Acara KreatifIndustri KreatifKulinerMbois MediaOpini Kreatif

Berikut Cara Agar Bisnis Kamu Bertahan Selama Puluhan Tahun Versi Bu Noer! Malang Good Works Podcast #9

Indiekraf.com – Mempertahankan sebuah bisnis selama puluhan tahun bukanlah hal yang mudah. Pada era modern seperti sekarang, siapa yang tidak kreatif dan inovatif, maka akan mudah untuk dikalahkan. Keripik Tempe Bu Noer adalah salah satu contoh usaha di Kota Malang yang berhasil bertahan dan tetap berkembang sejak mereka berdiri pada tahun 1993.

Jika kamu berlibur ke Kota Malang, pasti kamu tidak asing dengan produk Keripik Tempe Bu Noer, sebuah brand keripik tempe legendaris yang sudah bertahan selama puluhan tahun sejak 1993. Produk keripik tempe yang mereka produksi memiliki cita rasa yang khas dan berkualitas. Ini membuat produk mereka sangat terkenal, khususnya di Kota Malang.

Baca juga Arya Pradana: Saya Akan Terus Berusa Meningkatkan Kualitas SDM di Malang | Malang Good Works Podcast Episode 4

Namun, apa yang membuat Bu Noer mampu bertahan dan berkembang, menghadapi perkembangan zaman, ketatnya persaingan, hingga sekarang pandemi Covid-19? Untuk mengetahui hal tersebut, sang owner, Lukman memberikan beberapa tipsnya di acara Malang Good Works Podcast #9. Salah satu ‘jurus sakti’ yang disampaikan adalah tentang ‘moto obah, tangan obah’ atau dalam bahasa Indonesia yang berarti mata bergerak, tangan bergerak.

Kalimat tersebut memiliki arti bahwa sebuah bisnis itu harus terus fokus untuk berinovasi dalam membuat produk baru, sehingga mereka bisa bertahan dan terus berkembang. Karena menurut Lukman, setiap produk itu memiliki lifecycle yang berbeda-beda. Ketika waktu bertahan satu produk habis dan kita memiliki produk yang lain, maka hal inilah yang akan membuat semua usaha tetap bertahan, dengan saling dukung mendukung.

Baca juga Amar Alpabet: Kita Harus Berkolaborasi Agar Bisa ‘Survive’ di Masa Pandemi | Malang Good Works Episode 6

Selain itu, Lukman juga menyebutkan bahwa contoh perkembangan produk yang Ia lakukan adalah dengan membuat Kue Logo. Dalam konsep ini, Lukman sebagai seorang produsen memberikan kesempatan kepada para pembeli untuk membuat mereknya sendiri. Sehingga, secara tidak langsung, mereka bisa menjadi reseller dari produk Bu Noer, namun dijual dengan merek yang mereka buat sendiri. “Jadi saya buatkan produk yang sesuai dengan brandnya pemesan atau pembeli,” ujar Lukman.

Cara ini ternyata mampu menarik banyak perhatian, khususnya bagi pihak pemerintahan yang ingin memiliki produk dengan brand mereka tersendiri. Di lain sisi, cara ini juga memberikan kesempatan bagi mereka yang ingin berbisnis namun tidak bisa membuat produk sendiri. Dengan adanya Kue Logo, mereka bisa fokus ke cara marketingnya saja tanpa perlu memikirkan kualitas produk.

Penulis: Achmad Faridul Himam

Related Articles