Acara KreatifDesain ProdukIndustri KreatifInsightKabar Kreatif

Microbubble Generator (MBG) Karya Mahasiswa UGM Dapatkan Investasi Rp 141 Juta

Indiekraf.com – Kabar menggembirakan datang dari mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang berhasil mendapatkan investasi senilai USD 10.000 atau sekitar Rp141 juta dari sebuah organisasi global bernama Thought For Food. Mereka berhasil menciptakan sebuah alat microbubble generator (MBG) yang dilengkapi sensor berbasis IoT dan panel surya yang mampu meningkatkan 40 persen produktivitas kolam ikan.

Mereka yang berhasil mengembangkan alat tersebut antara lain adalah Lakshita Aliva Zein (Perikanan 2016), Fajar Sidik Abdullah Kelana (Teknik Mesin 2012), Azellia Alma Shafira (Manajemen 2016), Muhammad Adlan Hawari (Elektronika dan Instrumentasi 2015), dan Fakhrudin Hary Santoso (Perikanan 2015). Para mahasiswa yang tergabung dalam tim Banoo UGM tersebut kemudian mendaftarkan karyanya tersebut ke kompetisi tahunan Thought For Food (TFF) Challenge 2020.

Baca juga Google Berikan Miliaran Rupiah untuk Indonesia, Dalam Rangka Apa?

TFF Challenge adalah sebuah kompetisi tahunan yang diselenggarakan di berbagai negara yang berbeda setiap tahunya. Namun, akibat adanya pandemi covid-19, kompetisi tersebut terpaksa harus diselenggarakan secara virtual. Meski begitu, TFF Challenge tahun 2020 ini tetap mendapatkan antusias yang tinggi. Hal ini dibuktikan dengan adanya 5.200 tim dari 175 negara di seluruh dunia yang mendaftar pada kompetisi tersebut.

TFF Challenge 2020 (gambar via thoughtforfood.org)
TFF Challenge 2020 (gambar via thoughtforfood.org)

Dikutip dari ugm.ac.id, Alivia menyatakan bahwa dari banyaknya tim dyang mendaftar tersebut akan menjalani beberapa tahap untuk bisa melaju ke final. “Ada 5.200 pendaftar dari 175 negara di seluruh dunia. Hanya 10 tim yang akan diseleksi dari 5.200 pendaftar. Selanjutnya para finalis akan diajak untuk pitch tentang ide-ide solusi dari masing-masing startup,” ujarnya.

Baca juga Blantix, Startup Jual Beli Hewan Ternak Karya Mahasiswa Unikama Malang

Dalam kompetisi tersebut, Alivia bersama teman – temanya yang tergabung dalam tim Banoo berhasil lolos dalam 10 finalis terbaik. Selanjutnya, mereka diberikan kesempatan untuk mempresentasikan inovasi mereka di depan para juri yang ada dalam kompetisi tersebut. “Banoo menciptakan inovasi teknologi microbubble generator (MBG) untuk meningkatkan kualitas air kolam dengan peralatan Internet-of-Things (IoT). Peralatan ini merupakan sensor yang bertujuan untuk mengaktifkan microbubble generator secara otomatis,” jelas Alivia.

Ia menjelaskan bahwa alat tersebut mampu berfungsi untuk meningkatkan jumlah oksigen terlarut di dalam air untuk meningkatkan kualitas pertumbuhan ikan. Sehingga akan mampu membantu mempercepat masa panen, yang artinya juga akan meningkatkan pendapatan para pembudidaya ikan. Inovasi tersebut berhasil membawa tim Banoo menjadi juara TFF Challenge 2020 dan berhak mendapatkan total hadiah sebesar USD 10.000 atau sekitar 141 juta rupiah. “Tim Banoo berencana akan melakukan produksi massal peralatan MBG dengan harapan pembudidaya ikan di dalam dan luar negeri bisa mendapatkan manfaat secara langsung,” Alivia.

Penulis: Achmad Faridul Himam

Referensi

[1] UGM Banoo Team Wins the 2020 Thought For Food Challenge

Related Articles