Tips Kreatif

Mau Bikin Startup? Yuk Ikuti 5 Tahapan Design Thinking Ini Untuk Menemukan Ide Terbaikmu

Tahapan dimana permasalahan dapat diungkapkan dan pertanyaan tepat dapat ditanyakan

via Pinterest.com

Dalam bukunya yang berjudul Startupreneur, Hendry E. Ramdhan menulis seluruh urutan pembelajaran ketika ia mengikuti program Stanford Go-to-Market di Malaysia. Program tersebut diadakan oleh sekolah bisnis terkemuka di dunia, Stanford Graduate School of Businesss (GSB) yang berlokasi dekat dengan Kawasan Silicon Valley. Stanford terkenal karena banyak lulusannya yang melahirkan startup fenomenal dunia, seperti Google, Yahoo, eBay, Linkedin, dan Netflix.

Urutan pertama dalam pembelajaran yang Hendry dapat ialah Design thinking, yaitu sebuah proses untuk menemukan inovasi, bisa berupa produk, jasa, atau desain bisnis. Design thinking dinilai tepat karena ide yang dihasilkan benar-benar yang diinginkan oleh orang atau pelanggan secara tepat sasaran.

Inilah proses Design Thinking yang dirangkum dari bab pertama buku Startupreneur:

1. Emphatize

Empati disini merupakan tahap yang berfokus pada manusia.

  • Amati: Melakukan pengamatan terhadap orang (baca:user) beserta perilakunya.
  • Terlibat: berinteraksi dan mewawancarai user pada waktu yang telah dijadwalkan
  • Benamkan diri: ikut rasakan atau alami apa yang user alami.

Dengan focus pada manusia tersebut, diharapkan mendapatkan insight yang mendorong kepada solusi yang inovatif.

  1. Define

Tahapan ini menghasilkan sebuah Point of View (POV) yang lebih fokus pada spesifik user, pencerahan, dan kebutuhan yang ditemukan pada tahap pertama. Secara eksplisit tahapan Define mengekspresikan permasalahan yang akan diselesaikan melalui upaya Design Thinking.

  1. Ideation

Merupakan tahap menghasilkan ide. Pada tahap ini, kamu dapat menuangkan segala ide yang mungkin merupakan sebuah solusi dari permasalahan yang ditemukan.

  1. Prototype

Pembuatan prototipe adalah mengubah ide-ide yang terkumpul ke dalam bentuk fisik atau nyata. Prototipe dalam bentuk fisik-bisa catatan post-it, dan papan cerita. Pada awal prototipe digunakan untuk menginvestigasi kemungkinan-kemungkinan yang berbeda dan membantu mendapat solusi yang lebih tajam.

  1. Test

Pada tahapan ini ada peluang untuk memperbaiki solusi dan mengembangkannya menjadi lebih baik. Tahapan tes dapat dilakukan berulang kali.

Itulah 5 tahap menemukan ide brilian dengan Design Thinking. Selamat mencobanya, sobat kreatif!

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close