
Indiekraf.com – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) kini semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari. Teknologi ini tidak lagi terbatas pada kalangan tertentu, melainkan mulai dimanfaatkan oleh berbagai sektor, mulai dari pendidikan, bisnis, hingga industri kreatif. Oleh karena itu, pemahaman dasar tentang AI menjadi semakin penting agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi ini secara maksimal. Melihat kebutuhan tersebut, Malang AI Connect 2026 hadir sebagai ruang belajar sekaligus kolaborasi yang terbuka.
Melalui program “AI for Everyone: Unlocking Opportunities in the Digital Era”, kegiatan ini mendorong literasi AI dengan pendekatan yang menyeluruh, sehingga dapat diakses oleh berbagai kalangan.
Antusiasme Tinggi dari Berbagai Kalangan
Sebanyak 60 peserta yang merupakan para penggiat AI dari berbagai latar belakang hadir, mulai dari mahasiswa, pelaku UMKM, hingga para profesional non-teknis. Melalui kegiatan Malang AI Connect: AI Introductory bertema “AI for Everyone: Unlocking Opportunities in the Digital Era”, yang berlangsung di Telkom AI Center Malang. Kegiatan ini merupakan bagian dari program AI Opportunity Learning yang berskala global.
Acara ini terwujud berkat kolaborasi antara Telkom AI Center Malang dan Nortis AI Academy selaku Co-Host, bersama kolaborator ekosistem yang terdiri dari STASION, Indiekraf, DOT Indonesia, dan KITA AI Times Indonesia. Dukungan juga datang dari Remoteskill Academy, AVPN, Nortis AI Academy, dan Google.org sebagai mitra dalam penyiapan Learning Management System (LMS) pembelajaran dasar AI, demi mendorong literasi Artificial Intelligence sekaligus memperkuat kesiapan masyarakat dalam menghadapi transformasi digital.
Tiga Materi Utama yang Relevan dan Aplikatif
Kegiatan ini menghadirkan tiga sesi materi utama, dengan 3 narasumber yang menyampaikan wawasan strategis terkait perkembangan dan pemanfaatan AI.
Ardi Imawan, CTO DOT Indonesia menekankan pentingnya pemahaman konsep AI Agent:
“AI tidak lagi hanya soal otomatisasi sederhana. Dengan konsep agentic AI, kita mulai masuk ke era di mana sistem dapat mengambil keputusan dan menjalankan tugas secara mandiri, sehingga membuka peluang efisiensi yang jauh lebih besar di berbagai sektor.”
Sementara itu, Fajar Trang Bawono dari KITA AI Times Indonesia menyoroti pentingnya kolaborasi dalam membangun ekosistem:
“Ekosistem AI tidak bisa dibangun sendiri. Kolaborasi antara komunitas, industri, dan institusi pendidikan menjadi kunci agar adopsi AI bisa merata dan berkelanjutan, khususnya di daerah seperti Malang.”
Di sisi lain, M. Ziaelfikar Albaba dari Telkom AI Center Malang / Nortis AI Academy menekankan pemanfaatan AI untuk produktivitas:
“AI saat ini bukan lagi teknologi masa depan, tapi sudah menjadi tools harian. Siapa yang mampu memanfaatkannya dengan tepat, akan memiliki keunggulan kompetitif baik dalam karir maupun bisnis.”
Tidak hanya sesi materi, kegiatan ini juga diramaikan dengan diskusi interaktif dan sesi networking yang membuka ruang kolaborasi bagi para peserta maupun komunitas AI di Malang.
Antusiasme Peserta Jadi Tanda Perubahan
Tingginya antusiasme peserta mencerminkan bahwa minat masyarakat terhadap pengembangan kompetensi AI di tingkat lokal terus bertumbuh. Hal ini menjadi tanda positif bagi semakin kuatnya ekosistem digital di Kota Malang. Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap masyarakat tidak hanya memahami AI secara konseptual, tetapi juga mampu mengimplementasikannya untuk meningkatkan produktivitas, membuka peluang karir, serta mendorong inovasi berbasis teknologi.
Kegiatan Malang AI Connect diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem AI yang inklusif, kolaboratif, dan berdampak di wilayah Malang dan sekitarnya.
Baca Juga:





