HeritageKota Kreatif

Belajar Sejarah Cagar Budaya dengan Fun

Indiekraf | MALANG – Pemerintah Kota Malang segera menetapkan 32 bangunan cagar budaya. Demikian informasi yang disampaikan Agung H.Buana, Sekretaris Tim Ahli Cagar Budaya Kota Malang. Penetapan bangunan cagar budaya tersebut seturut dengan program Pemerintah Kota Malang “The Future of Malang”. Merupakan sinkronisasi dari program Malang City of Heritage (icon sejarah dan jejak perjuangan), Malang Creative (Centre of Creative Economic), dan Malang Services (Role models, pemerintahan collaborative).
Mendukung program Malang City Heritage, Tim Volunteer Cagar Budaya Kota Malang menginisiasi kegiatan bertajuk Malang Greget ! Terdiri dari Heritage Fun Race dan Heritage Photography Competition.

HERITAGE FUN RACE

Tepat pukul 07.00 peserta pertama Heritage Fun Race diberangkatkan dari Mall Sarinah. Peserta keseluruhan berjumlah 22 tim. Masing-masing tim terdiri dari 3 orang. Dari Mall Sarinah peserta mendapat selembar kertas yang merupakan “clue” untuk menebak bangunan cagar budaya.Lembar petunjuk mengarahkan peserta ke bangunan dan lokasi bersejarah di sekitar area Alun-alun Kota Malang seperti Toko OEN, Gereja Kayutangan, GPIB Imanueal, Gedung KPPN dan finish di Hotel Pelangi. ”Kami dari Tim Volunteer Cagar Budaya Kota Malang ingin menumbuhkan kesadaran dan kecintaan warga Malang khususnya anak muda zaman now terhadap heritage Kota Malang. Kami memilih cara yang fun,” kata Ratna Arya, Ketua Panitia Malang Greget ! (8/12)
Waktu tempuh tiap tim adalah 60 menit. Tak jarang ada peserta yang nyasar ke pos palsu karena salah menebak clue. Namun panitia juga ternyata menyiapkan poin bonus bagi peserta yang melewati pos rahasia. Sebanyak 22 tim yang ikut terdiri dari mahasiswa, keluarga, anak muda, Putra Putri Batik, komunitas Pelangi Nusantara (Pelanusa), komunitas Sahitya IKIP Budi Utomo, Kelompok Sadar Wisata Kampoeng Heritage Kajoetangan.
“Bahkan ada peserta dari Singapura yang akan ikut Heritage Fun Race karena menurutnya kegiatan tersebut mirip dengan even di Malaka Malaysia,” jelas Agung H.Buana, Sekretaris Tim Ahli Cagar Budaya Kota Malang di Hotel Pelangi.(8/12).
Tiga pemenang Heritage Fun Race adalah: Tim Sahitya 1, Pelanusa 6, dan Pelanusa 5. Penyerahan hadiah dilakukan pada acara Cangkrukan Heritage #2 diselenggarakan oleh Malang Heritage Community pada tanggal 15 Desember 2018 di Hotel Pelangi.

ANTUSIAS PESERTA

Kehebohan peserta Heritage Fun Race salah satunya dari Pelangi Nusantara ( Pelanusa), ibu-ibu yang bergiat di kerajinan kain perca. Mulai merayu panitia, tanya pak satpam di KPPN, naik jembatan penyeberangan depan Sarinah, tanya tukang becak. “Kami sangat menikmati pelajaran sejarah sambil olahraga, diumet-umetno panitia gara-gara salah jawab soal namun keren acaranya. Kami jadi paham sejarah Kota Malang. Kami baru tahu kalau di Kota Malang ada karya seni paling tua dan hanya ada di Kota Malang. Banyak dapat ilmu deh hari ini. Apresiasi buat panitia meski pesertanya masih kurang greget tapi yakin next pasti banyak pesertanya. Sukses buat panitia,” demikian apresiasi Ibu Yanti dari Pelanusa saat evaluasi kegiatan di Hotel Pelangi, Sabtu, 8/12/2018.

Kegiatan Malang Greget ! Heritage Fun Race telah sukses dilaksanakan. Selanjutnya Tim Volunteer Cagar Budaya Kota Malang berproses untuk kegiatan berikutnya yaitu Heritage Photography Competition. Subyek foto yang menjadi penilaian lomba adalah bangunan dan kawasan Cagar Budaya di Kota Malang yang menampilkan unsur art, culture, dan human interest. Informasi tentang Heritage Photography Competition dapat diakses melalui link tiny.cc/daftarheritagephotography

Perhelatan Malang Greget ! dari Volunteer Cagar Budaya Kota Malang mendapat dukungan penuh dari Tim Ahli Cagar Budaya Kota Malang, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang, Badan Promosi Pariwisata Kota Malang, Museum Musik Indonesia, Malang Heritage Community, Yesi Palupi, Sarinah, Soak Ngalam, Hotel Pelangi, Hotel Riche, Batik Antique, Indosat IM3, Ayam Cobloos.(*)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close