Kabar KreatifNetijen

Industri Kreatif Menjadi Faktor Kekinian Dalam Penguatan Nilai Rupiah

Penulis: Rossya Adha - Editor: Indiekraf

Berita melonjaknya pertukaran nilai rupiah ke dolar membuat sejumlah masyarakat resah, atau mungkin Anda juga ikut resah. Banyak masyarakat yang mengkhawatirkan melemahnya mata uang rupiah terhadap dolar. Salah satu alasan keresahan masyarakat Indonesia adalah melonjaknya harga-harga di pasaran karena dampak dari kenaikan harga dolar. Tak hanya dengan melonjaknya harga barang yang terlihat signifikan, melemahnya nilai tukar rupiah juga berdampak kepada kegiatan import yang masih dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang masih membutuhkan barang barang dari luar negeri.

Sampai sekarang ini masih menjadi topik hangat untuk kalangan masyarakat Indonesia. Berita ini hingga sampai ke telinga Ketua Umum partai PPP M Romahurmuziy. Beliau berpendapat bahwa salah satu cara untuk menguatkan rupiah adalah dengan berusaha keras dalam industri kreatif  Indonesia. Pria yang akrab disapa Rommy ini juga menuturkan bahwa pemerintah pusat dan daerah memberikan perhatian lebih atau khusus kepada para penggerak industri kreatif Indonesia yang telah melebarkan sayapnya hingga ke Luar Negeri. Tak hanya untuk meningkatkan komoditas ekspor, beberapa hal tersebut juga bisa digunakan sebagai penguatan rupiah untuk saat ini.

Indonesia sedang dituntut untuk meningkatkan nilai ekspor agar bisa mengurangi defisit perdagangan internasional. Untuk membantu mengurangi defisit negara yaitu melalui industri kreatif. Kenapa? Karena produk dari industri kreatif selalu memiliki nilai jual lebih dibandingkan dengan produk-produk yang lain.

Rommy selalu yakin bahwa SDM (Sumber Daya Manusia) masyarakat Indonesia selalu menghasilkan karya-karya yang memiliki nilai jual lebih di mata internasional. Hal ini juga sebagai penunjang sebagai mutu keberhasilan suatu karya anak bangsa. Dengan begitu, untuk kedepannya untuk menciptakan iklim dan ekosistem sebagai pendukung karir para industri kreatif di Indonesia.

“ Masyarakat Indonesia harus turut berperan aktif dalam mendukung serta pengembengan ekonomi kreatif agar bisa menembus skala kualitas ekspor” tutur katanya.

Namun, jangan terlalu di risaukan. Bahwa kenyataannya saat ini terdapat sejumlah perusahaan yang berbasis ekonomi kreatif  yang sudah melebarkan sayap usahanya hingga keluar negri. Seperti contohnya adalah Gojek, selain ekspansi ke Vietnam dengan Go-Vietnya. Gojek kini pun melebarkan usahanya hingga sampai ke Thailand, Singapura, dan Filipina. Pria yang akrab dengan Rommy tersebut juga menuturkan bahwa Markobar, milik Gibran Rakabuming Raka juga telah berhasil ekspansi ke Filipina. Hingga kini, Markobar memiliki rencana ekspansi hingga ke Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Dengan kondisi rupiah yang semakin melemah akan membuat para pelaku industri kreatif semangat untuk melebarkan sayap usahanya hingga ke luar negri dan menjadi salah satu faktor sebagai penguat nilai rupiah di mata dunia. Begitu, juga pemerintah pusat diharapkan untuk terus melakukan inovasi dalam berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mendukung dalam bidang fasilitasi. Semangat dukungan untuk para pelaku industri kreatif diharapkan tidak akan pernah hilang.

 

Source gambar : https://thumbs.dreamstime.com/b/dollar-rupiah-money-exchange-hands-doing-isolated-white-48835721.jpg

Source artikel : https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4202608/ppp-minta-pemerintah-genjot-industri-kreatif-demi-perkuat-rupiah

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close