<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>industri 4.0 | indiekraf.com</title>
	<atom:link href="https://indiekraf.com/tag/industri-4-0/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://indiekraf.com</link>
	<description>Media online industri ekonomi kreatif Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 27 Mar 2019 09:52:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2018/05/Favicon.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>industri 4.0 | indiekraf.com</title>
	<link>https://indiekraf.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146842474</site>	<item>
		<title>6 Terobosan BP2D Untuk Dukung Langkah Kota Malang Menuju Smart City</title>
		<link>https://indiekraf.com/6-langkah-bp2d-untuk-dukung-langkah-kota-malang-menuju-smart-city/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hino Kertapati]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Mar 2019 00:37:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Aplikasi Digital dan Game]]></category>
		<category><![CDATA[Digital Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>
		<category><![CDATA[BP2D]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[industri 4.0]]></category>
		<category><![CDATA[industri kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[pajak daerah]]></category>
		<category><![CDATA[revolusi industri 4.0]]></category>
		<category><![CDATA[smart city]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://indiekraf.com/?p=2875</guid>

					<description><![CDATA[<p>Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) menjadi ujung tombak di Kota Malang dalam menggali potensi pendapatan asli daerah (PAD) di wilayah dengan lima kecamatan ini. Pajak daerah menjadi salah satu penghasilan terbesar Kota Malang, karena memang Bhumi Arema ini minim dengan potensi sumber daya alam (SDA) layaknya daerah lain, seperti Kabupaten Malang dan Kota Wisata Batu. &#8230;</p>
The post <a href="https://indiekraf.com/6-langkah-bp2d-untuk-dukung-langkah-kota-malang-menuju-smart-city/">6 Terobosan BP2D Untuk Dukung Langkah Kota Malang Menuju Smart City</a> first appeared on <a href="https://indiekraf.com">indiekraf.com</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) menjadi ujung tombak di Kota Malang dalam menggali potensi pendapatan asli daerah (PAD) di wilayah dengan lima kecamatan ini. Pajak daerah menjadi salah satu penghasilan terbesar Kota Malang, karena memang Bhumi Arema ini minim dengan potensi sumber daya alam (SDA) layaknya daerah lain, seperti Kabupaten Malang dan Kota Wisata Batu.</p>
<p style="text-align: justify;">Sehingga hampir di setiap tahunnya, BP2D memiliki tuntutan yang cukup tinggi, untuk bisa memenuhi pendapatan dari Pemerintah Kota Malang. Karena PAD yang dihasilkan Kota Malang, hasilnya juga akan dikembalikan kepada masyarakat, dalam berbagai bentuk, seperti perawatan fasilitas umum, pembangunan dan perawatan jalan, kesehatan dan juga pendidikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan perkembangan zaman dan memasuki era revolusi industri 4.0, Kota Malang sendiri dituntut untuk bisa terus melangkah maju dan mengikuti kemajuan teknologi yang bergerak cepat. Hal ini terwujud dalam wacana Pemkot Malang untuk bisa mewujudkan kota nya menjadi &#8216;kota cerdas&#8217; atau biasa disebut <em>smart city</em>.</p>
<figure id="attachment_2888" aria-describedby="caption-attachment-2888" style="width: 733px" class="wp-caption aligncenter"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2888" src="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/ade.png?resize=733%2C473" alt="" width="733" height="473" srcset="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/ade.png?w=733&amp;ssl=1 733w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/ade.png?resize=300%2C194&amp;ssl=1 300w" sizes="auto, (max-width: 733px) 100vw, 733px" /><figcaption id="caption-attachment-2888" class="wp-caption-text">Kepala BP2D Kota Malang Ade Herawanto</figcaption></figure>
<p style="text-align: justify;">Definisi smart city sendiri memang cukup luas dan untuk masing &#8211; masing kota akan memiliki ciri khas tersendiri. Namun salah satu yang tidak bisa dilepaskan dari karakter smart city di kebanyakan kota, adalah pemanfaatan teknologi untuk pelayanan kepada publik. Begitu juga dengan keterbukaan dan transparansi pemerintah atas kebijakan dan dana, yang bisa dengan mudah diakses oleh masyarakat sebagai informasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Menariknya, rupanya keinginan Pemkot Malang ini ternyata sudah langsung mendapat respon dari BP2D. Bahkan, badan yang dikepalai oleh Ade Herawanto ini sudah memulai gebrakan pemanfaatan teknologi sejak 2015 yang lalu, dan terus berkembang di era revolusi industri 4.0 ini.</p>
<p><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-2883" src="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/bp2d_5.png?resize=976%2C521" alt="" width="976" height="521" srcset="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/bp2d_5.png?w=976&amp;ssl=1 976w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/bp2d_5.png?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/bp2d_5.png?resize=768%2C410&amp;ssl=1 768w" sizes="auto, (max-width: 976px) 100vw, 976px" /></p>
<p style="text-align: justify;">Lalu apa saja ya, terobosan yang sudah, masih dan akan diterapkan BP2D terkait dengan bagaimana mereka mengaplikasikan smart city dalam sistem mereka untuk bisa melakukan pengumpulan dan sosialisasi pajak daerah?</p>
<p style="text-align: justify;">Berikut adalah uraiannya, seperti kami rangkum dari buku rilisan BP2D berjudul <em>&#8217;44 Jurus Inovasi Pajak Daerah Kota Malang&#8217; </em>:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>
<h3><strong>Pajak Online </strong></h3>
</li>
</ol>
<p><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-2884" src="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/bp2d_6.png?resize=1039%2C591" alt="" width="1039" height="591" srcset="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/bp2d_6.png?w=1039&amp;ssl=1 1039w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/bp2d_6.png?resize=300%2C171&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/bp2d_6.png?resize=768%2C437&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/bp2d_6.png?resize=1024%2C582&amp;ssl=1 1024w" sizes="auto, (max-width: 1039px) 100vw, 1039px" /></p>
<p style="text-align: justify;">Sejak tahun 2015, ternyata BP2D yang kala itu masih bernama Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Malang, sudah membuat sebuah terobosan besar di level perpajakan daerah. Pada saat itu, penerapan pajak online merupakan yang pertama di Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">Pajak Online sendiri merupakan, sistem pelaporan dan pembayaran pajak yang bisa dilakukan secara daring. Karenanya, dengan sistem ini pajak akan sangat sulit untuk dimanipulasi.  Dengan sistem yang juga disebut dengan e-tax ini, kegiatan transaksi dari wajib pajak kepada petugas pajak bisa langsung terdeteksi.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Para wajib pajak tidak bisa memanipulasi pajak yang harus dibayarkan, karena semua sudah dihitung otomatis oleh sistem,&#8221; kata Kepala BP2D Ade Herawanto.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu, pajak online juga memiliki sistem yang dinamai case management system (CMS), dengan sistem ini,  maka setiap wajib pajak bisa menghitung langsung berapa besaran pajak yang harus dibayar melalui daring. Sistem ini sudah disesuaikan dengan objek pajak yang ada. Misal restoran, atau juga rumah kost.</p>
<p style="text-align: justify;">Sistem terbuka dan terintegrasi seperti ini merupakan salah satu karakter dari penerapan teknologi dalam proses menuju smart city, atau kota cerdas.</p>The post <a href="https://indiekraf.com/6-langkah-bp2d-untuk-dukung-langkah-kota-malang-menuju-smart-city/">6 Terobosan BP2D Untuk Dukung Langkah Kota Malang Menuju Smart City</a> first appeared on <a href="https://indiekraf.com">indiekraf.com</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2875</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Go-Pay Jadi Cashless Payment Paling Diminati Masyarakat Indonesia Pada 2018</title>
		<link>https://indiekraf.com/go-pay-jadi-cashless-payment-paling-diminati-masyarakat-indonesia-pada-2018/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hino Kertapati]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Mar 2019 09:48:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Aplikasi Digital dan Game]]></category>
		<category><![CDATA[Digital Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Industri Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>
		<category><![CDATA[cashless payment]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Go-Pay]]></category>
		<category><![CDATA[industri 4.0]]></category>
		<category><![CDATA[industri kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[non tunai]]></category>
		<category><![CDATA[pembayaran elektronik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://indiekraf.com/?p=2869</guid>

					<description><![CDATA[<p>Peningkatan minat dan penggunaan uang elektronik atau cashless di masyarakat Indonesia, jadi pemicu bagi tumbuhnya di sektor financial technology (fintech) berbasis pembayaran elektronik atau juga non tunai ini. Beberapa produk uang elektronik dengan penggunaan server yang kini umum digunakan masyarakat antara lain, Go-Pay, OVO, dan juga Doku Wallet, dan banyak yang lainnya. Dari beberapa brand &#8230;</p>
The post <a href="https://indiekraf.com/go-pay-jadi-cashless-payment-paling-diminati-masyarakat-indonesia-pada-2018/">Go-Pay Jadi Cashless Payment Paling Diminati Masyarakat Indonesia Pada 2018</a> first appeared on <a href="https://indiekraf.com">indiekraf.com</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Peningkatan minat dan penggunaan uang elektronik atau <em>cashless</em> di masyarakat Indonesia, jadi pemicu bagi tumbuhnya di sektor <em>financial technology (fintech)</em> berbasis pembayaran elektronik atau juga non tunai ini. Beberapa produk uang elektronik dengan penggunaan server yang kini umum digunakan masyarakat antara lain, Go-Pay, OVO, dan juga Doku Wallet, dan banyak yang lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari beberapa brand tersebut, seperti dilansir dari <em>Kata Data, </em>bahwa Go-Pay mendapatkan pilihan sebagai uang elektronik yang kini paling banyak dipakai. Hal ini berdasarkan laporan dari YouGov Indonesia yang dikeluarkan pada Januari 2019 lalu.</p>
<p><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-2872" src="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/Layanan-GO-PAY-Ilustrasi.jpg?resize=800%2C450" alt="" width="800" height="450" srcset="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/Layanan-GO-PAY-Ilustrasi.jpg?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/Layanan-GO-PAY-Ilustrasi.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/Layanan-GO-PAY-Ilustrasi.jpg?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/Layanan-GO-PAY-Ilustrasi.jpg?resize=390%2C220&amp;ssl=1 390w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /></p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan survei kepada 1.531 responden yang dilakukan pada 1-8 November 2018, sebanyak 80 persen mengakui memilih menggunakan Go-Pay sebagai pembayaran cashless mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Juara kedua ditempati oleh OVO, Paypal dan T-Cash secara berurutan. Fitur <em>Quick Response (QR) Code</em>, pada Go-Pay disebut pengguna sebagai keunggulan utama, yang membuat mereka memilih produk yang masih satu perusahaan dengan Go-Jek ini. Dimana pengguna, hanya cukup memindai kode QR pada mechant tempat membeli untuk melakukan transaksi.</p>
<p style="text-align: justify;">Terbukti, sejak fitur ini dimunculkan, transaksi Go-Pay melesat hingga 400 persen di medium 2018 lalu.</p>
<p style="text-align: justify;">Go-Pay sendiri terus melakukan pembenahan dan juga penambahan variasi dalam pelayanan pembayarannya. Hingga saat ini, para penggunanya bisa memanfatkan transaksi elektronik non tunai ini pada 300 ribu rekan usaha dan usaha kecil mikor menengah (UMKM) yang menjadi mitra mereka selama ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Disamping itu, pembayaran tiket BRT di Semarang, tiket masuk tempat wisata, pembayaran SKCK, SIM serta donasi menggunakan digital kini juga bisa dilakukan menggunakan Go-Pay.</p>The post <a href="https://indiekraf.com/go-pay-jadi-cashless-payment-paling-diminati-masyarakat-indonesia-pada-2018/">Go-Pay Jadi Cashless Payment Paling Diminati Masyarakat Indonesia Pada 2018</a> first appeared on <a href="https://indiekraf.com">indiekraf.com</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2869</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lakukan 4 Tips Konten Marketing Ini, Maka Siap &#8211; Siap Omzet Anda  Bisa Meningkat</title>
		<link>https://indiekraf.com/lakukan-4-tips-konten-marketing-ini-maka-siap-siap-omzet-anda-bisa-meningkat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[indiekraf]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Mar 2019 05:00:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Digital Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Content Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[digital kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[industri 4.0]]></category>
		<category><![CDATA[industri kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[omzet usaha]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://indiekraf.com/?p=2830</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; Content Marketing merupakan hal yang penting untuk menunjang penjualan. Tanpa strategi yang jelas, Anda tidak akan dapat membuat konten yang tepat. Berikut adalah 4 tips yang dapat membantu Anda membuat strategi content marketing untuk memenangkan persaingan dari lawan bisnis anda! Buat Konten Berkualitas dan Sesuai Trend Untuk menarik perhatian konsumen, anda perlu membuat konten yang &#8230;</p>
The post <a href="https://indiekraf.com/lakukan-4-tips-konten-marketing-ini-maka-siap-siap-omzet-anda-bisa-meningkat/">Lakukan 4 Tips Konten Marketing Ini, Maka Siap – Siap Omzet Anda  Bisa Meningkat</a> first appeared on <a href="https://indiekraf.com">indiekraf.com</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>Content Marketing merupakan hal yang penting untuk menunjang penjualan. Tanpa strategi yang jelas, Anda tidak akan dapat membuat <em>konten</em> yang tepat. Berikut adalah 4 tips yang dapat membantu Anda membuat strategi content marketing untuk memenangkan persaingan dari lawan bisnis anda!</p>
<ol>
<li>
<h3><strong>Buat Konten Berkualitas dan Sesuai Trend</strong></h3>
</li>
</ol>
<figure id="attachment_2832" aria-describedby="caption-attachment-2832" style="width: 1024px" class="wp-caption aligncenter"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-2832 size-large" src="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/content-marketing-trends-2018-1024x724.png?resize=1024%2C724" alt="" width="1024" height="724" srcset="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/content-marketing-trends-2018.png?resize=1024%2C724&amp;ssl=1 1024w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/content-marketing-trends-2018.png?resize=300%2C212&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/content-marketing-trends-2018.png?resize=768%2C543&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/content-marketing-trends-2018.png?w=1448&amp;ssl=1 1448w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption id="caption-attachment-2832" class="wp-caption-text">via blog.qontak.com</figcaption></figure>
<p>Untuk menarik perhatian konsumen, anda perlu membuat konten yang sesuai dengan tren terkini Untuk itu, anda harus mengikuti trend topik  yang sedang berjalan, dan melakukan riset untuk menemukan topik-topik yang hangat. Anda bisa melakukannya dengan cara menjelajahi Twittersphere, google trends untuk melihat apa yang sedang populer sekarang</p>
<ol start="2">
<li>
<h3><strong>Konten Harus Mendefinisikan Audiens</strong></h3>
</li>
</ol>
<figure id="attachment_2833" aria-describedby="caption-attachment-2833" style="width: 1000px" class="wp-caption aligncenter"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-2833 size-full" src="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/Buyer-Persona.jpg?resize=1000%2C1000" alt="" width="1000" height="1000" srcset="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/Buyer-Persona.jpg?w=1000&amp;ssl=1 1000w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/Buyer-Persona.jpg?resize=150%2C150&amp;ssl=1 150w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/Buyer-Persona.jpg?resize=300%2C300&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/Buyer-Persona.jpg?resize=768%2C768&amp;ssl=1 768w" sizes="auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><figcaption id="caption-attachment-2833" class="wp-caption-text">via digitalmarketer.id</figcaption></figure>
<p>Ketika membuat sebuah konten, anda harus memposisikan sebagai audiens. Dengan begitu, anda dapat mengukur apakah konten tersebut sudah cukup menarik atau tidak. Selain itu, anda juga harus memahami bagaimana karakteristik audiens agar konten yang anda buat sesuai dengan target.</p>
<ol start="3">
<li>
<h3><strong>Repurpose Content</strong></h3>
</li>
</ol>
<figure id="attachment_2834" aria-describedby="caption-attachment-2834" style="width: 1024px" class="wp-caption aligncenter"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-2834 size-large" src="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/SEO-SEM-dan-Content-Marketing-1024x584.jpg?resize=1024%2C584" alt="" width="1024" height="584" srcset="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/SEO-SEM-dan-Content-Marketing.jpg?resize=1024%2C584&amp;ssl=1 1024w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/SEO-SEM-dan-Content-Marketing.jpg?resize=300%2C171&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/SEO-SEM-dan-Content-Marketing.jpg?resize=768%2C438&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/SEO-SEM-dan-Content-Marketing.jpg?w=1100&amp;ssl=1 1100w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption id="caption-attachment-2834" class="wp-caption-text">via mitologimedia.com</figcaption></figure>
<p>Anda dapat menganalisa konten-konten yang pernah telah anda buat sebelumnya. Apabila terdapat konten yang paling menarik audiens, anda dapat membuat konten serupa namun dikemas dengan cara yang berbeda.</p>
<p><span id="more-2830"></span></p>
<ol start="4">
<li>
<h3><strong>Promosi dan Distribusi</strong></h3>
</li>
</ol>
<figure id="attachment_2835" aria-describedby="caption-attachment-2835" style="width: 727px" class="wp-caption aligncenter"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-2835 size-full" src="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/elemen-penting-strategi-sosial-media-marketing.jpg?resize=727%2C409" alt="" width="727" height="409" srcset="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/elemen-penting-strategi-sosial-media-marketing.jpg?w=727&amp;ssl=1 727w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/elemen-penting-strategi-sosial-media-marketing.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/elemen-penting-strategi-sosial-media-marketing.jpg?resize=390%2C220&amp;ssl=1 390w" sizes="auto, (max-width: 727px) 100vw, 727px" /><figcaption id="caption-attachment-2835" class="wp-caption-text">via digitalmarketer.id</figcaption></figure>
<p>Langkah terakhir setelah membuat content marketing adalah dengan melakukan promosi dan distribusi konten. Anda dapat memanfaatkan media sosial seperti instagram, twitter dan facebook untuk mendistribusikan konten anda.</p>
<p>Nah, itulah beberapa tips untuk membuat content marketing yang dapat anda terapkan. Semoga bermanfaat!</p>The post <a href="https://indiekraf.com/lakukan-4-tips-konten-marketing-ini-maka-siap-siap-omzet-anda-bisa-meningkat/">Lakukan 4 Tips Konten Marketing Ini, Maka Siap – Siap Omzet Anda  Bisa Meningkat</a> first appeared on <a href="https://indiekraf.com">indiekraf.com</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2830</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Rancang RUU Ekonomi Kreatif, Komisi X DPR RI Kunjungi Stakeholder Kreatif Kota Malang</title>
		<link>https://indiekraf.com/komisi-x-dpr-ri-kunjungi-stakeholder-kreatif-malang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[indiekraf]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Mar 2019 08:00:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[industri 4.0]]></category>
		<category><![CDATA[industri kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[komisi X DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Stakeholder]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://indiekraf.com/?p=2847</guid>

					<description><![CDATA[<p>Indiekraf &#124; Malang Creative Fusion – Komisi X DPR RI mengunjungi Rumah MCF beserta Stakeholder Ekonomi Kreatif Kota Malang, selasa (19/3) kemarin.) Kunjungan tersebut bermaksud untuk mendapatkan informasi dan masukan untuk RUU Ekonomi Kreatif. Serta pembangunan ekosistem ekonomi kreatif Kota Malang dan Jawa Timur. Kunjungan diawali dengan pertemuan di Ruang Kerja Balaikota Malang yang dihadiri &#8230;</p>
The post <a href="https://indiekraf.com/komisi-x-dpr-ri-kunjungi-stakeholder-kreatif-malang/">Rancang RUU Ekonomi Kreatif, Komisi X DPR RI Kunjungi Stakeholder Kreatif Kota Malang</a> first appeared on <a href="https://indiekraf.com">indiekraf.com</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Indiekraf | <a href="http://mcf.or.id">Malang Creative Fusion</a> – Komisi X DPR RI mengunjungi Rumah MCF beserta Stakeholder Ekonomi Kreatif Kota Malang, selasa (19/3) kemarin.)</p>
<figure id="attachment_2848" aria-describedby="caption-attachment-2848" style="width: 1280px" class="wp-caption alignnone"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2848" src="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/mcf-ekraf2.jpeg?resize=1220%2C915" alt="" width="1220" height="915" srcset="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/mcf-ekraf2.jpeg?w=1280&amp;ssl=1 1280w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/mcf-ekraf2.jpeg?resize=300%2C225&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/mcf-ekraf2.jpeg?resize=768%2C576&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/mcf-ekraf2.jpeg?resize=1024%2C768&amp;ssl=1 1024w" sizes="auto, (max-width: 1220px) 100vw, 1220px" /><figcaption id="caption-attachment-2848" class="wp-caption-text">Perwakilan DPR RI mengunjungi ruang IT Mbois MCF &#8211; Foto : Malang Creative Fusion</figcaption></figure>
<p>Kunjungan tersebut bermaksud untuk mendapatkan informasi dan masukan untuk RUU Ekonomi Kreatif. Serta pembangunan ekosistem ekonomi kreatif Kota Malang dan Jawa Timur.</p>
<p>Kunjungan diawali dengan pertemuan di Ruang Kerja Balaikota Malang yang dihadiri oleh Wakil Walikota Malang, Ketua Komisi X DPR RI besera jajarannya, perwakilan BEKRAF, SEKDA Kota Malang, perwakilan dari perguruan tinggi, perwakilan komunitas MCF, serta perangkat SKPD.</p>
<p>Tim Sinergi dan Jejaring MCF menyambut dengan hangat kedatangan sejumlah anggota komisi X DPR RI. Tidak hanya berkunjung, seluruh anggota komisi X DPR RI juga menjelajahi semua ruangan di Rumah MCF, serta melihat dan membeli produk yang ada di MKKM ( Malang Koperasi Kreatif Mbois ).</p>
<p>Badan Promosi MCF, Dadik Wahyu menjelaskan tentang program – program MCF baik yang sudah dilakukan dan rencana kedepan. Salah satunya, MCF sedang menginisiasi forum investor dengan DPMPTSP untuk melengkapi ekosistem di Kota Malang.</p>
<p>Ketua Komisi X DPR RI, Djoko Udjianto menyampaikan ekonomi kreatif saat ini sudah menjadi penyumbang utama ekonomi bangsa. Menggeser sektor migas dan industri, serta ekonomi berbasis kreatifitas terbukti lebih tahan krisis.</p>
<p>Djoko berharap RUU Ekonomi Kreatif yang baru bisa memberi penguatan untuk ekonomi kreatif untuk meningkatkan kontribusi ekonomi nasional. Serta terkait pendukung pemerintah dalam RUU akan mengatur kemudahan regulasi, permodalan, infrastruktur, dan HKI.</p>
<figure id="attachment_2852" aria-describedby="caption-attachment-2852" style="width: 1280px" class="wp-caption alignnone"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2852" src="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/dpr-mcf.jpeg?resize=1220%2C813" alt="" width="1220" height="813" srcset="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/dpr-mcf.jpeg?w=1280&amp;ssl=1 1280w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/dpr-mcf.jpeg?resize=300%2C200&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/dpr-mcf.jpeg?resize=768%2C512&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/dpr-mcf.jpeg?resize=1024%2C682&amp;ssl=1 1024w" sizes="auto, (max-width: 1220px) 100vw, 1220px" /><figcaption id="caption-attachment-2852" class="wp-caption-text">Kunjungan Komisi X DPR ke Balaikota Malang</figcaption></figure>
<p>Baca Juga : <a href="http://indiekraf.com/wakil-ketua-komisi-x-dpr-ri-sambut-baik-perkembangan-ekonomi-kreatif-di-2019/">Wakil Ketua Komisi X DPR RI Sambut Baik Perkembangan Ekonomi Kreatif di 2019</a></p>
<h3>Adapun Poin poin kesepakatan yang didapat dari kunjungan kemarin adalah sebagai berikut:</h3>
<ol>
<li>Keseriusan Pemkot Malang tunjukan mulai dg keikutsertaan kota Malang sebagai penyelenggaran ICCF 2016. Dilanjutkan dengan Pembuatan roadmap indutri kreatif yang disahkan walikota dan masuk dalam RPJMD,Turut Membangun ekosistem dan penyediaan infrastruktur dengan wacana Pemerintah kota akan membangun Creative Center dengan investasi 185 Miliar Rupiah.</li>
<li>Support pemerintah dengan membuat peraturan yg lebih detail untuk pengembamgan industri kreatif yg berasal dari pusat dan di ikuti anggaran yg spesifik dari pusat untuk dikerjakan didaerah.</li>
<li>Ekonomi kreatif saat ini sudah menjadi penyumbang utama ekonomi bangsa menggeser sektor migas dan industri. Ekonomi basis kreatifitas terbukti lebih tahan krisis</li>
<li>Rancangan RUU yg baru berharap bisa memberi pengutan untuk ekonomi kreatif untuk meningkatkan kontribusi ekonomi nasional. Terkait pendukung pemerintah dalam RUU akan mengatur kemudahan regulasi, permodalan, infrastruktur dan HKI.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>The post <a href="https://indiekraf.com/komisi-x-dpr-ri-kunjungi-stakeholder-kreatif-malang/">Rancang RUU Ekonomi Kreatif, Komisi X DPR RI Kunjungi Stakeholder Kreatif Kota Malang</a> first appeared on <a href="https://indiekraf.com">indiekraf.com</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2847</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Buka Kantor R&#038;D di Surabaya, Ini Target Bukalapak</title>
		<link>https://indiekraf.com/buka-kantor-rd-di-surabaya-ini-target-bukalapak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hino Kertapati]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Mar 2019 05:04:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Acara Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Aplikasi Digital dan Game]]></category>
		<category><![CDATA[Digital Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Industri Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Bukalapak]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[industri 4.0]]></category>
		<category><![CDATA[industri kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Kantor R&D]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://indiekraf.com/?p=2839</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jawa Timur dinilai oleh salah satu unicorn asli Indonesia Bukalapak sebagai pasar potensial untuk penelitian dan pengembangan. Hal tersebut membuat startup e-commerce ini membuka kantor Reserch &#38; Development nya yang kedua di Surabaya, setelah sebelumnya kantor yang sama mereka dirikan di Bandung Jawa Barat. Seperti dilansir dari sellular.id,  kantor R&#38;D ini ditujukan agar Bukalapak bisa &#8230;</p>
The post <a href="https://indiekraf.com/buka-kantor-rd-di-surabaya-ini-target-bukalapak/">Buka Kantor R&D di Surabaya, Ini Target Bukalapak</a> first appeared on <a href="https://indiekraf.com">indiekraf.com</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Jawa Timur dinilai oleh salah satu unicorn asli Indonesia Bukalapak sebagai pasar potensial untuk penelitian dan pengembangan. Hal tersebut membuat startup e-commerce ini membuka kantor Reserch &amp; Development nya yang kedua di Surabaya, setelah sebelumnya kantor yang sama mereka dirikan di Bandung Jawa Barat.</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti dilansir dari <em>sellular.id</em>,  kantor R&amp;D ini ditujukan agar Bukalapak bisa mewadahi generasi millenial di Jawa Timur dan Surabaya pada khususunya untuk terus berinovasi dan bersiap menghadapi kompetisi teknologi secara global.</p>
<figure id="attachment_2841" aria-describedby="caption-attachment-2841" style="width: 510px" class="wp-caption aligncenter"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2841" src="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/bukalapak2.jpg?resize=510%2C291" alt="" width="510" height="291" srcset="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/bukalapak2.jpg?w=510&amp;ssl=1 510w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/bukalapak2.jpg?resize=300%2C171&amp;ssl=1 300w" sizes="auto, (max-width: 510px) 100vw, 510px" /><figcaption id="caption-attachment-2841" class="wp-caption-text">foto: Official IG Bukalapak</figcaption></figure>
<p style="text-align: justify;">Bukalapak melihat, bahwa Jatim adalah wilayah dengan potensi talenta yang luar biasa mennjanjikan. Dengan jumlah mahasiswa sebanyak 132.196 dari 382 program studi tekni dari seluruh perguruan tinggi swasta dan negeri se Jatim. Hal inilah yang membuat Bukalapak memutuskan untuk membuka pusat pengembangan dan penelitiannya yang kedua di propinsi paling timur Pulau Jawa ini.</p>
<p style="text-align: justify;">CEO dan Founder Bukalapak Achmad Zaky mengatakan bahwa Surabaya memiliki potensi besar menjadi kota digital. Sehingga untuk memfasilitasinya perlu media yang tepat, salah satunya dengan Kantor R&amp;D Bukalapak.</p>
<p style="text-align: justify;"> “Surabaya memiliki potensi talenta yang sangat besar untuk menjadi Kota Pahlawan Digital. Di Bukalapak sendiri terdapat banyak talenta lulusan dari universitas-universitas Jawa Timur, dimana 52% dari talenta-talenta tersebut berkarya di bidang IT sebagai engineer.” tutur Achmad Zaky.</p>
<p style="text-align: justify;">Berbagai bidang yang akan menjadi fokus divisi R&amp;D Bukalapak di Surabaya, adalah berbagai produk engineering, data, riset, IoT, dan kecerdasan buatan. Kantor ini diharapkan juga bisa memberikan suport bagi program pemerintah e-government yang kini digiatkan pemerintah Propinsi Jawa Timur.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelumnya Bukalapak juga sudah melakukan kolaborasi dengan beberapa pemerintah di Jatim . Seperti misalnya layanan publik terintegrasi &#8216;BukaJatim&#8217; dan Program Kampung Pemasaran Online Blitar.</p>
<p style="text-align: justify;">Kantor baru Bukalapak di Surabaya ini berlokasi di Gedung Graha Pena. Dengan menempati lahan seluas 2.379 m2, kantor ini terdiri dari tiga lantai dan bisa ditempati lebihd ari 250 karyawan on site.</p>
<figure id="attachment_2840" aria-describedby="caption-attachment-2840" style="width: 530px" class="wp-caption aligncenter"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-2840 size-full" src="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/bukalapak3.jpg?resize=530%2C289" alt="" width="530" height="289" srcset="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/bukalapak3.jpg?w=530&amp;ssl=1 530w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/bukalapak3.jpg?resize=300%2C164&amp;ssl=1 300w" sizes="auto, (max-width: 530px) 100vw, 530px" /><figcaption id="caption-attachment-2840" class="wp-caption-text">foto: Official IG Bukalapak</figcaption></figure>
<p style="text-align: justify;">Disamping ruang kerja, Kantor R&amp;D Bukalapak Surabaya juga diharapkan jadi sarana dan media berbagi antar komunitas di Surabaya, guna membuat ekosistem digital yang maju dan berkelas internasional.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kami akan terus menyebarkan semangat ini agar tercipta ekosistem industri digital secara menyeluruh dengan kualitas SDM yang mengedepankan riset”, tutup Achmad Zaky.</p>The post <a href="https://indiekraf.com/buka-kantor-rd-di-surabaya-ini-target-bukalapak/">Buka Kantor R&D di Surabaya, Ini Target Bukalapak</a> first appeared on <a href="https://indiekraf.com">indiekraf.com</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2839</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mau Bikin Content Marketing? Ingat, Jangan Lupakan 4 Hal Berikut Ini Ya</title>
		<link>https://indiekraf.com/mau-bikin-content-marketing-ingat-jangan-lupakan-4-hal-berikut-ini-ya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[indiekraf]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Mar 2019 03:02:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Digital Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Content Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[digital content]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[industri 4.0]]></category>
		<category><![CDATA[industri kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[tips n trick]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://indiekraf.com/?p=2824</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam menjalankan sebuah usaha, strategi marketing merupakan sesuatu yang penting. Bagi para pelaku bisnis digital atau online, mungkin sudah akrab dengan content marketing. Membuat sebuah konten tidak boleh sembarangan, ada hal-hal yang harus diperhatikan. Berikut 4 hal yang perlu anda lakukan sebelum membuat content marketing. Menentukan Audiens Dalam membuat sebuah konten, yang perlu diperhatikan adalah &#8230;</p>
The post <a href="https://indiekraf.com/mau-bikin-content-marketing-ingat-jangan-lupakan-4-hal-berikut-ini-ya/">Mau Bikin Content Marketing? Ingat, Jangan Lupakan 4 Hal Berikut Ini Ya</a> first appeared on <a href="https://indiekraf.com">indiekraf.com</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam menjalankan sebuah usaha, strategi marketing merupakan sesuatu yang penting<strong>. </strong>Bagi para pelaku bisnis digital atau online, mungkin sudah akrab dengan <em>content marketing</em>. Membuat sebuah konten tidak boleh sembarangan, ada hal-hal yang harus diperhatikan. Berikut 4 hal yang perlu anda lakukan sebelum membuat content marketing.</p>
<ol>
<li><strong>Menentukan Audiens</strong></li>
</ol>
<figure id="attachment_2825" aria-describedby="caption-attachment-2825" style="width: 640px" class="wp-caption aligncenter"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-2825 size-full" src="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/pexels-photo-1483907.jpeg?resize=640%2C421" alt="" width="640" height="421" srcset="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/pexels-photo-1483907.jpeg?w=640&amp;ssl=1 640w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/pexels-photo-1483907.jpeg?resize=300%2C197&amp;ssl=1 300w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-2825" class="wp-caption-text">via glints.com</figcaption></figure>
<p>Dalam membuat sebuah konten, yang perlu diperhatikan adalah untuk siapa konten tersebut dibuat.  Anda perlu melakukan segmentasi target audiens yang sesuai dengan produk yang  ditawarkan.</p>
<ol start="2">
<li><strong>Memahami Audiens</strong></li>
</ol>
<figure id="attachment_2826" aria-describedby="caption-attachment-2826" style="width: 1024px" class="wp-caption aligncenter"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-2826 size-large" src="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/Riset-Pasar-Ilustrasi-1024x576.jpg?resize=1024%2C576" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/Riset-Pasar-Ilustrasi.jpg?resize=1024%2C576&amp;ssl=1 1024w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/Riset-Pasar-Ilustrasi.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/Riset-Pasar-Ilustrasi.jpg?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/Riset-Pasar-Ilustrasi.jpg?resize=390%2C220&amp;ssl=1 390w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/Riset-Pasar-Ilustrasi.jpg?w=1200&amp;ssl=1 1200w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption id="caption-attachment-2826" class="wp-caption-text">via id.techinasia.com</figcaption></figure>
<p>Setelah menentukan audiens, hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah melakukan riset tentang target audiens. Anda harus memahami bagaimana karakteristik dan keinginan dari audiens anda.</p>
<ol start="3">
<li><strong>Kalender Konten</strong></li>
</ol>
<figure id="attachment_2827" aria-describedby="caption-attachment-2827" style="width: 800px" class="wp-caption aligncenter"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-2827 size-full" src="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/How-to-Equalize-Year-Over-Year-Dates-Tableau-Feature.jpg?resize=800%2C800" alt="" width="800" height="800" srcset="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/How-to-Equalize-Year-Over-Year-Dates-Tableau-Feature.jpg?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/How-to-Equalize-Year-Over-Year-Dates-Tableau-Feature.jpg?resize=150%2C150&amp;ssl=1 150w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/How-to-Equalize-Year-Over-Year-Dates-Tableau-Feature.jpg?resize=300%2C300&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/How-to-Equalize-Year-Over-Year-Dates-Tableau-Feature.jpg?resize=768%2C768&amp;ssl=1 768w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><figcaption id="caption-attachment-2827" class="wp-caption-text">via evolytics.com</figcaption></figure>
<p>Agar content marketing dapat berjalan secara efektif, anda perlu membuat timeline untuk aktivitas konten anda. Tentukan jadwal untuk mempublish konten dan perhatikan pula jarak antar konten yang akan dipublish.</p>
<ol start="4">
<li><strong>“The Golden Circle”</strong></li>
</ol>
<figure id="attachment_2828" aria-describedby="caption-attachment-2828" style="width: 417px" class="wp-caption aligncenter"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-2828 size-full" src="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/Screen-Shot-2017-12-18-at-10.20.32-AM-2.png?resize=417%2C400" alt="" width="417" height="400" srcset="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/Screen-Shot-2017-12-18-at-10.20.32-AM-2.png?w=417&amp;ssl=1 417w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/Screen-Shot-2017-12-18-at-10.20.32-AM-2.png?resize=300%2C288&amp;ssl=1 300w" sizes="auto, (max-width: 417px) 100vw, 417px" /><figcaption id="caption-attachment-2828" class="wp-caption-text">via influencepeople.biz</figcaption></figure>
<p>Anda harus memahami usaha anda dengan menggunakan konsep “The Golden Circle” yakni <em>what</em>, <em>how </em>dan<em> why. What,</em> apa yang anda tawarkan dari produk anda. How, bagaimana produk anda menjadi berbeda dari yang lain. Why, mengapa orang harus memilih produk anda.</p>The post <a href="https://indiekraf.com/mau-bikin-content-marketing-ingat-jangan-lupakan-4-hal-berikut-ini-ya/">Mau Bikin Content Marketing? Ingat, Jangan Lupakan 4 Hal Berikut Ini Ya</a> first appeared on <a href="https://indiekraf.com">indiekraf.com</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2824</post-id>	</item>
		<item>
		<title>5 Plus Minus Jadi Pekerja Remote, Mana Yang Jadi Pilihan Anda?</title>
		<link>https://indiekraf.com/5-plus-minus-jadi-pekerja-remote-mana-yang-jadi-pilihan-anda/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hino Kertapati]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Mar 2019 02:00:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Digital Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Industri Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[bekerja remote]]></category>
		<category><![CDATA[digital nomad]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[industri 4.0]]></category>
		<category><![CDATA[industri kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[tips dan trick]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://indiekraf.com/?p=2818</guid>

					<description><![CDATA[<p>Remote working atau bekerja secara remote, sudah berkembang di Amerika Serikat dan Benua Eropa pada satu dekade terakhir. Dimana bekerja remote, artinya seorang pekerja, tetap bekerja pada sebuah perusahaan, namun tidak memerlukan kehadirannya secara reguler di kantor. Pekerja bisa melakukan pekerjaannya dari mana saja, dan mengumpulkan hasil kerja dan laporannya secara remote. Biasanya, sektor teknologi &#8230;</p>
The post <a href="https://indiekraf.com/5-plus-minus-jadi-pekerja-remote-mana-yang-jadi-pilihan-anda/">5 Plus Minus Jadi Pekerja Remote, Mana Yang Jadi Pilihan Anda?</a> first appeared on <a href="https://indiekraf.com">indiekraf.com</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><em>Remote working</em> atau bekerja secara remote, sudah berkembang di Amerika Serikat dan Benua Eropa pada satu dekade terakhir. Dimana bekerja remote, artinya seorang pekerja, tetap bekerja pada sebuah perusahaan, namun tidak memerlukan kehadirannya secara reguler di kantor. Pekerja bisa melakukan pekerjaannya dari mana saja, dan mengumpulkan hasil kerja dan laporannya secara remote.</p>
<p style="text-align: justify;">Biasanya, sektor teknologi informasi (IT) lah yang banyak disasar untuk bekerja secara remote. Namun dalam perkembangan saat ini, dipicu kemajuan teknologi, banyak sektor &#8211; sektor lain yang juga mulai bisa dikerjakan secara remote, seperti desain dan akutansi.</p>
<p style="text-align: justify;">Di Tanah Air sendiri, tren bekerja remote sudah mulai berkembang luas dalam dua hingga tiga tahun terakhir. Dimana, banyak anak &#8211; anak muda dari generasi milenial menjadi pelakunnya. Munculnya banyak perusahaan rintisan (<em>startup</em>) berbasis teknologi juga menjadi salah satu pemicunya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi benarkah, bekerja remote memang menyenangkan dan bisa menjadi pilihan realistis bagi seseorang, khususnya di Indonesia?</p>
<p style="text-align: justify;">Nah, kali ini Indiekraf akan mencoba membahas, seperti apa plus minus menjadi pekerj remote, dan, apakah cocok bagi anda yang baru memasuki dunia kerja? Simak ya gaess!!</p>
<h3 style="text-align: justify;"><strong>Nilai plus bekerja remote</strong></h3>
<figure id="attachment_2819" aria-describedby="caption-attachment-2819" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2819" src="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/macet-h-7-lebaran-di-pusat-kota-bandung_20170618_224625.jpg?resize=700%2C393" alt="" width="700" height="393" srcset="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/macet-h-7-lebaran-di-pusat-kota-bandung_20170618_224625.jpg?w=700&amp;ssl=1 700w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/macet-h-7-lebaran-di-pusat-kota-bandung_20170618_224625.jpg?resize=300%2C168&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/macet-h-7-lebaran-di-pusat-kota-bandung_20170618_224625.jpg?resize=390%2C220&amp;ssl=1 390w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-2819" class="wp-caption-text">foto: tribunnews.com</figcaption></figure>
<ol style="text-align: justify;">
<li><strong> Tak perlu habiskan waktu di jalan </strong></li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu keluhan pekerja konvensional dewasa ini adalah, bagaimana mereka terlalu banyak menghabiskan waktu di jalan untuk pergi dan pulang kantor. Jalanan yang macet, seperti di Ibu Kota Jakarta, jelas sudah membuat tenaga dan waktu banyak terbuang sia &#8211; sia.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan bekerja secara remote, maka anda tidak akan perlu menghabiskan waktu di jalanan, hanya untuk pergi dan pulang dari kantor. Semua pekerjaan bisa anda kerjakan dari rumah atau mana saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Sehingga, anda tidak akan terlalu lelah untuk pulang-pergi ke kantor, serta bisa menghemat tenaha dan uang yang biasa anda gunakan untuk transportasi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2. Bisa memilih libur semau anda</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pekerja remote memang biasanya tetap diatur jam kerjanya oleh perusahaan yang mengontrak mereka. Namun soal dikerjakan dari mana, mereka tidak pernah peduli. Hal ini membuat anda bisa melakuan liburan sambil bekerja. Tren ini juga dikenal dengan istilah digital nomad.</p>
<p style="text-align: justify;">Sehingga anda bisa saja memilih waktu untuk liburan di luar masa <em>peak season</em> yang biasanya membuat tiket pesawat dan hotel harganya melambung selangit. Selain anda juga bisa liburan lebih tenang, karena bukan dalam bulan &#8211; bulan berlibur, yang membuat destinasi wisata sesak dengan pelancong.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3. Bebas memilih gaji </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Bekerja remote, juga bisa membuat kita bebas untuk menentukan berapa gaji/ bayaran yang bisa kita terima dari perusahaan. Karena biasanya, sebelum pada akhirnya anda diterima kerja, akan ada proses nego dengan pihak pemberi kerja.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain bekerja dengan ikut pada suatu pekerjaan, para pekerja remote juga bisa bekerja secara freelance. Silahkan manfaatkan situs &#8211; situs marketplace lowongan kerja, seperti <em>projects.co.id</em>, <em>sribulancer</em>, atau banyak lainnya, untuk bisa memilih pekerjaan yang cocok dengan skill anda, sekaligus juga dengan gajinya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>4. Punya lebih banyak waktu dengan keluarga</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu keluhan para pekerja kantoran yang sudah berkeluarga saat ini adalah, minimnya waktu yang tersedia bagi anak &#8211; anak. Bagaimana tidak, di kota &#8211; kota besar dengan tingkat kemacetan yang tinggi, mereka harus pergi kerja di pagi hari, dan pulang ketika malam hari. Kebanyakan waktu hanya dihabiskan dalam perjalanan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan bekerja secara remote, tentu anda akan bisa memiliki lebih banyak waktu dengan keluarga, dan bisa menghabiskan masa yang lebih berkualitas dengan anak &#8211; anak, tanpa harus kehilangan momen &#8211; momen berharga mereka.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>5. Multi pekerjaan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu keluhan lain dari kaum pekerja dewasa ini, adalah minimnya pendapatan yang mereka dapat, sehingga tidak bisa mereka pergunakan untuk kepentingan investasi atau menabung. Ingin bekerja di tempat lain, jelas tidak mungkin karena mereka sudah terikat dengan salah satu perusahaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun, hal ini jelas tidak menjadi masalah bagi pekerja remote, khususnya yang mengambil sektor <em>freelance</em>. Selama memang masih punya tenaga dan pikiran, maka tidak ada yang membatasi mau anda mengambil berapa banyak pekerjaan dalam suatu waktu.</p>
<p style="text-align: justify;">Asal, anda memang siap menhabiskan waktu untuk bekerja, dan siap bertanggung jawab kepada pekerjaan anda. Sehingga tidak mengecewakan klien atau perusahaan yang menyewa jasa anda.</p>
<h3 style="text-align: justify;"><strong>Hal minus dari bekerja remote:</strong></h3>
<figure id="attachment_2820" aria-describedby="caption-attachment-2820" style="width: 660px" class="wp-caption alignnone"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2820" src="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/103519790_gettyimages-1033887718.jpg?resize=660%2C371" alt="" width="660" height="371" srcset="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/103519790_gettyimages-1033887718.jpg?w=660&amp;ssl=1 660w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/103519790_gettyimages-1033887718.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/03/103519790_gettyimages-1033887718.jpg?resize=390%2C220&amp;ssl=1 390w" sizes="auto, (max-width: 660px) 100vw, 660px" /><figcaption id="caption-attachment-2820" class="wp-caption-text">foto: BBC</figcaption></figure>
<ol style="text-align: justify;">
<li><strong>Bergantung dengan internet</strong></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Salah satu syarat wajib bekerja remote adalah anda terkoneksi dengan internet. Apalagi jika anda bukan <em>freelancer,</em> maka perusahaan akan tetap berkewajiban mengontrol anda ketika bekerja. Hal seperti ini, membutuhkan koneksi internet.</p>
<p style="text-align: justify;">Begitu pula, ketika anda menjadi freelancer, maka koneksi internet juga dibutuhkan, ketika anda melakukan interaksi dengan perusahaan, atau juga rekan yang berhubungan dengan pekerjaan yang sedang anda lakoni.</p>
<p style="text-align: justify;">Sayangnya, di Indonesia, belum semua lokasi sudah ter-<em>cover</em> dengan baik oleh jaringan internet. Sehingga, ketika anda memilih berlibur sambil bekerja secara remote, pastikan bahwa destinasi wisata anda memiliki jaringan internet yang baik.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi anda yang masih mau memulai bekerja remote, maka anda harus mempersiapkan kuota internet, untuk terus bisa terkoneksi nantinya ketika sudah memantapkan diri sebagai pekerja remote.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2. Masih belum diterima dengan baik di masyarakat </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Bekerja remote, bagi sebagaian masyarakat Indonesia, khususnya yang ada di daerah masih menjadi hal yang tidak biasa. Sehingga bisa jadi, bagi anda yang bekerja remote, akan mendapat pertanyaan &#8211; pertanyaan dari orang di sekitar anda soal pekerjaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena bagi masyarakat kita, mereka belum terbiasa melihat seseorang dalam usia produktif justru lebih banyak menghabiskan waktu di depan komputer/ laptop, tidak pergi ke tempat kerja, tapi memiliki penghasilan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sehingga dengan situasi ini, anda juga harus mempersiapkan diri menghadapi masyarakat dan juga keluarga. Berikan pengertian yang baik kepada mereka, maka niscaya bagaiamana pekerjaan kita dilakukan secara remote akan mulai dipahami dengan baik.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3. Butuh modal </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Bekerja secara remote bisa dibilang tidak gratis, seperti anda bekerja konvensional di sebuah perusahaan yang fasilitasnya sudah diberikan penuh oleh mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan bekerja secara remote, anda diwajibkan memenuhi sendiri fasilitas dan kebutuhan yang mendukung pekerjaan anda nantinya. Minimal seperti laptop dan juga kuota internet.</p>
<p style="text-align: justify;">Tentu, bagi anda yang mau memulai bekerja secara remote, hal semacam ini harus dipersiapkan terlebih dahulu.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>4. Tak mendapatkan tunjangan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu kelebihan, ketika bekerja konvensional di sebuah perusahaan, selain gaji pokok, kita biasanya juga akan mendapatkan berbagai tunjangan, yang disesuikan dengan masa dan prestasi kerja kita. Namun bila bekerja secara remote, hal &#8211; hal semacam ini akan sulit didapatkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena kita bekerja nyaris tidak terikat dengan perusahaan (namun beberapa perusahaan juga bisa terikat), maka pekerja remote, biasanya tidak mendapatkan fasilitas dan tunjangan seperti pekerja yang ngantor alias<em> onsite</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi, sejatinya anda tidak perlu khawatir, karena soal pendapatan, pekerja remote bisa saja mendapatkan gaji atau bayaran yang lebih baik dari pekerja konvensional. Hal ini bergantung kepada bagaimana nego kita kepada perusahaan, dan juga prestasi kita selama ini, sehingga memiliki nilai jual yang tinggi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>5. Tidak ada jaminan hari tua (pensiun) dari perusahaan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ketika bekerja konvensional, khususnya bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan BUMN, maka salah satu kelebihannya adalah, keberadaan jaminan hari tua, yang diwujudkan dalam dana pensiun, atau juga BPJS Ketenagakerjaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sehingga bagi anda pekerja remote, anda harus pandai dalam melakukan investasi dan tabungan, untuk masa depan kehidupan anda.</p>
<p style="text-align: justify;">Berbagai pilihan investasi juga tersedia, dan bisa anda manfaatkan. Mulai dari reksa dana, emas, property dan lain sebagainnya.</p>The post <a href="https://indiekraf.com/5-plus-minus-jadi-pekerja-remote-mana-yang-jadi-pilihan-anda/">5 Plus Minus Jadi Pekerja Remote, Mana Yang Jadi Pilihan Anda?</a> first appeared on <a href="https://indiekraf.com">indiekraf.com</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2818</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mau Sukses di Industri Kreatif Fesyen? Jangan Sampai Lewatkan 4 Tips Keren Ini</title>
		<link>https://indiekraf.com/mau-sukses-di-industri-kreatif-fesyen-jangan-sampai-lewatkan-4-tips-keren-ini/</link>
					<comments>https://indiekraf.com/mau-sukses-di-industri-kreatif-fesyen-jangan-sampai-lewatkan-4-tips-keren-ini/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Community Indiekraf]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Mar 2019 03:50:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tips Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[industri 4.0]]></category>
		<category><![CDATA[Industri Fashion]]></category>
		<category><![CDATA[industri kreatif]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://indiekraf.com/?p=2789</guid>

					<description><![CDATA[<p>Masa muda merupakan masa yang sebaiknya digunakan untuk mencoba hal-hal baru dan terus mengembangkan diri. Anak muda kreatif harus bermanfaat bagi sesama dengan berkarya di bidang mereka. Salah satunya bidang fashion, banyak anak muda yang terjun ke dunia ini. Selain berawal dari hobi pribadi, bisnis fashion juga dianggap menjanjikan. Industri fashion yang begitu dinamis karena &#8230;</p>
The post <a href="https://indiekraf.com/mau-sukses-di-industri-kreatif-fesyen-jangan-sampai-lewatkan-4-tips-keren-ini/">Mau Sukses di Industri Kreatif Fesyen? Jangan Sampai Lewatkan 4 Tips Keren Ini</a> first appeared on <a href="https://indiekraf.com">indiekraf.com</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Masa muda merupakan masa yang sebaiknya digunakan untuk mencoba hal-hal baru dan terus mengembangkan diri. Anak muda kreatif harus bermanfaat bagi sesama dengan berkarya di bidang mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Salah satunya bidang fashion, banyak anak muda yang terjun ke dunia ini. Selain berawal dari hobi pribadi, bisnis fashion juga dianggap menjanjikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Industri fashion yang begitu dinamis karena memiliki gayanya tersendiri. Maka, diperlukan inovasi untuk memberikan yang terbaik untuk target pasarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Berikut 4 tips untuk sobat kreatif yang ingin terjun ke dunia fashion:</p>
<p style="text-align: justify;"><b style="font-size: 18px;">1. Konsep</b><b style="font-size: 18px;"> yang </b><b style="font-size: 18px;"><b style="font-size: 18px;">berbeda</b></b></p>
<figure style="width: 467px" class="wp-caption aligncenter"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" class="size-medium" src="https://i0.wp.com/i.pinimg.com/564x/69/16/ac/6916ac852e7d94bdcd3e3f339c7492c7.jpg?resize=467%2C700&#038;ssl=1" width="467" height="700" /><figcaption class="wp-caption-text">via fr.fashionnetwork.com</figcaption></figure>
<p style="text-align: justify;">Konsep adalah hal vital dibalik sebuah desain. Konsep mendasari sebuah pemikiran untuk bagaimana sebuah desain diciptakan. Cobalah untuk membuat konsep yang tidak biasa, seperti penggabungan nuansa etnik dan modern, maupun dari konsep fashion yang ramah lingkungan. Perbanyak referensi dari majalah, acara fashion, internet, dsb untuk mendukung kreativitas kalian.</p>
<p style="text-align: justify;"><b style="font-size: 18px;">2. Kolaborasi</b><b style="font-size: 18px;"> dan </b><b style="font-size: 18px;">inovasi</b></p>
<figure style="width: 564px" class="wp-caption aligncenter"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" class="size-medium" src="https://i0.wp.com/i.pinimg.com/564x/c9/57/2e/c9572ea77840d46d48e113acc700927b.jpg?resize=564%2C789&#038;ssl=1" width="564" height="789" /><figcaption class="wp-caption-text">via Vogue.com</figcaption></figure>
<p style="text-align: justify;">Untuk menumbuhkan value pada produk fashion, dapat dilakukan dengan cara kolaborasi serta menambahkan inovasi. Pada suatu momentum, terdapat tren dan tema fashion yang dapat dijadikan inovasi untuk berkolaborasi. Terutama berkolaborasi dengan pihak-pihak yang mewakili tema tertentu yang kalian pilih.</p>
<h5 style="text-align: justify;"><b>3. Tentukan</b><b> target pasar</b></h5>
<figure style="width: 564px" class="wp-caption aligncenter"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" class="size-medium" src="https://i0.wp.com/i.pinimg.com/564x/d9/a4/84/d9a484458d7b91e16b62dca43c102a68.jpg?resize=564%2C376&#038;ssl=1" width="564" height="376" /><figcaption class="wp-caption-text">via Vogue.com</figcaption></figure>
<p style="text-align: justify;">Untuk memulai , tentu kalian harus menentukan target pasar audience yang tepat. Gaya seperti apa yang diminati oleh target kalian.</p>
<h5 style="text-align: justify;"><b>4. Gunakan</b> <b>strategi</b> <b>promosi</b><b> </b><b>yang</b> <b>tepat</b></h5>
<figure style="width: 564px" class="wp-caption aligncenter"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" class="size-medium" src="https://i0.wp.com/i.pinimg.com/564x/48/8f/21/488f21cbe438470af96fbbf138cea4ed.jpg?resize=564%2C564&#038;ssl=1" width="564" height="564" /><figcaption class="wp-caption-text">via creativemarket.com</figcaption></figure>
<p style="text-align: justify;">Selalu perbarui strategi promosi kalian. Tandai hari-hari penting dan ciptakan suatu momentum yang menarik. List berbagai macam kanal informasi serta platform yang biasanya target pasar kalian gunakan untuk belanja dan mencari referensi fashion.</p>The post <a href="https://indiekraf.com/mau-sukses-di-industri-kreatif-fesyen-jangan-sampai-lewatkan-4-tips-keren-ini/">Mau Sukses di Industri Kreatif Fesyen? Jangan Sampai Lewatkan 4 Tips Keren Ini</a> first appeared on <a href="https://indiekraf.com">indiekraf.com</a>.]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indiekraf.com/mau-sukses-di-industri-kreatif-fesyen-jangan-sampai-lewatkan-4-tips-keren-ini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2789</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wah, Ini lho  9 Tren Marketing 2019 Versi IMA, Pelaku Industri Kreatif Wajib Nyimak!</title>
		<link>https://indiekraf.com/wah-ini-lho-9-tren-marketing-2019-versi-ima-pelaku-industri-kreatif-wajib-nyimak/</link>
					<comments>https://indiekraf.com/wah-ini-lho-9-tren-marketing-2019-versi-ima-pelaku-industri-kreatif-wajib-nyimak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hino Kertapati]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Jan 2019 02:37:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Industri Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[2019]]></category>
		<category><![CDATA[industri 4.0]]></category>
		<category><![CDATA[industri kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[marketing]]></category>
		<category><![CDATA[startup]]></category>
		<category><![CDATA[tren marketing 2019]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://indiekraf.com/?p=2394</guid>

					<description><![CDATA[<p>Namanya bisnis atau usaha apapun, khususnya di dunia kreatif memang tidak bisa dilepaskan dari yang namanya pemasaran, alias marketing. Sehingga wajib hukumnya bagi pelaku industri kreatif untuk selalu mengetahui tren marketing terbaru, khususnya di tren marketing 2019. Salah satu sudut besar tren marketing di 2019, adalah penekanan pemasaran berbasis digital. Hal ini jadi penekanan dan &#8230;</p>
The post <a href="https://indiekraf.com/wah-ini-lho-9-tren-marketing-2019-versi-ima-pelaku-industri-kreatif-wajib-nyimak/">Wah, Ini lho  9 Tren Marketing 2019 Versi IMA, Pelaku Industri Kreatif Wajib Nyimak!</a> first appeared on <a href="https://indiekraf.com">indiekraf.com</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Namanya bisnis atau usaha apapun, khususnya di dunia kreatif memang tidak bisa dilepaskan dari yang namanya pemasaran, alias marketing. Sehingga wajib hukumnya bagi pelaku industri kreatif untuk selalu mengetahui tren marketing terbaru, khususnya di tren marketing 2019.</p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu sudut besar tren marketing di 2019, adalah penekanan pemasaran berbasis digital. Hal ini jadi penekanan dan pijakan penting bagi pelaku bisnis dan marketeer, agar bisnis yang dikeloka bisa tetap tumbuh dan berkembang.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang namanya tren tentu saja akan ada di tiap periodenya, dan berubah mengikuti perkembangan zaman. Begitu juga dengan tren marketing 2019. Jika kita tidak memahaminya, tentu akan tertinggal, karena sebagai pelaku di dunia industri kreatif kita dituntut untuk selalu bisa mengikutinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Menghadapi tantangan marketing di 2019, seperti dilansir dari <em>tagar.id</em>, Indonesia Marketing Association (IMA) merilis ada 9 tren marketing 2019, yang diprediksi akan jadi ‘senjata’ bagi dunia bisnis.</p>
<p style="text-align: justify;">Menariknya, 9 tren marketing 2019 ini cukup didominasi elemen – elemen dari industri kreatif. Wah bisa jadi peluang besar nih, apa saja ya? Mari kita simak bersama:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><strong> CRM berdasar kecerdasan buatan (AI)</strong></li>
</ol>
<figure id="attachment_2395" aria-describedby="caption-attachment-2395" style="width: 625px" class="wp-caption alignnone"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-2395 size-full" src="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/01/artificial-intelligence.jpg?resize=625%2C352" alt="" width="625" height="352" srcset="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/01/artificial-intelligence.jpg?w=625&amp;ssl=1 625w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/01/artificial-intelligence.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/01/artificial-intelligence.jpg?resize=390%2C220&amp;ssl=1 390w" sizes="auto, (max-width: 625px) 100vw, 625px" /><figcaption id="caption-attachment-2395" class="wp-caption-text">foto: cbs newyork</figcaption></figure>
<p>Tren marketing 2019, diawali dengan peran besar Kecerdasan Buatan (AI) dalam dunia korporat telah membantu perusahaan mempersonalisasikan keterlibatan mereka dengan pelanggan (CRM).</p>
<p>Melalui AI, perusahaan dengan jumlah pelanggan sangat besar dapat mengumpulkan dan menyusun data pelanggan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Lebih dalam lagi, AI mampu melakukan analisis dalam cara meningkatkan pengalaman pelanggan dan membangun hubungan yang kuat dengan brand yang mereka bangun.</p>
<p style="text-align: justify;">AI akan terus membantu perusahaan untuk mempersonalisasi keterlibatan mereka, tidak hanya dengan sebagian pelanggan tetapi juga dalam jumlah frekuensi tinggi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2.Peningkatan popularitas jaringan OMNI</strong></p>
<figure id="attachment_2396" aria-describedby="caption-attachment-2396" style="width: 750px" class="wp-caption alignnone"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-2396 size-full" src="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/01/Online-Marketing-Vs-Offline-Marketing.png?resize=750%2C420" alt="" width="750" height="420" srcset="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/01/Online-Marketing-Vs-Offline-Marketing.png?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/01/Online-Marketing-Vs-Offline-Marketing.png?resize=300%2C168&amp;ssl=1 300w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /><figcaption id="caption-attachment-2396" class="wp-caption-text">foto: justmychoice.com</figcaption></figure>
<p style="text-align: justify;">Langkah raksasa e-commerce untuk mengakuisisi brand ritel <em>offline</em>, merupakan langkah OMNI, yaitu mengkombinasikan marketing secara online dan <em>offline.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Hal ini mendorong para peritel <em>offline</em> dan pelaku e-commerce lebih kecil untuk menerapkan hal yang sama.</p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu strateginya, peritel <em>offline </em>dapat membangun persepsi kuat di sosial media sehingga menghasilkan banyak<em> follower.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Dari situ mereka bisa membuat kampanye sesuai karateristik <em>follower</em> sehingga tidak hanya sekedar <em>follow</em>, tetapi juga menjadi anggota aktif.</p>
<p style="text-align: justify;">Sehingga dampaknya ketika melakukan penjualan, peritel dapat lebih akurat memperkirakan jumlah pelanggan yang akan datang ke toko mereka.</p>
<p><strong>3. Tren marketing 2019: intrapreneur makin populer</strong></p>
<figure id="attachment_2397" aria-describedby="caption-attachment-2397" style="width: 800px" class="wp-caption alignnone"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-2397 size-full" src="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/01/startup-office-space.png?resize=800%2C400" alt="" width="800" height="400" srcset="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/01/startup-office-space.png?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/01/startup-office-space.png?resize=300%2C150&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/01/startup-office-space.png?resize=768%2C384&amp;ssl=1 768w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><figcaption id="caption-attachment-2397" class="wp-caption-text">foto: yourstory.com</figcaption></figure>
<p>Walau memang prosentase perusahaan berbasis rintisan (startup) sangat minim yang bisa sampai di titik kesuksesan. Namun justru banyak profesional yang berupaya membangun startup mereka sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Sayangnya sebagian besar gagal. Rugi tidak hanya startup mereka, perusahaan yang mereka tinggalkan juga kehilangan talenta berkualitas.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk menghindari hal tersebut, perusahaan kini mendorong para profesional di tempat kerja mereka menjadi intrapreneur.</p>
<p style="text-align: justify;">Para pegawai didorong mengambil risiko lebih besar dengan harga sepadan, mulai dari bonus besar hingga saham kepemilikan di perusahaan.</p>
<p><strong>4. Penggunaan pembayaran digital jadi tren marketing 2019</strong></p>
<figure id="attachment_2398" aria-describedby="caption-attachment-2398" style="width: 940px" class="wp-caption alignnone"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-2398 size-full" src="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/01/e-money-940x705.jpg?resize=940%2C705" alt="" width="940" height="705" srcset="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/01/e-money-940x705.jpg?resize=940%2C705&amp;ssl=1 940w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/01/e-money-940x705.jpg?resize=300%2C225&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/01/e-money-940x705.jpg?resize=768%2C576&amp;ssl=1 768w" sizes="auto, (max-width: 940px) 100vw, 940px" /><figcaption id="caption-attachment-2398" class="wp-caption-text">foto: estonianworld.com</figcaption></figure>
<p>Setelah dirasakan manfaatnya para pengguna e-commerce, pembayaran lewat platform digital kini punya peran baru.</p>
<p style="text-align: justify;">Bebererapa institusi atau perusahaan mencoba menggunakannya sebagai jaringan distribusi pinjaman atau kredit mikro.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena dengan sistem digital, pemberi pinjaman memiliki catatan lebih akurat terkait kebiasaan berbelanja dan tren pengeluaran kreditur. Cara ini meminimalisir risiko tersendatnya aliran pembayaran di sektor mikro.</p>
<p><strong>5. Pasar halal semakin hidup dan kompetitif</strong></p>
<figure id="attachment_2399" aria-describedby="caption-attachment-2399" style="width: 1024px" class="wp-caption alignnone"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-2399 size-full" src="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/01/WEB_halal_histoire_certification.png?resize=1024%2C410" alt="" width="1024" height="410" srcset="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/01/WEB_halal_histoire_certification.png?w=1024&amp;ssl=1 1024w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/01/WEB_halal_histoire_certification.png?resize=300%2C120&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/01/WEB_halal_histoire_certification.png?resize=768%2C308&amp;ssl=1 768w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption id="caption-attachment-2399" class="wp-caption-text">foto: alimentarium.org</figcaption></figure>
<p>Meningkatnya popularitas gaya hidup halal di Indonesia mendorong semakin ketatnya persaingan di sektor ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Negara yang bersaing tidak hanya berasal dari negara mayoritas Muslim, tetapi juga minoritas.</p>
<p style="text-align: justify;">Negara-negara ini mencoba memantapkan posisinya sebagai negara dengan gaya hidup halal di berbagai kategori termasuk menciptakan standar baru.</p>
<p style="text-align: justify;">Indonesia bisa menjadi negara tersebut, dengan tidak hanya menjadi pasar tetapi juga menancapkan eksistensinya dengan memproduksi berbagai produk halal.</p>
<ol style="text-align: justify;" start="6">
<li><strong> Popularitas produk berdasarkan generasi meningkat</strong></li>
</ol>
<figure id="attachment_2400" aria-describedby="caption-attachment-2400" style="width: 1004px" class="wp-caption alignnone"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-2400 size-full" src="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/01/generation-marketing-chart.jpg?resize=1004%2C448" alt="" width="1004" height="448" srcset="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/01/generation-marketing-chart.jpg?w=1004&amp;ssl=1 1004w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/01/generation-marketing-chart.jpg?resize=300%2C134&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/01/generation-marketing-chart.jpg?resize=768%2C343&amp;ssl=1 768w" sizes="auto, (max-width: 1004px) 100vw, 1004px" /><figcaption id="caption-attachment-2400" class="wp-caption-text">foto: blog.watermarkadvertising.net</figcaption></figure>
<p style="text-align: justify;">Semakin beratnya brand memihak kepada milenial menimbulkan konsekuensi: ketika brand tidak sanggup bersaing merebut milenial, generasi lain menjadi opsi. Baik itu generasi X, baby boomer, maupun <em>silent generation.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Tidak sebatas pada produk yang memang dibutuhkan generasi tersebut seperti pelayanan kesehatan, tetapi juga industri yang ramai di dunia milenial seperti pariwisata. Mereka akan menawarkan paket wisata yang tentu saja berbeda dengan yang ditawarkan kepada milenial.</p>
<ol style="text-align: justify;" start="7">
<li><strong> Bisnis dengan efek sosial kian melejit</strong></li>
</ol>
<figure id="attachment_2401" aria-describedby="caption-attachment-2401" style="width: 698px" class="wp-caption alignnone"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2401" src="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/01/LI_3.png?resize=698%2C400" alt="" width="698" height="400" srcset="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/01/LI_3.png?w=698&amp;ssl=1 698w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/01/LI_3.png?resize=300%2C172&amp;ssl=1 300w" sizes="auto, (max-width: 698px) 100vw, 698px" /><figcaption id="caption-attachment-2401" class="wp-caption-text">scottpetinga.com</figcaption></figure>
<p style="text-align: justify;">Konsumen yang selalu terkoneksi dan <em>update </em>kegiatan mereka selama 24 jam sehari biasanya mengambil keputusan bersifat emosional.</p>
<p style="text-align: justify;">Kesempatan ini membuat brand mencoba membangun keterikatan dengan konsumen mereka lewat berbagai kegiatan sosial.</p>
<p style="text-align: justify;">Aktivitas sosial tersebut memiliki kemungkinan untuk di<em>share</em> lewat sosial media para konsumen, sehingga keterikatan emosional tersebut bisa mendorong konsumen lain yang tersentuh melakukan hal yang sama, tidak hanya <em>share</em>tetapi juga dalam keputusan pembelian.</p>
<ol style="text-align: justify;" start="8">
<li><strong> Penyedia berbagai atraksi wisata kian bertambah</strong></li>
</ol>
<figure id="attachment_2402" aria-describedby="caption-attachment-2402" style="width: 1024px" class="wp-caption alignnone"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2402" src="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/01/WhatsApp-Image-2017-10-17-at-11.14.291-1024x753.jpeg?resize=1024%2C753" alt="" width="1024" height="753" srcset="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/01/WhatsApp-Image-2017-10-17-at-11.14.291-1024x753.jpeg?resize=1024%2C753&amp;ssl=1 1024w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/01/WhatsApp-Image-2017-10-17-at-11.14.291-1024x753.jpeg?resize=300%2C221&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/01/WhatsApp-Image-2017-10-17-at-11.14.291-1024x753.jpeg?resize=768%2C565&amp;ssl=1 768w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption id="caption-attachment-2402" class="wp-caption-text">foto: wahyutourtravel.com</figcaption></figure>
<p style="text-align: justify;">Dulu atraksi turis hanya sebatas alam. Wilayah dengan alam indah atau budaya unik menjadi sasaran turis. Sekarang tidak lagi, karena kehadiran sosial media.</p>
<p style="text-align: justify;">Platform ini menunjukan bahwa atraksi buatan manusia pun bisa populer asal banyak di<em>share</em> di media sosial.</p>
<p style="text-align: justify;">Bahkan area atau bagian alam yang sebelumnya memang tidak diperuntukan menjadi destinasi wisata, berubah menjadi atraksi menarik turis karena media sosial.</p>
<p style="text-align: justify;">Fenomena ini membuat pertumbuhan akan destinasi baru semakin banyak, penyedia atraksi meningkat, sehingga turis tidak berkumpul di satu titik wisata saja.</p>
<ol style="text-align: justify;" start="9">
<li><strong> Adopsi prinsip Industry 4.0</strong></li>
</ol>
<figure id="attachment_2403" aria-describedby="caption-attachment-2403" style="width: 640px" class="wp-caption aligncenter"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2403" src="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/01/090279700_1527054915-revolusi_industri.jpg?resize=640%2C360" alt="" width="640" height="360" srcset="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/01/090279700_1527054915-revolusi_industri.jpg?w=640&amp;ssl=1 640w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/01/090279700_1527054915-revolusi_industri.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/01/090279700_1527054915-revolusi_industri.jpg?resize=390%2C220&amp;ssl=1 390w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-2403" class="wp-caption-text">foto: liputan6.com</figcaption></figure>
<p style="text-align: justify;">Sebagai rumah bagi populasi startup di Asia Tenggara, dengan empat dari mereka terdaftar sebagai unicorn, Indonesia mulai mengarah ke prinsip Industry 4.0 pada 2018.</p>
<p style="text-align: justify;">Di satu sisi, Indonesia mengikuti jejak negara-negara tetangga. Sementara di sisi lain, Industry 4.0 harus membawa negara dengan kepulauan luas ini menjadi negara berbasis industri. Di pra Industry 4.0, kesulitan terjadi karena aktivitas dan operasional bisnis terkendala luasnya Indonesia yang dibagi banyak laut.</p>
<p style="text-align: justify;">Prinsip Industry 4.0 mencoba mengikis hal tersebut dan menyediakan solusi. Dipromosikan pada 2018, penerapan paham Industry 4.0 ini akan diadopsi oleh lima sektor industri yang menyumbangkan sekitar 60% GDP pada 2019.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam jangka pendek, Indonesia tidak hanya bergabung dengan negara maju untuk mendigitalisasi konsep business to consumer, tetapi juga mendigitalisasi konsep<em> business to business.</em></p>The post <a href="https://indiekraf.com/wah-ini-lho-9-tren-marketing-2019-versi-ima-pelaku-industri-kreatif-wajib-nyimak/">Wah, Ini lho  9 Tren Marketing 2019 Versi IMA, Pelaku Industri Kreatif Wajib Nyimak!</a> first appeared on <a href="https://indiekraf.com">indiekraf.com</a>.]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indiekraf.com/wah-ini-lho-9-tren-marketing-2019-versi-ima-pelaku-industri-kreatif-wajib-nyimak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2394</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ekonomi Kreatif, Solusi Anak Muda Hadapi Era  Industri 4.0?</title>
		<link>https://indiekraf.com/ekonomi-kreatif-solusi-anak-muda-hadapi-era-industri-4-0/</link>
					<comments>https://indiekraf.com/ekonomi-kreatif-solusi-anak-muda-hadapi-era-industri-4-0/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hino Kertapati]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Jan 2019 14:13:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Industri Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[industri 4.0]]></category>
		<category><![CDATA[industri kreatif]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://indiekraf.com/?p=2379</guid>

					<description><![CDATA[<p>Era Indusrtri 4.0 memang sudah tidak bisa dihindari lagi. Suka tidak suka, mau tidak mau, kita semua akan masuk di dalamnya. Lalu apakah yang dapat kita lakukan demi menghadapi era industrialisasi generasi ke empat ini? Bisa jadi memang ekonomi kreatif jadi solusi cerdas dan efektif dalam menghadapi hal ini. Seperti dilansir dari neraca.co.id,  bahwa gelombang &#8230;</p>
The post <a href="https://indiekraf.com/ekonomi-kreatif-solusi-anak-muda-hadapi-era-industri-4-0/">Ekonomi Kreatif, Solusi Anak Muda Hadapi Era  Industri 4.0?</a> first appeared on <a href="https://indiekraf.com">indiekraf.com</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Era Indusrtri 4.0 memang sudah tidak bisa dihindari lagi. Suka tidak suka, mau tidak mau, kita semua akan masuk di dalamnya. Lalu apakah yang dapat kita lakukan demi menghadapi era industrialisasi generasi ke empat ini? Bisa jadi memang ekonomi kreatif jadi solusi cerdas dan efektif dalam menghadapi hal ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti dilansir dari <em>neraca.co.id</em>,  bahwa gelombang industri 4.0 memang akan membawa gelombang perubahan yang fundamental, pada banyak tatanan kehidupan bermasyarakat secara global. Sebut saja bagaimana sekarang anda dengan mudahnya untuk bisa melakukan pemesanan makanan ataupun barang hanya dengan menggunakan ponsel di tangan anda.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal inilah yang kemudian disebut dengan disrupsi. Jika merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) , kata disrupsi ini sendiri bermakna &#8216;mencabut dari akarnya&#8217; atau bahasa gaulnya bisa dibilang &#8216;out of the box&#8217;, atau keluar dari kebiasaan dan tatatan. Hal ini juga yang sedang terjadi dalam dunia perekonomian dunia, dan tentu juga Indonesia.</p>
<figure id="attachment_2385" aria-describedby="caption-attachment-2385" style="width: 723px" class="wp-caption aligncenter"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-2385 size-full" src="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/01/Edy-Cahyono.jpg?resize=723%2C498" alt="" width="723" height="498" srcset="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/01/Edy-Cahyono.jpg?w=723&amp;ssl=1 723w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/01/Edy-Cahyono.jpg?resize=300%2C207&amp;ssl=1 300w" sizes="auto, (max-width: 723px) 100vw, 723px" /><figcaption id="caption-attachment-2385" class="wp-caption-text">Eddy Cahyono Sugiarto, foto: reliji.com</figcaption></figure>
<p style="text-align: justify;">Pemanfaatan &#8216;Artficial Intelegence&#8217; (AI) dan &#8216;human &#8211; machine interface&#8217; , menurut Asisten Deputi Humas Kementerian Negara, Eddy Cahyono Sugiarto menjadi salah satu penyebabnya. Dimana dua faktor tersebut akhirnya menimbulkan &#8216;sharing econnomy&#8217; lintas sektoral.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Merebaknya fenomena sharing economy, menjadikan kreativitas dan inovasi sebagai garda terdepan memenangkan persaingan ekonomi global,&#8221; ungkap Eddy seperti dikutip dari <em>neraca.co.id.</em></p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Era revolusi industri 4.0 menjadikan ekonomi kreatif menjadi salah satu isu strategis yang layak mendapatkan pengarusutamakan sebagai pilihan strategi memenangkan persaingan global, ditandai dengan terus dilakukannya inovasi dan kreativitas guna n menigkatkan nilai tambah ekonomi melalui kapitalisasi ide kreatif,&#8221; lanjutnya.</p>
<figure id="attachment_2386" aria-describedby="caption-attachment-2386" style="width: 600px" class="wp-caption aligncenter"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-2386" src="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/01/0E7MGVYKJR.jpg?resize=600%2C399" alt="" width="600" height="399" srcset="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/01/0E7MGVYKJR.jpg?w=480&amp;ssl=1 480w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/01/0E7MGVYKJR.jpg?resize=300%2C199&amp;ssl=1 300w" sizes="auto, (max-width: 600px) 100vw, 600px" /><figcaption id="caption-attachment-2386" class="wp-caption-text">foto: metrotvnews.com</figcaption></figure>
<h3><strong>Ekonomi kreatif punya sumber tak terbatas</strong></h3>
<p style="text-align: justify;">Menurut Eddy ekonomi kreatif dengan 16 sub sektornya, akan bisa menjadi andalan Indonesia dalam menghadapi era industri 4.0. Hal tersebut tidak lepas dari sumber daya ekonomi kreatif yang terbarukan, yaitu ide dan gagasan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sehingga tentu saja, dengan adanya SDM -SDM yang kreatif, kekuatan ekonomi ini tidak akan pernah habis. Berbeda dengan kekayaan hayati yang perlu waktu untuk terbarukan, bahkan juga tidak bisa terbarukan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ditambahkan Eddy momentum ini tidak boleh sampai lepas. Karenanya diperlukan kerja sama dan kerja keras dari semua lini dan lapisan.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Momentum itu semakin mendapatkan tempat ditengah perkembangan revolusi industri 4.0 dan penggunaan teknologi informasi, karena faktor geografis sejatinya bukan lagi menjadi sebuah penghalang, internet dan teknologi baru lainnya memungkinkan orang-orang dari seluruh dunia untuk berkolaborasi dan bekerja sama memperkuat positioning ekonomi kreatif Indonesia,&#8221; katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Rencana aksi kongkrit layak terus dikembangkan dan didukung seluruh pemangku kepentingan agar manfaat nya dari isu strategis pengembangan inklusif ekonomi kreatif, utamanya dalam membangun kohesi sosial, regulasi, pemasaran, ekosistem dan pembiayaan industri kreatif, dapat memberikan konstribusi positip bagi masa depan pengembangan ekonomi kreatif,&#8221; imbuh Eddy.</p>
<figure id="attachment_2388" aria-describedby="caption-attachment-2388" style="width: 830px" class="wp-caption alignnone"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-2388 size-full" src="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/01/peserta-pameran-industri-kreatif-menunjukan-hasil-kerajinannya-dalam-pameran-_150722195717-165.jpg?resize=830%2C556" alt="" width="830" height="556" srcset="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/01/peserta-pameran-industri-kreatif-menunjukan-hasil-kerajinannya-dalam-pameran-_150722195717-165.jpg?w=830&amp;ssl=1 830w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/01/peserta-pameran-industri-kreatif-menunjukan-hasil-kerajinannya-dalam-pameran-_150722195717-165.jpg?resize=300%2C201&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2019/01/peserta-pameran-industri-kreatif-menunjukan-hasil-kerajinannya-dalam-pameran-_150722195717-165.jpg?resize=768%2C514&amp;ssl=1 768w" sizes="auto, (max-width: 830px) 100vw, 830px" /><figcaption id="caption-attachment-2388" class="wp-caption-text">foto: republika.co</figcaption></figure>
<p style="text-align: justify;">Nah, bagaimana pembaca, apakah anda siap menjadi garda terdepan dalam ekonomi kreatif Indonesia? Karena memang Tanah Air kita dengan berbagai kekayaan budaya dan alamnnya, akan memberikan ciri khas dalam ekonomi kreatif kita dibandingkan dengan negara lain.</p>The post <a href="https://indiekraf.com/ekonomi-kreatif-solusi-anak-muda-hadapi-era-industri-4-0/">Ekonomi Kreatif, Solusi Anak Muda Hadapi Era  Industri 4.0?</a> first appeared on <a href="https://indiekraf.com">indiekraf.com</a>.]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://indiekraf.com/ekonomi-kreatif-solusi-anak-muda-hadapi-era-industri-4-0/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2379</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
