Indiekraf.com – AI bukan lagi sesuatu yang hanya dibicarakan di ruang teknologi. Tanpa disadari, penerapannya telah hadir dalam berbagai aktivitas sehari-hari. Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) semakin membuka berbagai cara baru dalam menyelesaikan pekerjaan dan menghasilkan karya. Agar manfaat tersebut dapat dipahami secara lebih luas, Nortis AI Academy menghadirkan program AI for Productivity bagi komunitas Gerakan Sayang Perempuan Ojol (Gaspol) di Dinas Sosial Sulfat, Kota Malang. Lebih dari 85 peserta mengikuti sesi yang menggabungkan pemahaman mengenai AI dengan praktik penggunaannya secara langsung.
Sesi pembelajaran bersama Hari Obbie, Content Creator dan Mentor Nortis AI Academy, mengajak peserta melihat AI dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ia menjelaskan bahwa AI bukan teknologi yang baru muncul belakangan, melainkan telah digunakan dalam berbagai layanan yang telah akrab dengan masyarakat, salah satunya Google Maps. Peserta juga mendapatkan pemahaman bahwa AI tidak hanya dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan, tetapi juga dapat membantu membuat poster, menghasilkan video, hingga mengolah foto menjadi lebih menarik.
Selanjutnya Hari Obbie juga membahas mengenai pentingnya mengenali konten yang dibuat menggunakan AI. Ia menjelaskan beberapa cara sederhana untuk membedakan video AI dengan video nyata. Salah satunya dengan membangun familiaritas terhadap karakteristik konten yang dihasilkan AI melalui kebiasaan mengamati berbagai contoh dan mencoba membuat konten AI secara langsung.
Pada sesi praktik, peserta diajak mencoba langsung Gemini untuk melakukan pengolahan foto sederhana. Salah satu praktik yang dilakukan adalah mengubah latar belakang foto sesuai keinginan, seperti berada di pantai, pegunungan, maupun berbagai destinasi wisata. Praktik tersebut memberikan pengalaman kepada peserta bahwa pemanfaatan AI dapat dimulai dari kebutuhan sederhana tanpa harus memiliki kemampuan teknis yang kompleks.
Suasana kelas berlangsung interaktif, terutama ketika memasuki sesi tanya jawab. Peserta aktif menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai manfaat dan dampak AI dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu diskusi yang menarik perhatian membahas kekhawatiran mengenai penggunaan AI terhadap generasi muda dan pekerja di bidang seni. Peserta mempertanyakan apakah AI berpotensi membuat generasi muda menjadi malas belajar serta mengurangi peluang pendapatan bagi pekerja kreatif ketika karya dapat diproduksi menggunakan AI.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Hari Obbie menjelaskan bahwa setiap perkembangan teknologi selalu membawa perubahan terhadap cara manusia bekerja. Ia memberikan. analogi mengenai perubahan dari penggunaan buku tulis menuju laptop dan perangkat digital. Ketika teknologi berkembang, sebagian kebiasaan lama memang berubah, tetapi pada saat yang sama muncul cara kerja dan peluang baru.
Menurutnya, tantangan utama bukan terletak pada keberadaan AI, melainkan pada kemampuan manusia untuk beradaptasi dan memanfaatkannya secara tepat. AI dapat ditempatkan sebagai asisten yang membantu pekerjaan, sementara manusia tetap memegang kendali atas ide, kreativitas, keputusan, dan hasil akhir.
“Zaman akan terus berkembang. Kita perlu beradaptasi agar teknologi yang hadir tidak membuat nilai yang kita hasilkan menurun, tetapi justru membantu meningkatkan produktivitas dan membuka peluang baru,” ujar Hari Obbie.
AI Productivity Batch-31 X GASPOL merupakan bagian dari AI Opportunity Funding: Asia Pacific, yang diinisiasi oleh AVPN dan didukung oleh Google.org serta Asian Development Bank (ADB) dani didukung oleh Telkom AI Center of Excellence, Indiekraf, dan Stasion.