Sharing Expert

Proses “Ideation” di Industri Kreatif

Ditulis oleh : @fikaralbaba

Proses ideation merupakan sebuah proses yang tidak mungkin ditinggalkan oleh dunia industri terutama industri kreatif .. Proses ini sangat penting mengingat industri kreatif kerupakan industri yang memang mengutamakan faktor kreatifitas dan keterampilan individu dalam proses bisnisnya.

Sebelum masuk lebih dalam , alangkah baiknya mencoba untuk berfikir “Out of the Box” .. Karena untuk saat ini memang sudah bukan jaman lagi kalau hanya berfikir sesuai dengan jalan atau jalur yang sudah ada.

Change Mindset for Better Future , Think out of the Box …

Apakah kita siap ? Harus …

Proses Ideation merupakan sebuah kreatif proses untuk menghasilkan, mengembangkan dan mengkomunikasikan ide – ide baru dimana sebuah ide dipahami sebagai dasar pemikirian yang dapat berupa visual, konkret atau abstrak.

Tahapan sebuah ide terdiri dari semua tahapan siklus pemikiran dari inovasi, pengembangan hingga aktualisasi. Proses ideation dapat dilakukan baik oleh individu, organisasi atau bersama-sama.

Tahapan dari Ideation 

  1. Inspirasi
    Mulai dari mencari passion dari seorang “founder”, ide yang baik berawal dari passion atau latar belakang / minat dari founder-nya, dapat didukung oleh faktor eksternal seperti trend global saat ini, update teknologi dan tantangan dari lokal.
  2. Ideasi
    Nilai Proposisi (Value Proposition) sangat penting dalam menentukan sebuah ide yang baik. Tentunya banyak hal yang menjadi faktor dalam menentukan value proposition (VP) sebuah ide. baik dari sisi internal maupun eksternal. Proses ini juga digunakan dalam membangun Bisnis Model yang biasanya menerapkan tools Business Model Canvas (BMC) dalam proses ideasi nya. Setelah itu dapat dikembangkan mendesain solusi yang akan dibuat bisa menggunakan desain thingking. Seletah proses penyusunan BMC dan konsep design solution selesai, bisa melanjutkan ke proses validasi pasar dengan melakukan analisa pasar (market analysis) terlebih dahulu agar terpetakan potensi pasar yang akan dikejar.
  3. Implementasi
    Proses implementasi setelah ide telah tervalidasi dari proses validasi pasar. Selanjutnya dikenal dengan proses Customer Development (Pengembangan Pengguna) baik dari segi kualitas (retention/langganan) maupun kuantitas (jumlah pengguna). Proses customer development pasti akan mendapatkan banyak insight/feedback dari apa sedang dibuat. Nah proses selanjutnya adalah product development. baik dalam memperbaiki bug, menambah fitur, memperbaiki tampilan dan lain sebagainya. Hasil dari proses product development ini akan memperbaiki produk yang akan dibuat sehingga akan melahirkan pengguna baru yang akan menggunakan aplikasi ini, bahkan bukan dari hasil analisa yang dibuat sebelumnya.

Bagaimana Ide Produk yang bagus dan efektif ? 

1. Definisi Value Proposition yang tepat dan memiliki keunikan
2. Sesuai dengan Passion / minat dari Pendirinya
3. Memiliki Potensial Market yang tinggi dan segmented
4. Waktu implementasi yang sesuai dengan pasar yang ada saat ini (up to date) dan teknologi yang kekinian.

Think Globally, Starts Locally !
Solving Real-local Challenge First, Then Scale …

 

Diakhir penjelasan, yuk mulai menghasilkan ide-ide brilian yang bisa diwujudkan dalam bentuk produk yang bisa digunakan oleh masyarakat dan tentunya menjadi problem solving yang ada baik di daerah maupun di Indonesia.

Semoga Bermanfaat 🙂
#FA

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close