Indiekraf.com – Sebuah foto dapat menjadi lebih dari sekadar gambar. Di balik sebuah frame, terdapat cerita mengenai manusia, lingkungan, aktivitas, hingga berbagai persoalan yang terjadi di sekitar kita. Semangat tersebut hadir dalam pameran fotografi “Tanah, Pangan, dan Harapan” yang digelar Pewarta Foto Indonesia (PFI) Malang.
Pameran ini berlangsung di Galeri Lantai 1 Gedung Parkir Kayutangan, Kota Malang, pada Kamis (24/9/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Tani Nasional. Sebanyak 120 karya fotografi dipamerkan dengan beragam cerita yang berkaitan dengan pertanian, pangan, lingkungan, serta kehidupan masyarakat. Pameran “Tanah, Pangan, dan Harapan” menghadirkan sudut pandang mengenai bagaimana pangan dan kehidupan masyarakat memiliki proses yang panjang di belakangnya.
Melalui karya fotografi, pengunjung dapat melihat berbagai aktivitas yang berkaitan dengan tanah dan pangan, sekaligus memahami bahwa sesuatu yang sehari-hari hadir di meja makan melibatkan proses, tenaga, dan banyak pihak. Pendekatan visual tersebut membuat isu pertanian dan pangan dapat disampaikan dengan cara yang lebih dekat kepada masyarakat. Foto menjadi medium untuk menghubungkan cerita yang terjadi di lapangan dengan pengalaman sehari-hari para pengunjung.
Bagi ekosistem ekonomi kreatif, fotografi memiliki peran sebagai medium komunikasi visual. Karya pewarta foto dapat menjadi cara untuk mendokumentasikan peristiwa sekaligus menyampaikan pesan kepada publik.
Dalam pameran ini, isu pertanian dan pangan dikemas melalui perspektif kreatif sehingga tidak hanya menjadi informasi, tetapi juga pengalaman visual bagi pengunjung.
Pemerintah Kota Malang turut memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan pameran. Diah Ayu Kusuma Dewi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Malang, menilai tema yang diangkat memiliki keterkaitan dengan persoalan ketahanan pangan di kawasan perkotaan. Menurutnya, keberadaan lahan pertanian pangan berkelanjutan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan di tengah keterbatasan ruang Kota Malang. Upaya tersebut juga berkaitan dengan keberlanjutan sektor pertanian dan ketersediaan pangan di wilayah perkotaan.
Sementara itu, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, Ketua DPRD Kota Malang, turut mengapresiasi karya yang dipamerkan. Ia menilai karya-karya tersebut memberikan perspektif mengenai berbagai proses yang sering kali tidak terlihat dalam rutinitas masyarakat. Melalui “Tanah, Pangan, dan Harapan”, fotografi menjadi medium untuk mempertemukan kreativitas dengan isu yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Kehadiran 120 karya dalam satu ruang juga menunjukkan bagaimana karya visual dapat digunakan untuk mendokumentasikan realitas sekaligus mengajak publik melihat suatu persoalan dari sudut pandang yang berbeda. Pameran ini menjadi salah satu contoh bahwa ruang kreatif tidak hanya menghasilkan karya untuk dinikmati secara visual, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk menyampaikan cerita mengenai manusia, lingkungan, pangan, dan keberlanjutan.