Acara KreatifIndustri KreatifKabar Kreatif

Jurnalis Akan Terima Vaksin COVID-19? Begini Jawaban Tegas Gubernur Jatim

Indiekraf.com – Beberapa waktu lalu beredar kabar dari Khofifah Indar Parawansa. Gubernur Jawa Timur ini sempat mengusulkan terkait penerima vaksin COVID-19 di tahap kedua nanti. Ia mengusulkan agar jurnalis menerima vaksin COVID-19 di tahap penyebaran vaksin selanjutnya. Lalu bagaimana kebenarannya?

Jurnalis Menerima Vaksin COVID-19 Tahap Kedua
Sumber : Instagram @khofifah.ip

Disampaikan Langsung ke Media di Mojokerto

Pernyataan tersebut dilontarkan oleh Gubernur Jawa Timur saat melakukan kunjungan untuk meninjau proses vaksinasi COVID-19. Khofifah mendatangi RSUD Dr. Wahidin Sudiro Husodo di Mojokerto untuk menjenguk para tenaga kesehatan pada Senin (1/2) lalu. Pada kesempatan tersebut ia memaparkan pada rekan-rekan wartawan terkait usulan ini.

“Saya mengusulkan agar jurnalis masuk tahap kedua,” ucap Khofifah. Ia melanjutkan bahwa usulan ini terkait dengan risiko yang diambil oleh para jurnalis saat melakukan liputan secara langsung. “karena berisiko juga dalam memberikan layanan kepada masyarakat dengan liputan dan hunting berita agar tersampaikan kepada masyarakat,” jelasnya. 

Menegaskan Jurnalis Menerima Vaksin COVID-19 di Lewat Instagram

Tak hanya lewat pernyataan secara langsung, Khofifah pun menegaskan usulan tersebut lewat akun Instagram pribadinya. Pada Kamis (4/2), Khofifah mengunggah niatan untuk mengusulkan jurnalis menerima vaksin COVID-19 di tahap selanjutnya. Ia pun membeberkan alasannya pada unggahan tersebut.

“Selain nakes, jurnalis menjadi profesi lain yang juga sangat rentan terpapar COVID-19 karena harus kesana kesini, atau saat doorstop berdekat-dekatan,” ungkap Khofifah. Ia menambahkan bahwa Pemprov Jatim memasukkan para jurnalis menjadi salah satu prioritas dalam jajaran penerima vaksin.

Alasan Kuat Mengapa Jurnalis Menerima Vaksin COVID-19

DIbalik adanya berita ini, Khofifah selaku Gubernur pasti memiliki misi dan tujuan khusus. Jurnalis memang termasuk salah satu pekerjaan yang berisiko tinggi. Dengan adanya usulan ini, Khofifah memiliki harapan agar jurnalis menerima vaksin COVID-19 dan bisa tetap bekerja membawa berita yang akurat dan objektif. Ia juga menjelaskan lewat unggahan pribadinya. “Semoga langkah ini dapat melindungi kerja rekan-rekan jurnalis, sehingga bisa menyajikan berita secara akurat dan objektif, serta melindungi masyarakat dari berbagai disinformasi dan hoax.” jelasnya.

Selain itu, protokol kesehatan tetaplah menjadi prioritas utama selain diberikannya vaksin di tahap kedua nanti. Selain jurnalis, ada pula jajaran petugas layanan publik lainnya yang dimasukkan dalam daftar penerima vaksin COVID-19 di tahap kedua.

Baca Juga Google Alokasikan Dana Rp 42 Miliar Demi Tangkal HOAX Soal Vaksin

Tampilkan Selanjutnya

Artikel terkait

Back to top button