Selamat Datang di Indiekraf Media - Kunjungi Juga Studio Kami untuk Berkolaborasi lebih Keren :)

Menuju Indiekraf Studio
Film Animasi dan VideoTak Berkategori

Danur The Last Chapter 2026, Review Film Horor Penutup Penuh Nostalgia

Akhir perjalanan Risa Saraswati yang emosional setelah satu dekade Danur Universe

indiekraf.com – Film Danur: The Last Chapter akhirnya resmi tayang di bioskop sejak 18 Maret 2026 sebagai salah satu film horor yang meramaikan libur Lebaran. Film ini menjadi penutup dari perjalanan panjang semesta Danur yang telah menemani penonton selama kurang lebih satu dekade.

Sebagai chapter terakhir, film ini tidak hanya menyuguhkan horor, tetapi juga menghadirkan nuansa emosional yang berat, terutama bagi penonton yang sudah mengikuti kisah Risa dari awal.

Atmosfer Lebih Gelap dan Mencekam

Salah satu kekuatan utama film ini terletak pada atmosfernya. Dibandingkan seri sebelumnya, Danur The Last Chapter tampil dengan nuansa yang jauh lebih gelap dan serius. Penggunaan latar sejarah masa peralihan Hindia Belanda ke Jepang memberikan sentuhan horor klasik yang terasa lebih matang secara visual.

Setiap adegan dibangun dengan cukup detail, menciptakan suasana tegang yang konsisten sepanjang film. Hal ini membuat pengalaman menonton terasa lebih intens, meskipun masih mengandalkan beberapa elemen jumpscare khas film horor Indonesia.

Akting Prilly Latuconsina yang Semakin Matang

Performa Prilly Latuconsina sebagai Risa Saraswati kembali menjadi sorotan utama. Setelah memerankan karakter ini selama bertahun-tahun, aktingnya terasa lebih dalam dan emosional.

Di film ini, penonton bisa merasakan konflik batin Risa yang lebih kompleks, terutama dalam menghadapi kehilangan dan tanggung jawab terhadap orang-orang terdekatnya. Momen-momen emosional terasa lebih kuat karena ini menjadi perpisahan panjang antara karakter Risa dan penonton.

Alur Cerita yang Aman, Namun Kurang Klimaks

Dari segi cerita, film ini masih mengikuti pola yang cukup familiar. Risa harus kembali membuka “gerbang dialog” yang sebelumnya telah ditutup demi menyelamatkan adiknya, Riri, dari teror sosok misterius bernama Canting.

Namun, beberapa penonton mungkin merasa alurnya sedikit lambat di bagian tengah. Selain itu, meskipun ada beberapa adegan menegangkan, film ini dinilai masih bermain aman dan belum memberikan kejutan besar di bagian klimaksnya.

Kehadiran Peter CS yang Tetap Ikonik

Film lebaran Danur: The Last Chapter
Sumber Foto: mdentertainment

Salah satu elemen yang tetap dipertahankan adalah kehadiran Peter CS, sahabat-sahabat hantu Risa yang sudah menjadi ciri khas dari semesta Danur.

Peran mereka dalam film ini cukup signifikan, terutama dalam membantu Risa menghadapi konflik. Bagi penggemar setia, kehadiran mereka tentu menjadi daya tarik tersendiri yang menambah rasa nostalgia.

Penutup yang Lebih Emosional daripada Menakutkan

Sebagai film penutup, Danur The Last Chapter lebih menekankan sisi emosional dibandingkan horor yang ekstrem. Film ini terasa seperti perpisahan yang hangat namun tetap menyisakan nuansa mencekam.

Bagi penonton yang sudah mengikuti perjalanan Danur dari awal, film ini bisa menjadi pengalaman yang menyentuh. Namun, bagi yang mencari horor dengan plot twist besar, mungkin akan merasa film ini kurang “menggigit”.

Danur: The Last Chapter adalah penutup yang layak untuk semesta Danur. Meskipun tidak menawarkan kejutan besar, film ini berhasil menghadirkan kombinasi antara horor, nostalgia, dan emosi yang cukup kuat.

Film ini paling cocok untuk kamu yang sudah mengikuti kisah Risa sejak awal, karena nilai utamanya terletak pada perjalanan panjang yang akhirnya sampai di titik akhir.

Baca Juga:

Show More

Related Articles

Back to top button