Acara KreatifArsitekturIndustri KreatifMbois MediaOpini Kreatif

Arsitektur Sebagai Tolak Ukur Kemajuan Sebuah Kota | Malang Good Works Podcast #20

Indiekraf.com – Ketika berkunjung ke sebuah kota, salah satu hal yang pasti kita lirik adalah desain arsitektur yang ada di kota tersebut. Ini seakan menjadi tanda bahwa bangunan-bangunan yang ada di kota itu merupakan dapat menjadi sebuah tolak ukur apakah kota tersebut maju atau tidak.

Dalam acara Malang Good Works Podcast #20, Nino, owner Onino Arsitektur memberikan tanggapannya. Menurutnya, arsitektur dapat berperan untuk menjadi acuan terhadap kemajuan sebuah kota. “Karena lingkup arsitek sangat luas, mulai dari arsitektur building sebagai bangunan tunggal, sampai skala lingkup desain kota, salah satunya adalah urban design,” ujarnya.

Baca juga Mappaturi : Arsitektur Juga Bagian Dari Ibadah | Malang Good Works Podcast #19

Namun dalam hal ini, arsitek lebih terfokus terhadap desain suatu bangunan. “Berbeda dengan perencanaan, kalau itu PWK (Perencanaan Wilayah dan Kota). Kalau arsitektur itu desainnya,” tambah Nino. Kita dapat mengambil contoh pada perkembangan Kota Malang.

Mengenai perkembangan kota biasanya dimulai dari membuat master plan terlebih dahulu. Baru kemudian berbicara tentang dua dimensi, zonasi, fungsi ruang-ruang kota, dan masuk ke desain 3 dimensi. Meskipun belum sempurna, namun perkembangan Kota Malang dapat dibilang masih memiliki karakter yang kuat.

“Dulu pembagian wilayah di Kota Malang dibagi oleh Belanda berdasarkan etnis. Tapi jejak perencanaannya sampai desain 3 dimensinya masih bisa kita nikmati hingga sekarang. Disinilah peran arsitek dalam membentuk kota, mulai dari era Belanda hingga sekarang, karakternya masih tidak berubah,” jelas Nino.

Baca juga Tantangan Mahasiswa Arsitektur dan Desain untuk berkompetisi di era MEA

Oleh karena itu, Nino beranggapan bahwa kemajuan sebuah kota juga harus tidak lepas dari cerita sejarah kota tersebut dibangun. Arsitek berperan penting untuk ikut melestarikan heritage dan sekaligus bertanggung jawab agar kota tidak ketinggalan zaman.

“Nilai sejarah tetap dipertahankan, kita bisa mengembangkan ke wilayah-wilayah baru pengembangan yang lebih modern, yang mau tampil kota kontemporer atau futuristik, tapi tidak merusak kawasan yang bersejarah itu tadi. Nah ini akan terus berkembang,” ujar Nino.

Dengan begitu, harapannya akan tercipta kawasan baru yang lebih modern namun tidak meninggalkan jejak sejarah dari kota tersebut. Sehingga, karakter kota itu akan semakin kuat dan bisa tetap berkembang mengikuti zaman.

Related Articles