Indiekraf.com – Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam bisnis tidak cukup hanya dengan mengikuti tren. Setiap bisnis perlu memahami kebutuhan dan proses kerjanya terlebih dahulu agar teknologi yang digunakan benar-benar memberikan dampak. Perspektif tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam AI Upskilling Productivity for Business & SME, yang diselenggarakan secara daring pada 26 Agustus 2026 dan diikuti oleh lebih dari 35 peserta dari berbagai kota di Indonesia.
Sesi pertama bersama M. Ziaelfikar Albaba, CEO Nortis AI Academy, memberikan Opening Speech dan membahas pemanfaatan AI untuk produktivitas kerja dan bisnis. Ia menekankan bahwa adopsi AI sebaiknya tidak dilakukan karena fear of missing out (FOMO) atau sekadar mengikuti apa yang sedang digunakan bisnis lain. Menurutnya, teknologi perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan bisnis agar AI dapat membantu meningkatkan efisiensi, mendorong produktivitas, hingga membuka peluang profit dan revenue growth.
Pembahasan kemudian dilanjutkan oleh Rachmat Anggara, Founder & CEO Qasir.id, yang mengajak peserta memahami AI Workflow & Task Analysis melalui pengalaman penerapan AI di perusahaannya. Ia membagikan bagaimana AI digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan kerja di Qasir.id, termasuk pemanfaatan AI Agent OpenClaw sebagai salah satu tools dalam workflow perusahaan. Tidak hanya membahas tools, Anggara juga menjelaskan pentingnya menyusun roadmap sebelum mulai mengadopsi AI. Proses tersebut dimulai dengan melihat divisi yang membutuhkan AI, tujuan perusahaan, serta kebutuhan pekerjaan yang ingin diselesaikan, sehingga penggunaan AI dapat berjalan selaras dengan arah bisnis dan bukan menjadi teknologi yang berdiri sendiri.
Peserta sangat antusias dan aktif memberikan berbagai pertanyaan selama sesi berlangsung. Beberapa peserta membahas penerapan AI untuk karyawan, termasuk bagaimana AI Agent dapat digunakan dalam workflow serta cara efektif penggunaan token yang perlu diperhatikan dalam implementasinya. Salah satu peserta juga menyampaikan melalui kolom chat Zoom bahwa materi yang diberikan pada sesi tersebut “sangat daging” dan membantu menjawab sejumlah pertanyaan yang selama ini belum terjawab. Respons tersebut menunjukkan ketertarikan peserta untuk memahami AI bukan hanya dari sisi tools, tetapi juga dari sisi penerapan di lingkungan kerja.
Melalui AI Upskilling Productivity for Business & SME, Nortis AI Academy berharap peserta tidak hanya mengenal berbagai tools AI, tetapi juga mampu melihat kapan dan untuk apa AI perlu digunakan. Kegiatan ini merupakan bagian dari AI Opportunity Funding: Asia Pacific, yang diinisiasi oleh AVPN dan didukung oleh Google.org serta Asian Development Bank (ADB) dani didukung oleh Telkom AI Center of Excellence, Indiekraf, dan Stasion.