Industri KreatifSharing ExpertTips Kreatif

Industri Kolaborasi, Konsep Baru di Era Industri Kreatif

Era Industri Kreatif yang mengutamakan Gotong Royong & Kerjasama

Mencermati perkembangan perekonomian saat ini, kita disuguhkan dengan pesatnya dinamika yang terjadi. Mulai dari era ekonomi pertanian, ekonomi industri, ekonomi teknologi informasi, hingga ekonomi kreatif yang diharapkan mampu menjadi tulang punggung perekonomian nasional pada tahun 2025 nanti.

 

Era Ekonomi Kreatif Indonesia – Sumber : https://selular.id/

Mengandalkan kemampuan sendiri dalam membangun sesuatu membutuhkan tenaga dan pikiran yang tak ada batasnya.

Contoh, bila seseorang sedang merintis sebuah usaha di bidang kuliner, segala macam kebutuhan untuk menunjang dalam bisnis tersebut haruslah terpenuhi. Sebut saja tempat yang representatif, promosi yang tepat sasaran, kemasan yang baik dan lain sebagainya.

Untuk mendapatkan hasil yang optimal, dibutuhkan usaha kerja yang termanajerial dengan baik. Terkadang dengan dalih efisiensi dana, semuanya dikerjakan sendiri. Mampu tidaknya dalam mengelola industri yang bukan bidangnya akan mempengaruhi sebuah hasil.

Artinya, untuk mendapatkan hasil yang optimal tidak semua bidang pekerjaan dapat dikerjakan sendiri.

Sudah menjadi kesadaran publik saat ini bahwa perkembangan informasi bisa berubah dalam hitungan detik. karenanya manusia dituntut untuk menyelesaikan segala bentuk apapun pekerjaan dengan lebih cepat, dan dengan hasil yang optimal.

Begitu juga dengan sebuah industri, akan lebih optimal jika segala sesuatu yang tidak mampu dikerjakan sendiri bisa dibantu oleh partner yang mempunyai kompetensi di bidangnya. Simbiosis mutualisme cukup tepat dipakai dalam istilah ini, karena pada dasarnya kolaborasi adalah saling memberikan keuntungan.

Kota Pekalongan dengan predikat Kota Kreatif dari UNESCO di bidang Cra and Folk Arts atau kerajinan dan kesenian rakyat patut menjadi contoh yang sangat tepat dalam bahasan ini.

Industri batik yang berjalan di kota tersebut merupakan realita kolaborasi antara pelaku dan komunitas yang ada, serta dari pengrajin, pelukis, supplier bahan baku, distributor dan lain-lain.

Sumber : www.cintapekalongan.com

Hingga akhirnya motor industri di wilayah sosial berjalan secara berantai. Perekonomian di daerah pun ikut mengalir dan akhirnya mampu untuk menyejahterakan penduduknya tanpa harus mengadu nasib ke kota besar.

Di tahun 2025 nanti, direncanakan menjadi panggung bagi era ekonomi terbarukan atau yang disebut ekonomi kreatif. Konsep ekonomi yang bergantung terhadap nilai sumber daya manusia dalam konteks kreatifitas dan inovasi.

Wajib diketahui salah satu kunci keberhasilan dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif pada suatu daerah adalah kolaborasi.

Kolaborasi merupakan corong ekonomi kerakyatan atas dasar gotong royong yang secara substantif telah ada dan tertanam sejak lama dalam kehidupan sosial masyarakat akar rumput di Indonesia.

Budaya Gotong Royong di Indonesia | Sumber Gambar : genial.id

Nantinya persaingan tidak lagi sebatas dengan kompetitor industri dalam satu negara, antara satu desa dengan desa lain, atau satu kota dengan kota yang lain melainkan persaingan dengan negara lain.

Semua industri berbondong-bondong berinovasi, dari cara konvensional ke cara yang lebih praktis atau sering disebut dengan istilah modern. Moderniasi tak lepas dari perkembangan teknologi, sedangkan teknologi adalah instrumen yang diciptakan manusia untuk memudahkan kehidupannya dalam berindustri. Kolaborasi yang baik terbangun dari perbedaan.

Misalnya, tiga orang dengan bidang yang sama tidak akan menghasilkan karya yang lebih inovatif. Dibandingkan gabungan dari berbagai latar belakang dan spesialis yang berbeda.

Pada akhirnya kolaborasi dalam sebuah industri terlalu sederhana jika hanya diartikan sekadar sebuah kerjasama. Kolaborasi adalah tentang sebuah kebersamaan. Kebersamaan biasanya didasari oleh kenyamanan, bukan hanya keinginan untuk bersama. Namun sejatinya mampu memberikan nilai-nilai kebersamaan, dan mampu membangun peradaban yang tak hanya mementingkan “perut sendiri”.

 

Ditulis Oleh : Fariz Rizky W.
Publikasi Sebelumnya : Kertosono.net & Buku MCF

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close