Acara KreatifDigital KreatifIndustri KreatifKabar KreatifKota KreatifMbois Media

Funding Business Digital: Tak melulu soal uang, ada tanggung jawab yang besar disana

Indiekraf.com – Komunitas Startup Singo Edan atau biasa disingkat STASION melalui STASION Festival 4 dengan rangkaian yang terakhir pada hari Selasa, 17 November 2020 di sesi STASION Talk. Menghadirkan sesi STASION Talk dengan tema bertajuk “Funding In Digital Transformation, Benefit Or Challenge?.

M. Ziaelfikar Albaba selaku Ketua SATION yang bertugas memandu kegiatan STASION TALK rangkaian penutup ini dengan piawai. Pembicara yang dipandu antara lain hadir Irwan Fahmyselaku CEO Quiz.Id, Ifa Alif selaku Co-Founder Kwikku.Com dan terakhir ada M. Badarudin selaku Principal di Alterra.

Tema “Funding In Digital Transformation, Benefit Or Challenge? menarik dibahas karena pendanaan pada suatu bisnis digital atau startup merupakan hal yang menguntungkan. Membangun bisnis apalagi bisnis digital startup, sangat tidak mungkin untuk tidak membutuhkan modal dalam mencapai target yang diharapkan oleh bisnis tersebut. Mau tidak mau, kebutuhan pendanaan menjadi penting untuk dilakukan oleh setiap pemangku dalam ranah bisnis. Namun, kebanyakan dari kita masih bingung bagaimana cara mendapatkan pendanaan, darimana mendapatkan pendanaan, apa yang perlu disiapkan untuk mendapatkan pendanaan.

Bicara mengenai sumber pendanaan, Irwan Fahmy selaku CEO Quiz.Id menjelaskan kuadran startup yang baik bahwa 4 kuadran yang pertama rocket, magic, death, dan dead winner, yang indikatornya loss dan profit serta high growth dan loss growth,” ucapnya. Irawan menambahkan”terkait startup funding, saat kita memiliki ide, atau aplikasi ada beberapa akses pendanaanseperti bootstrapping, crowdfunding, angle-investor, venture capital, incubator, competition, bahkan loan tapi tidak saya sarankan,” tutupnya.

Ifa Alif selaku Co-Founder Kwikku.com memulai pemaparannya dengan mengajak para pesertamengetahui track record dari Kwikku.com.  “Kwikku dimulai dari tahun 2013. Mulai dari 2013 – 2016 menggunakan dana bootsrapping yakni dana yang sumbernya berasal dari pribadi. Kemudian mulai tahun 2016 – 2020 menggunakan dana dari investor dan jika dilihat produk kitasudah growth dengan baik,” tuturnya. Ia juga turut mengelola dana investor dengan terus melakukan perbaikan dalam Kwikku.com melalui banyak hal. “Pivot dan riset serta kolaborasi adalah upaya yang baik memajukan Kwikku, karena kami platform webtoon dan novel kami mulai menambah jumlah penulis lagi,” tutupnya.

Irwan menambahkan tekait pengeluaran dana startup. “Dana yang dimiliki harus cukup mengcover kebutuhan dengan indikator cash burn rate, dana rerata yang dihabiskan dalam satubulan misalnya. Cash runaway yakni berapa lama waktu bertahan untuk dana yang telah dihabiskan, hal ini perlu diperhatikan agar startup kita tetap bertahan,”tambahnya.

Dana dari pemerintah juga banyak melalui programnya di beberapa kementerian terkait. Ifa menjelaskan bahwa “Ada juga dana hibah dari pemerintah yang bisa dimanfaatkan untuk startup yang  dianggap terkualifikasi. Seperti CPPBT atau Calon Perusahaan Pemula BerbasisTeknologi, PPBT atau perusahaan pemula berbasis teknologi, LPBT atau perusahaan lanjutan berbasis teknologi. Bukan  tentang uangnya yang didapat, tapi ada bnyak hal yang didapatkan seperti networking, kolaborasi, dan insgiht baru,” tambahnya.

M. Badarudin selaku Principal Alterra berpesan “Realitanya tidak semua bisnis layak diberikan pendanaan, kamu harus ingat pendaan bukanlah indikator kesuksesan, jangan sampai pendanaan yang dikelola tidak baik akhirnya malah membuat jatuh startup. Funding bukan segalanya. Seharusnya startup yang sudah dikelola harus dapat sustainable. Jangan lupa, pendanaan adalah tanggung jawab yang makin besar,” tutupnya.

Tampilkan Selanjutnya

Artikel terkait

Back to top button