Selamat Datang di Indiekraf Media – Kunjungi Juga Studio Kami untuk Berkolaborasi lebih Keren :)

EXOSIA: Membaca Kuasa di Balik Citra, Karya Ardiansyah Akbar

Facebook
X
LinkedIn
Email
Print

EXOUSIA
Membaca Kuasa dibalik Citra

Ardiansyah Akbar

EXOUSIA lahir dari kegelisahan Ardiansyah Akbar terhadap banjir visual yang setiap hari membentuk cara manusia melihat, percaya, dan bergerak, sekaligus dari kesadaran bahwa visual tidak pernah benar-benar netral karena gambar, simbol, warna, tipografi, narasi, media, hingga algoritma dapat bekerja sebagai teknologi pengaruh yang membentuk persepsi dan mengarahkan perilaku. Berangkat dari seni propaganda sebagai akar historis dan intelektual, EXOUSIA dikembangkan bukan sekadar sebagai proyek yang menghasilkan karya visual, melainkan sebagai ruang untuk membaca kuasa di balik citra melalui pertemuan desain, seni, riset, pendidikan, dan refleksi sosial, dengan perjalanan dari artwork menuju pengetahuan, dari pengetahuan menuju percakapan, dan dari percakapan menuju partisipasi.

Booklet pertama, EXOUSIA: Booklet (Seni) Propaganda, menjadi titik awal perjalanan tersebut dengan membawa pertanyaan tentang bagaimana desain dapat mengambil peran sosial ketika visual semakin kuat digunakan untuk membangun opini dan memengaruhi emosi publik. Melalui kajian sejarah propaganda visual, perkembangan bahasa visual kontemporer, arsitektur distribusi digital, serta respons visual Ardiansyah terhadap dinamika Indonesia pada Agustus–September 2025, booklet ini menempatkan desainer bukan sekadar pembuat estetika, tetapi sebagai bagian dari ekosistem yang memiliki tanggung jawab menjaga kesadaran publik, literasi, empati, dan kemanusiaan, sementara karya seperti Brave Pink, Hero Green, Warga Jaga Warga, dan sejumlah poster propaganda menjadi arsip visual atas kegelisahan zaman.

Kini EXOUSIA bergerak melalui EXOUSIA.2: URIP IKU URUP, booklet kolektif yang memperluas pembacaan dari propaganda dan kuasa menuju relasi kekuasaan, bencana ekologis, pembangunan, budaya, dan cara manusia memperlakukan alam, dengan mempertemukan perspektif Ardiansyah Akbar bersama Adityayoga, Kandi Windoe, Abi Sutanrai, M. Arif Budiman, dan Aji Prasetyo. Dalam refleksi lintas profesi, booklet ini membuka pertanyaan tentang siapa yang menentukan alam, siapa yang mendapatkan keuntungan, dan siapa yang membayar akibatnya; EXOUSIA terbuka untuk kolaborasi bersama seniman, desainer, akademisi, mahasiswa, komunitas, institusi, dan publik untuk mengembangkan kelas, percakapan, karya, riset, exhibition, serta ekosistem pengetahuan yang menjadikan komunikasi visual sebagai ruang belajar kritis.

Berita Terkait