Digital KreatifIndustri KreatifTips Kreatif

5 Tren Digital Marketing 2019, Yang Bisa Meningkatkan Penjualan Online Anda

Tren Marketing terus berkembang, Bagaimanakah Apakah Anda Sudah Siap Melaju di 2019 ini?

2019 sudah memasuki triwulan pertamanya. Bagi anda pemilik online shop, atau memiliki lapak di e-commerce, apakah anda sudah memiliki resolusi baru untuk bisa meningkatkan lagi penjualan dibanding tahun lalu? Karena, tentu sebagai pebisnis online, tentu anda harus selalu melakukan evaluasi dan juga inovasi, agar produk anda selalu bisa bersaing dan memikat hati konsumen.

Tentu saja, dibutuhkan keseriusan khusus bagi anda dalam upaya pemasaran khususnya pada tahun 2019. Konten sendiri akan menjadi salah satu inti pemasaran yang berkembang dalam pemasaran digital. Dewasa ini, konten sudah menjadi poin utama dalam sebuah produk atau juga online shop. Melalui konten, anda bisa mengenalkan, sekaligus juga menarik perhatian konsumen dan calon konsumen lewat daring.

Nah, seperti dilansir dari aktivfans.com, saat ini ada 5 tren baru pemasaran online yang bisa anda terapkan, untuk bisa menarik perhatian, dan meningkatkan penjualan anda secara online.

Apa saja trik – trik tersebut? Simak berikut ini:

1. Pemasaran konten yang terencana

Pada 2019 sekarang, anda tidak bisa membuat konten begitu saja secara spontan. Saat ini, anda harus memiliki rencana pemasaran konten yang terencana dan terjadwal dengan baik. Karena hal ini akan membantu menyelaraskan isi konten anda, dengan target bisnis anda sendiri.

Tentu saja, untuk meraih hal ini, anda perlu menyisihkan waktu untuk bisa membuat rencana yang baik, dan mengeksekusinya dalam berbagai kreasi dan publikasi konten. Dimana setidaknya konten tersebut, selain menyampaikan pesan anda, juga harus bisa melayani keinginan audiens secara pribadi dan bermakna. Hal ini memang tidak mudah, tapi kami jamin akan memberikan efek luar biasa, jika anda mau mencoba.

Anda bisa mencoba mewujudkan rencana konten ini, dengan melihat kalender dan mengisinya dengan berbagai konten kreatif yang menyenangkan, dan mengundang keterlibatan audiens di dalamnya. Dengan hal ini, upaya pemasaran anda melalui konten di Facebook, LinkedIn, Instagram dan Twitter akan menjadi mudah. .

2. Konten Asli dan Relevan

Hal penting lain dari pemasaran konten di 2019, adalah konten anda haruslah relevan dan memiliki orisinalitas. Anda harus mencoba membuat konten dari hasil ide anda sendiri. Jika kekurangan atau sulit menemukan ide, anda bisa menggunakan jasa konsultan, penulis atau agensi untuk membantu anda.

Konsumen dan audiens saat ini semakin pandai, untuk bisa memilih konten dan mengindari clickbait yang menyesatkan. Mereka lebih memilih konten yang jelas dapat membantu untuk memecahkan problematika yang dihadapi dengan mudah. Anda harus bisa mencoba mendapatkan kepercayaan dari audiens.

Apakah anda tahu, bahwa hampir 80% audiens berpendapat, konten yang relevan dan bisa dipercaya akan meningkatkan keinginan mereka untuk membeli suatu produk.

Salah satu ‘harta’ terbesar manusia adalah waktu. Sehingga anda wajib untuk bisa menghormati timeline dan mindshare dari audiens. Dengan begitu secara alami mereka akan menyukai dan mengikitu anda. Hasilnya, mereka akan memberikan ‘hadiah’ kepada anda berupa jangkauan organic yang luas, serta penguatan brand hasil kepercayaan mereka, baik kepada teman dan kolega.

3. Influencer Mikro

foto: InfluencerDB

Hal ketiga yang bisa masuk dalam tren marketing konten 2019 demi peningkatan penjualan online anda, adalah keterlibatan mikro influencer. Influencer marketing sebenarnya bukan sesuatu yang baru, tapi sampai detik ini, masih banyak pelaku bisnis online yang memandangnya sebelah mata.

Bisa jadi anda pasti berpikir menyewa seorang influencer akan mengeluarkan dana tambahan yang tidak sedikit. Ya, tentu saja, jika anda membayangkan seorang Luna Maya, Raffi Ahmad, ataupun Atta Halilintar, dan lain sebagainya, tentu bujet yang anda siapkan harus begitu dalam.

Nah, demi menekan pengeluaran, anda perlu berpikir, siapa orang yang mempunyai dampak besar di bidangnya, dan berhubungan dengan konten serta produk anda. Jangan jadikan followersnya sebagai acuan, namun juga bagaimana interaksi dan jumlah like nya. Ini mempengaruhi engagement.

Ketika sudah menemukan influencer, anda tidak bisa hanya mengandalkan profit dari mereka. Pemasaran inluencer bukan sekedar menemukan influencer terkenal dan membayar mereka untuk melakukan postingan tentang produk anda saja.

Tentu, anda juga perlu mendiskusikan dengan influencer, tentang bagaimana dan apa konten yang akan dibuat bersama. Minta mereka juga untuk melakukan posting di platform anda, yang kemudian bisa anda manfaatkan untuk bahan promosi sepanjang tahun.

Bukan sekedar berapa menit, namun intinya, adalah untuk bisa sukses bersama influencer, anda tidak bisa bertindak pasif. Aktif dan mulailah bekerja bersama.

4. Optimasi mesin pencari

Apakah anda pernah membayangkan, bagaimana calon pelanggan bisa menemukan produk dan online shop anda? Jawaban terbesar, kemungkinan adalah dari pencarian secara daring. Sehingga anda perlu mengoptimalisasi online shop anda, agar semakin mudah dikenali oleh mesin pencari, baik di Google, Facebook, ataupun Instagram.

Demi hal ini, anda perlu untuk membuat konten yang sedang menjadi trending, atau yang paling banyak dicari orang. Dengan keyword akan memudahkan calon konsumen dalam mencari secara online. Anda hanya perlu memikirkan sejumlah kata yang ditulis/ diucap orang sehari – hari, bukan sekedar apa yang mereka ketik di keyboard.

Disamping itu, situs web sangat perlu diresponsifkan secara seluler. Karena saat ini semua orang hampir pasti menggunakan seluler untuk berselancar di internet. Google saat ini juga tengah memprioritaskan situs yang responsif dengan seluler dalam mesin pencariannya.

5. Storytelling Brand atau Produk

foto; iStock

Storytelling atau dongengan, merupakan cara yang mantap untuk memasarkan produk secara soft selling. Karena, cara ini bisa menjual produk secara tidak langsung alias halus. Trik yang digunakan justru tidak langsung menyodorkan produk untuk dijual. Namun ada bisa memasarkan produk, dengan sebuah cerita yang sangat menggoda untuk dibagi -bagikan.

Membuat cerita dongeng tentang brand, akan jauh lebih merasuk ke dalam kalbu. Mendongeng tentang produk, akan lebih terfokus dengan pengalaman yang kita ciptakan kepada pelanggan, atau audiens, untuk mempengaruhi setara dan juga terlibat dalam produk atau brand. Bukan malah menyombongkan diri, dan mengajukan semua keunggulan produk.

Misalnya saja, kita menceritakan kisah jatuh bangun dalam mendirikan brand atau produk. Atau juga tips dan trik dalam menggunakan produk sehingga mendapatkan fungsi lebih di dalamnya. Hal – hal semacam ini bisa menyentuh sisi humanisme dari audiens.

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close