Industri KreatifKabar KreatifKota KreatifKreatif TourismPelaku KreatifSeni Pertunjukan

Profil Kota/Kabupaten Kreatif – Kabupaten Garut

Ditulis oleh Ainurrosyida

INDIEKRAF – Kabupaten Garut terletak di Provinsi Jawa Barat bagian Selatan pada koordinat 6º56’49” – 7 º45’00” Lintang Selatan dan 107º25’8” – 108º7’30” Bujur Timur. Kabupaten Garut memiliki luas wilayah administratif sebesar 306.519 Ha (3.065,19 km²) dengan batas sebelah utara yaitu Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sumedang, sebelah timur Kabupaten Tasikmalaya, sebelah Selatan berbatasan dengan Samudera Indonesia, sebelah barat Kabupaten Bandung dan Kabupaten Cianjur. Kabupaten Garut yang secara geografis berdekatan dengan Kota Bandung sebagai Ibukota Provinsi Jawa Barat, merupakan daerah penyangga dan hitterland bagi pengembangan wilayah Bandung Raya. Oleh karena itu, Kabupaten Garut mempunyai kedudukan strategis dalam memasok kebutuhan warga Kota dan Kabupaten Bandung sekaligus pula berperan di dalam mengendalikan keseimbangan lingkungan. Kota Garut sering dijuluki sebagai Kota Dodol. Dodol Garut sudah menjadi kuliner khas yang mendunia. Rasanya kurang pas jika ke Garut tidak membeli dodolnya.

Tidak hanya terkenal akan makanannya saja. Kabupaten Garut juga memiliki kesenian tradisional khas yang layak untuk Anda saksikan ketika berkunjung ke Kabupaten Garut. Beberapa diantaranya seperti Seni Tari Tradisional, Pencak Silat, Lais, Adu Domba dan lain sebagainya. Berbicara soal Garut, pastinya tidak asing lagi dengan hewan khasnya yaitu Domba Garut. Untuk mengembangkan dan melestarikan hewan ini banyak seniman asal Garut yang menjadikan hewan ini sebagai kesenian. Dengan kekayaan kesenian tradisional tersebut melahirkan beberapa beberapa pementasan yang akhirnya menjadi salah satu daya tarik baik masyarakat lokal maupun luar daerah bahkan mancanegara yang memberi kontribusi ekonomi yang layak diperhitungkan.

Kabupaten Garut termasuk kota subsektor seni pertunjukan di Indonesia. Terdapat lebih dari 30 orang yang berpartisipasi dalam seni pertunjukan. Dan setiap tahunnya ada 28 kegiatan yang dilaksanakan. Dan sering juga mendapatkan penghargaan setiap tahunnya. Kabupaten Garut sendiri sudah cukup lama dalam menggeluti bidang subsektor seni pertunjukan yaitu sekitar 17 tahun lamanya. Jangkauan pemasaran sudah hampir mencapai tingkat nasional. Tentunya dalam seni pertunjukan membutuhkan banyak perlatan seperti panggung, kostum, perangkat alat musik, sound system. Jadi untuk pembiayaan biasanya mereka menggunakan hasil sendiri atau swadaya dan juga sponsor. Untuk bahan baku, teknologi dan infrastruktur, bahan baku, ketenagakerjaan dan SDM dan lain-lain semuanya sudah memadai. Tentunya masyrakatnya sendiri diharapkan mempunyai peran penting juga dalam pertumbuhan seni pertunjukan di Kabupaten Garut.  Berikut peran masing-masing yang diharapkan :

  • Para Akademisi diharapkan :
  • Meningkatan jumlah penelitian terkait seni pertunjukan yang dilakukan institusi lokal di Kabupaten Garut
  • Melakukan kolaborasi kegiatan wajib dan ekstrakurikuler tingkat pendidikan dasar dan menengah dengan padepokan dan sanggar-sanggar
  • Para Pebisnis diharapkan :
  • Memperrluas akses informasi kegiataan usaha dengan pemanfaatan jadwal pementasan kegiatan
  • Bekerjasama dengan subsektor terkait dengan kegiatan seni pertunjukan
  • Para Komunitas diharapkan:
  • Memperkuat posisi peran serta pelaku-pelaku kegiatan seni pertunjukan
  • Dan yang terakhir Pemerintah diharapkan :
  • Bantuan pembiayaan Pemerintah Kabupaten Garut untuk perawatan sarana kegiatan seni pertunjukan
  • Perluasan akses informasi kegiatan budaya melalui laman pemerintah kabupaten

Adanya harapan ini tentunya bukan hanya bertujuan untuk mengembangkan pemasaran juga bertujuan untuk melestarikan kesenian yang ada di Kabupaten Garut.

Dalam pelaksanaan seni pertunjukan ada berbagai macam proses yang dilakukan mulai awal sampai akhir yaitu

  1. KREASI

Pada tahap ini dilakukan :

  • Pengembangan konsep karya pertunjukan
  • Pengembangan Tahapan Produksi
  • Pengembangan Script

Semua tahapan tersebut dilakukan oleh sutradara teater dan seniman teater

  1. PRODUKSI
  • Pra Produksi
  • Recital
  • Produksi
  1. DISTRIBUSI

Distribusi termasuk dalam tahapan promosi seni pertunjukannya sendiri. Di Kabupaten Garut sendiri sudah biasa mempromosikan seni pertunjukan di Festival Budaya, Dinas Pariwisata,dan Pagelaran Budaya. Tujuan dipromosikannya.

  1. KONSUMSI

Biasanya penoton seni pertunjukan mayoritas adalah pekerja stasiun televisi, stasiun radio, dan tentunya turis-turis domestik ataupun mancanegara. Dengan adanya penonton dari pekerja dunia hiburan maka besar kemungkinan seni pertunjukan akan lebih dikenal.

  1. KONSERVASI
  • Melakukan kolaborasi lintas media (New Media / Digital)
  • Membuat Workshop tentang kesenian/seni pertunjukan

Keterkaitan seni pertunjukan di masa sekarang :

  • Promosi lokal dan nasional
  • Pemodalan kegiatan dan pementasan
  • Identifikasi daya ungkit pendukung subsektor
  • Sinergi komunitas, akademisi terkait dan pemangku dalam perencanaan kegiatan

Keterkaitan seni pertunukan di masa yang akan datang :

  • Potensi penggalian tradisi-tradisi pertunjukan yang hampir punah dapat dilakukan secara mandiri serta metodologis oleh pelaku seni pertunjukan dengan latar belakang pendidikan dan keahlian yang sesuai dengan bidangnya
  • Potensi pengembangan kegiatan-kegiatan dan SDM pelaku seni pertunjukan
  • Tingginya nilai tambah yang bisa diturunkan serta sekaligus mendukung upaya konservasi kebudayaan Kabupaten Garut pada umumnya.

Seni pertunjukan memang sudah harusnya dilestasrikan. Tidak hanya dibeberapa daerah saja harusnya seluruh Indonesia juga ikut melestarikan keseniannya masing-masing. Agar kesenian tidak punah dan lebih dikenal secara Internasional. Sekian artikel kota kreatif kali ini, selamat membaca.

Source : https://www.kotakreatif.id/

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close