
Indiekraf.com – Saat ini, persaingan di dunia kerja terasa semakin sulit dan ketat karena banyak orang mulai mengejar karir impian mereka. Oleh karena itu, kamu harus menonjolkan kemampuan dan kualifikasi diri agar recruiter tertarik dengan lamaranmu. Strategi terbaik untuk mencapainya adalah dengan memanfaatkan CV dan Portofolio secara maksimal.
Apakah kamu sering merasa bingung saat ingin melamar kerja? Seringkali pelamar bimbang antara harus mempercantik CV atau justru memperbanyak karya di portofolio. Namun, kamu tidak perlu khawatir lagi karena perdebatan ini ada solusinya. Mari kita bahas perbedaan keduanya agar peluang kamu dilirik recruiter semakin besar!.
CV dan Portofolio: Apa Bedanya?
CV dan Portofolio merupakan dua hal penting yang kerap menjadi persyaratan saat melamar pekerjaan. Namun seringkali keduanya dianggap sebagai satu hal yang sama. Padahal, keduanya memiliki peran yang berbeda dalam proses rekrutmen. Kamu perlu memahami fungsi masing-masing agar tidak salah langkah.
- CV atau Curriculum Vitae merupakan dokumen yang berisi sekilas informasi mengenai riwayat hidup atau resume, biasanya menjelaskan pendidikan, kualifikasi, pengalaman kerja dan keterampilan yang dimiliki. CV ditulis dalam bentuk kronologis dan formal yang mengutamakan fakta dan angka.
- Portofolio merupakan kumpulan karya maupun hasil kreatif yang pernah dibuat sebelumnya seperti ilustrasi, desain grafis, fotografi hingga video. Portofolio biasanya digunakan untuk menunjukan kemampuan dan pengalaman di bidang yang dilamar. Portofolio dapat berupa bentuk fisik maupun digital yang dapat diperlihatkan melalui website atau media sosial.
Jadi, perbedaan mendasar antara keduanya terletak pada isi dan formatnya. Format CV ditulis dalam bentuk daftar, sementara portofolio biasanya berupa presentasi visual yang menarik.
Mana yang Paling Dilirik Recruiter?

Sumber Foto: Pinterest
Sebenarnya, hal ini sangat bergantung pada jenis perusahaan tujuanmu. Setiap perusahaan memiliki standar yang berbeda dalam menilai kandidat. Karena itu, ada perusahaan yang lebih menekankan CV, sementara perusahaan lain lebih fokus pada portofolio.
Perusahaan korporat besar biasanya lebih fokus membedah CV terlebih dahulu. Mereka mencari riwayat pendidikan dan pengalaman kerja yang relevan untuk memenuhi standar administratif. Posisi seperti staf administrasi, HR, manajemen, keuangan, dan sebagainya, biasanya membutuhkan riwayat pendidikan dan pengalaman kerja yang jelas. Oleh karena itu, pastikan CV terlihat sangat rapi dan profesional jika ingin melamar ke instansi formal atau perbankan.
Pada perusahaan di bidang industri kreatif seperti agency atau startup, portofolio biasanya lebih dilirik oleh recruiter. Melalui portofolio recruiter ingin melihat bukti nyata dari kemampuan, kualitas karya maupun kreativitas kandidatnya. Hal ini sering dijumpai pada posisi seperti desain grafis, videografi, fotografi, content creation, dan sebagainya. Oleh karena itu, banyak perusahaan kreatif menjadikan portofolio sebagai bahan pertimbangan utama saat proses seleksi.
Dalam dunia freelance atau pekerjaan lepas, portofolio menjadi faktor yang paling menentukan. Klien cenderung ingin melihat hasil pekerjaan atau karya yang pernah dilakukan sebelum memutuskan bekerja sama. Meskipun begitu, kamu tetap membutuhkan CV sebagai pelengkap profil profesional agar terlihat terpercaya.
Nah, sekarang kamu sudah mengetahui perbedaan Portofolio dan CV, kan? pada akhirnya, baik CV maupun Portofolio memiliki peran yang saling melengkapi. Menyiapkan keduanya dengan baik akan meningkatkan peluang kamu untuk dilirik oleh recruiter.
Baca Juga:



