Selamat Datang di Indiekraf Media – Kunjungi Juga Studio Kami untuk Berkolaborasi lebih Keren :)

Game Horeg dari Universitas Brawijaya Siap Menggemparkan Malang Raya!

Facebook
X
LinkedIn
Email
Print

Indiekraf.com – Perkembangan industri kreatif digital di Malang terus melahirkan karya-karya dengan konsep yang semakin beragam. Kali ini, sebuah game bertema lokal hadir dengan cara yang cukup unik. Horeg Rush merupakan game casual 2D side-scrolling runner yang mengangkat fenomena horeg sebagai bagian utama dari permainan.

Dikembangkan oleh Fariz Rizky Wijaya dan Rachmad Andri Atmoko dari Universitas Brawijaya, game ini mengajak pemain berlari melewati berbagai rintangan sambil berusaha menjaga stamina pendengaran. Konsep tersebut membuat Horeg Rush tidak hanya mengandalkan kecepatan, tetapi juga membutuhkan refleks dan strategi dari pemain.

Lari Cepat, Tapi Tetap Harus Waspada

Sekilas, Horeg Rush memiliki gameplay yang sederhana. Pemain hanya perlu mengarahkan karakter menuju garis finish secepat mungkin. Namun, perjalanan tersebut tidak semudah yang dibayangkan karena terdapat truk sound system dan area dengan paparan suara keras yang harus dihindari.

Pemain dapat berpindah jalur untuk mencari rute yang lebih aman. Semakin lama berada di area dengan suara keras, stamina pendengaran karakter akan semakin berkurang. Artinya, mengejar waktu tercepat bukan menjadi satu-satunya tujuan dalam permainan.

Gabungkan Refleks dan Strategi

Salah satu elemen menarik dalam Horeg Rush adalah perpaduan antara refleks dan pengambilan keputusan. Pemain harus cepat menentukan jalur sekaligus memperhitungkan risiko dari setiap rintangan yang dilewati.

Game ini juga menghadirkan berbagai efek audio dan visual untuk membuat pengalaman bermain terasa lebih imersif. Efek suara bising, screen shake, hingga simulasi suara denging pada telinga menjadi bagian dari gameplay yang memperkuat tema permainan.

Horeg Rush Bawa Edukasi Lewat Cara yang Berbeda

Di balik konsep permainannya, Horeg Rush juga mencoba menyampaikan pesan mengenai dampak paparan suara keras terhadap pendengaran. Edukasi tersebut tidak disampaikan melalui informasi yang terlalu kaku, tetapi diterjemahkan menjadi mekanisme permainan yang dapat dirasakan langsung oleh pemain.

Konsep ini menjadi salah satu hal yang menarik dari Horeg Rush. Fenomena yang dekat dengan kehidupan masyarakat diolah menjadi karya digital dengan pendekatan yang lebih kreatif dan mudah diterima oleh generasi muda.

Karya seperti Horeg Rush juga menunjukkan bagaimana lingkungan kampus dapat menjadi ruang untuk mengembangkan ide kreatif berbasis teknologi. Dengan memanfaatkan isu dan fenomena lokal sebagai inspirasi, sebuah game sederhana dapat memiliki identitas yang berbeda sekaligus membawa pesan di dalamnya.

Lalu, seberapa jauh kamu bisa bertahan? Bisakah mencapai garis finish sebelum stamina pendengaran mencapai 0%?

Berita Terkait