya, pembangunan taman nasional ini juga diminta untuk diberhentikan sementara. Benarkah?

Taman Nasional Komodo ‘Kotor’, Pembangunan Diminta Berhenti Sementara?

Sejak pembangunan Taman Nasional Komodo dilakukan, tentunya proses tersebut mempengaruhi kebersihan dari lokasi tersebut. Alexander Pelung sebagai salah satu wisatawan di Labuan Bajo pun menyampaikan keresahannya terkait hal ini. Dalam sebuah webinar, dirinya membagikan cerita tentang ‘kotornya’ lokasi tersebut. 

Alexander bahkan menurutkan bahwa taman tersebut sedang dalam ‘bahaya’. Ia juga bercerita bahwa turis yang datang ingin melihat komodo dan lokasi konservasi malah mendapati hal mencengangkan. Mereka justru menemukan beton-beton bangunan dan bukan pemandangan alam.

Taman Nasional Komodo Kini Dipenuhi Beton Bangunan

Dikutip dari USS Feed, Alexander menceritakan pengalaman tersebut. “Jangankan bangunan yang dilakukan pengusaha sekarang, bangunan kecil saja mereka bertanya-tanya, kok ada bangunan?” jelasnya. Ia menambahkan, “apalagi dengan bangunan yang sekarang begitu besar kemudian setelah saya lihat master plannya, nanti itu sangat merusak alam di TN Komodo itu sendiri,”.

Tak hanya satu-dua orang, ternyata banyak turis yang kecewa dengan dibangunnya Taman Nasional Komodo. Hal ini lantaran taman tersebut merupakan lokasi konservasi. Taman Nasional tersebut digadang akan diberi nama ‘Jurassic Park’.

Banyaknya Teguran dari Para Aktivis

Alexander mengatakan bahwa lokasi wisata Jurassic Park ini sebenarnya sudah menyalahi status dari Taman Nasional Komodo. Seharusnya, lokasi tersebut menjadi situs warisan dunia, Unesco. Seperti diketahui, lokasi ini merupakan pusat konservasi Komodo sebagai salah satu satwa langka di dunia.

“Kami sudah demo beberapa kali di Manggarai Barat di Labuan Bajo untuk penolakan itu. Jangankan dia lakukan sekarang, sementara rencana dia sejak awal itu kita sudah lakukan demo penolakan tentang itu. Sekarang sudah berjalan pembangunan di Pulau Rinca, UNESCO baru tanggapi sekarang,” ujarnya.

Baca Juga Sudah Dibuka Kembali, Pulau Komodo Ternyata Masih Sepi Pengunjung

Related Articles