Aplikasi Digital dan GameDesain ProdukDigital KreatifIndustri KreatifKabar Kreatif

GeNose yang Baru Muncul Dikabarkan Sudah Dijual Ilegal

Indiekraf.com – GeNose Breathalyzer baru saja muncul sebagai solusi kreatif dalam menangani pandemi COVID-19 di Tanah Air. Sayangnya, alat ini dikabarkan sudah dijual secara ilegal oleh oknum tak bertanggung jawab. Kabar tersebut beredar setelah ditemukannya bukti dimana GeNose dijual di sebuah e-commerce.

Alat GeNose yang DIkembangkan oleh Universitas Gadjah Mada
Sumber : Instagram @ugm.yogyakarta

GeNose Sudah Bisa Digunakan di Fasilitas Umum

Saat ini Indonesia tengah melakukan pengedaran terhadap GeNose breathalyzer. Alat yang dikembangkan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini digadang memiliki kemampuan untuk mendeteksi coronavirus. Tak butuh waktu lama, alat canggih ini bahkan bisa mendeteksi virus berbahaya tersebut hanya dalam hitungan kurang lebih 2 menit dengan tingkat akurasi sebesar 93 persen. 

Saat ini alat tersebut tengah dijajal di fasilitas-fasilitas umum seperti di stasiun kereta kota di Pulau Jawa. Dengan adanya alat ini, seluruh masyarakat berharap agar penanganan pandemi bisa semakin membaik kedepannya.

GeNose Dijual di Salah Satu E-commerce

Meskipun tengah dilakukan pengembangan penyebaran di beberapa daerah, sempat beredar kabar bahwa alat GeNose sudah diperjualbelikan. Beberapa waktu lalu, eseorang mengambil screenshot dari salah satu e-commerce dimana alat ini dijual secara ilegal. Oknum tak yang belum diketahui ini menjual perangkat tersebut dengan nominal yang sangat tinggi yaitu Rp90 juta. 

Sedangkan, GeNose masih belum disetujui untuk digunakan dan didistribusi secara publik dengan jangkauan yang lebih luas. Dikutip dari Coconuts Co, Bambang Brodjonegoro selaku Menteri Riset dan Teknologi membahas perkara ini. Ia mengatakan bahwa ada kemungkinan oknum yang menjual alat ini mencoba mengambil keuntungan dari teknologi canggih tersebut. “Karena itu, jika ada yang menjual dengan harga lebih tinggi dan tidak melalui distributor resmi, itu sangat disayangkan,” ucapnya.

Perbedaan GeNose dengan Alat Screening COVID-19 Lainnya

Prof. Kuwat Triyana selaku ketua tim pengembang GeNosemengatakan, cara kerja alat ini cukup sederhana. Cara kerja GeNose sebenarnya seperti cara kerja hidung manusia atau hidung anjing pelacak, yaitu untuk mencium bau atau aroma, atau dalam hal ini untuk mengenali bau nafas seseorang yang terkonfirmasi COVID. 

Selain itu, GeNose bisa menjadi salah satu alat deteksi yang lebih murah dibandingkan swab test dengan PCR. Hal itu karena dengan satu alat GeNose yang seharga Rp40 juta, alat ini bisa digunakan untuk 100 ribu kali pemeriksaan.

Baca Juga 3 Fakta Alat Screening COVID-19 Lewat Bau Ketiak dari ITS

Jurnalis Akan Terima Vaksin COVID-19? Begini Jawaban Tegas Gubernur Jatim

Tampilkan Selanjutnya

Artikel terkait

Back to top button