Aplikasi Digital dan GameDigital KreatifIndustri KreatifKota Kreatif

Gandeng TRON, Kebijakan Pemkot Dapat Sorotan Komunitas Digital Kota Malang

Keputusan Pemerintah, bekerja sama dengan Startup asal Tanggerang Tersebut dalam meng-online kan angkot, menimbulkan pertanyaan

INDIEKRAF.COM – Tanda tanya besar tersebut muncul dalam gelaran konfrensi startup terbesar di Malang, STASION Fest yang baru berlangsung pada Jumat (29/11) di salah satu hotel di wilayah Kota Malang. Komitmen pemerintah daerah dalam menjadikan sektor gim dan aplikasi sebagai andalan lah yang jadi pertanyaan.

Keraguan atas komitmen Pemkot tersebut tersampaikan dalam pernyataan salah satu pelaku industri digital Hino Kertapati, dalam konfrensi Stasion Fest 2019. Pria yang aktif sebagai content dan media specialist ini mengaku cukup terkejut dengan keputusan Pemkot untuk bekerjasama dengan penyedia aplikasi transportasi umum asal Tanggerang tersebut dalam mengatasi permasalahan angkot.

Pasalnya, selama ini Hino melihat bahwa Pemkot Malang sudah sangat serius dalam menggandeng sektor gim dan aplikasi sebagai sub sektor andalan. Hal tersebut dibuktikan, mulai dari keberhasilan Kota Malang, memperoleh gelar Kota Kreatif Gim dan Aplikasi dari BEKRAF pada 2019 ini, hingga rencana mega proyek Malang Creative Centre (MCC) yang ramai diperbincangkan belakangan ini.

“Saya mengapresiasi langkah maju Pemkot Malang dengan melakukan digitalisasi dan melakukan pendekatan online kepada angkutan kota yang dinilai sedang surut, sebagai langkah untuk menemukan solusi, baik bagi lalu lintas, maupun juga bisnis angkot sendiri yang melibatkan ribuan orang di sana,”

“Namun yang saya sayangkan dan cukup terkejut, adalah Pemkot yang tiba – tiba memilih perusahaan teknologi dari luar Kota Malang sebagai rekanannya. Padahal saya cukup yakin, rekan – rekan di Malang sudah sangat kapabel untuk bisa menyediakan layanan aplikasi untuk angkot ini. Apalagi pada tahun 2017 lalu, salah satu startup di Kota Malang Ezy Industries juga pernah menawarkan aplikasi untuk angkot ke pihak pemerintah, namun tak pernah ada respon, hingga kini tiba- tiba sudah menggandeng perusahaan luar,” tutur Hino.

“Disinilah akhirnya, saya jadi bertanya – tanya tentang komitmen Pemkot kepada¬† sub sektor gim dan aplikasi Kota Malang. Tentang pada akhirnya gim dan aplikasi ini akan dibawa kemana ke depannya,” tegasnya.

Pertanyaan dari pria yang juga Manajer Konten Indiekraf.com tersebut langsung mendapatkan respon dari Kepada Bidang Ekonomi dan SDA Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang) Kota Malang, Sudarso yang juga hadir dalam konfrensi.

Secara detail Sudarso mengatakan tidak bisa memberikan penjelasan banyak perihal kerjasama Pemkot dengan TRON tersebut, karena berada di luar kapasitasnya. Namun ia menyebutkan bahwa memang masih ada ganjalan untuk saling berkolaborasi di dalam tubuh pemerintah sendiri.

“Mohon maaf sebelumya, untuk detail dan kronologis dengan TRON saya tidak bisa menjelaskan, karena diluar kapasitas saya. Namun harus saya akui bahwa berkolaborasi di dalam tubuh pemerintah sendiri bukan hal yang mudah, dan kelemahan ini yang harus saling kita isi dan ingatkan, baik pemerintah maupun juga komunitas,” jelasnya.

“Namun saya menyakini bahwa memang industri digital kita kuat dan sudah memiliki orang dan perusahaan dengan kompetensi tinggi, karena sudah terbukti bahwa saat ini banyak produk Arek Malang yang sudah mendapat hati di dunia internasional. Dari sinilah kita akan menghadirkan statement yang kuat,” lanjut Darsono.

Sebelumnya, Pemkot Malang mengumumkan menjalin MOU dengan PT TRON untuk bisa mengelola angkot secara online. TRON akan bekerja dengan cara terminal virtual, sehingga akan memudahkan calon penumpang untuk mendapatkan angkotnya, sekaligus mereka tidak perlu menunggu lama.

Malang menjadi kota kedua di Indonesia yang menjalin kerja sama dengan TRON, setelah sebelumnya di tengah tahun 2019, TRON juga sudah diaplikasikan di sejumlah angkot di Kota Bekasi.

Tag
Tampilkan Selanjutnya

Artikel terkait

Back to top button
Close
Close