Industri KreatifMusikOpini Kreatif

Review: Unlock The Key – Ketika Isyana Sarasvati Keluar Dari Zona Nyaman?

Indiekraf.com – Selama ini, kita mengenal Isyana Sarasvati memang sebagai seorang vocalis wanita dengan suara tinggi yang banyak bermain di musik pop. Namun dalam single terbarunya “Unlock The Key”, Isyana tampak keluar dari zona nyaman dengan bermain di warna musik yang lebih keras. Progresive Rock.

Mendengarkan Unlock The Key dengan mata terpejam. Sebenarnya justru mengingatkan saya dengan Epica, grup band symphonic metal asal Belanda.  Hanya saja tone suara Isyana jauh lebih tinggi daripada Helena Iren, sang vocalis utama Epica.

Namun mencoba masuk lebih dalam ke Unlock The Key, bayangan tentang Epica mulai sirna. Saya justru lebih terbayang progresif rock ala Dream Theatre lah yang tampaknya tengah dijajaki oleh Isyana dalam single terbaru yang baru dirilis pada 27 Oktober 2020 tersebut di Channel YouTube resmi Isyana Sarasvati

Nuansa progresif rock yang memang biasa diisi vocal tinggi, terbilang cocok dengan Isyana. Bayangan kita tentang gadis cantik dengan suara merdu seperti yang dengan karakter mellow seperti di lagu “Sekali Lagi” langsung sirna. Bahkan Isyana juga tampak tampil all out dalam video clip lirik Unlock The Key.

Dalam video clip bernuansa gothic surealis tersebut. Isyana tampil dengan gaya yang sangat surealis. Bukan lagi Isyana yang menonjolkan kecantikan wajah dan rambut panjang yang mampu membawanya menjadi salah satu bintang iklan shampo. Isyana tampil dengan baju khas pengantin eropa, rambut ditata bergaya victoria dan juga wajahnya justru beberapa kali mendapat sentuhan grafis hingga tampil tidak seperti Isayana yang kita kenal.

Liriknya juga terbilang kelam dan dalam, khas dari band – band rock/ metal progresive. Bukan lagi lirik cinta yang biasa diaplikasi oleh Isyana pada single – single sebelumnya.

Effort Isyana untuk mencoba keluar dari zona nyamannya kali ini terbilang sangat menarik bagi saya. Karena apakah ini karakter Isyana yang sebelumnya. Atau Isyana memang mencoba ke pasar yang kini sedang lesu dan berusaha bangkit di Tanah Air yaitu musik rock.

Ya, memang dalam hampir satu dasawarsa terakhir, musik rock di Indonesia sudah mulai melesu. Dengan semakin tidak adanya grup musik cadas baru yang muncul, dan band – band rock lama yang semakin irit mengeluarkan album dan single. Sebut saja Edane, Rif, Gigi, Dewa dan banyak lainnya.

Semakin penasaran dengan Isyana. Ternyata kode dia untuk beralih aliran musik, mulai terkuak di project musik sebelum single Unlock The Key, yaitu Lexicon. Dalam beberapa penampilan live Lexicon, Isyana sudah mencoba menampilkan aroma rock progresive nan kental. Termasuk juga dalam Lexicon Cover Compilation, yang merupakan hasil kolaborasi Isyana dengan penggemar-penggemarnya di seluruh Indonesia secara daring.

Pilihan Isyana untuk langsung menjajal genre progresive rock yang cukup membuat saya takjub. Karena genre ini terbilang ‘kelas atas’ di skena musik rock. Karena memadukan speed dan juga skill level tinggi dari masing – masing personel termasuk juga vocal nya. Bukan pekerjaan mudah untuk bisa menciptakan musik rock progresive.

Sangat layak dinantikan, apakah The Next Lady Rocker Indonesia ternyata adalah seorang Isyana Sarasvati, bagaimana pendapat kalian?

Penulis adalah penikmat musik, khususnya dari skena underground rock. Saat ini juga menjabat sebagai Chief Editor di Indiekraf.com

Tampilkan Selanjutnya

Artikel terkait

Back to top button