
indiekraf.com – Kota Malang tidak hanya menawarkan destinasi wisata, tetapi juga menghadirkan deretan kuliner legendaris yang bertahan puluhan tahun.
Tempat-tempat makan ini menyajikan cita rasa otentik sekaligus menghadirkan suasana jadul yang penuh nostalgia.
Kalau kamu sedang libur Lebaran di Malang, tujuh kuliner jadul ini wajib masuk daftar kunjunganmu.
1. Toko Oen (Sejak 1930)
Tikon kuliner klasik di Malang dengan bangunan bergaya kolonial yang tetap terjaga. Interiornya menampilkan kursi rotan dan nuansa tempo dulu yang kuat, sehingga menciptakan suasana tenang dan nostalgia. Kamu bisa mencoba es krim homemade seperti Tutti Frutti atau Cassata, serta bistik lidah yang sudah terkenal sejak lama.
2. Warung Kiroman(Sejak 1950-an)
Dikenal sebagai salah satu tempat makan rawon legendaris di tengah kota. Warung ini menyajikan daging empuk dengan kuah yang kaya rasa, sehingga banyak pelanggan terus kembali. Kamu bisa memesan rawon atau nasi campur, lalu menambahkan mendol khas Malang. Suasananya sederhana, hangat, dan selalu ramai.
3. Ronde Titoni(Sejak 1948)
Ronde Titoni cocok kamu kunjungi saat malam hari ketika udara Malang mulai dingin. Tempat ini menjadi salah satu kedai ronde tertua yang masih bertahan hingga sekarang. Kamu bisa menikmati ronde basah dengan kuah jahe atau angsle sambil merasakan suasana hangat khas pinggir jalan.
4. Depot HTS Han Tjwan Sing(Sejak 1927)
Pengalaman makan ala restoran tempo dulu di kawasan Lawang. Bangunannya masih mempertahankan bentuk aslinya, sehingga terasa autentik. Kamu bisa menikmati rawon merah dan onde-onde sambil merasakan suasana klasik yang cocok untuk makan bersama keluarga.
5. Depot Hok Lay(Sejak 1946)
Depot Hok Lay berada di dekat alun-alun dan menjadi favorit warga lokal. Tempat ini menyajikan pangsit mie legendaris serta minuman khas bernama Fosco, yaitu susu cokelat dalam botol jadul. Interior kayu klasiknya langsung membawa kamu kembali ke suasana tahun 50-an.
6. Bakso President(Sejak 1977)
Benawarkan pengalaman makan yang unik karena lokasinya berada tepat di samping rel kereta aktif. Tempat ini menyajikan bakso campur lengkap dengan bakso bakar yang jadi favorit pengunjung. Selain rasanya yang khas, kamu juga bisa merasakan sensasi makan sambil melihat kereta melintas.
7. Sate Bunul H. Paino(Sejak 1973)
Sate Bunul H. Paino menjadi salah satu tempat makan sate kambing legendaris di Malang. Tempat ini menyajikan daging yang empuk tanpa bau dengan bumbu yang meresap sempurna. Kamu bisa memesan sate atau gulai kambing sambil menikmati suasana tradisional dengan aroma khas yang sudah tercium dari jalan.
Menjelajahi kuliner jadul di Malang bukan hanya soal rasa, tetapi juga soal pengalaman menikmati sejarah yang masih hidup hingga sekarang. Apalagi saat Lebaran, kamu bisa mengajak keluarga untuk menikmati momen makan bersama di tempat-tempat legendaris ini.
Kuliner legendaris Malang terus mempertahankan cita rasanya dari generasi ke generasi. Karena itu, setiap kunjungan selalu menghadirkan pengalaman yang hangat dan tak terlupakan.
Baca Juga:



