Digital KreatifIndustri KreatifTips Kreatif

5 Plus Minus Jadi Pekerja Remote, Mana Yang Jadi Pilihan Anda?

Bekerja secara remote mulai menjadi tren di kalangan milenial Tanah Air, namun benarkah se-asyik itu?

Remote working atau bekerja secara remote, sudah berkembang di Amerika Serikat dan Benua Eropa pada satu dekade terakhir. Dimana bekerja remote, artinya seorang pekerja, tetap bekerja pada sebuah perusahaan, namun tidak memerlukan kehadirannya secara reguler di kantor. Pekerja bisa melakukan pekerjaannya dari mana saja, dan mengumpulkan hasil kerja dan laporannya secara remote.

Biasanya, sektor teknologi informasi (IT) lah yang banyak disasar untuk bekerja secara remote. Namun dalam perkembangan saat ini, dipicu kemajuan teknologi, banyak sektor – sektor lain yang juga mulai bisa dikerjakan secara remote, seperti desain dan akutansi.

Di Tanah Air sendiri, tren bekerja remote sudah mulai berkembang luas dalam dua hingga tiga tahun terakhir. Dimana, banyak anak – anak muda dari generasi milenial menjadi pelakunnya. Munculnya banyak perusahaan rintisan (startup) berbasis teknologi juga menjadi salah satu pemicunya.

Tapi benarkah, bekerja remote memang menyenangkan dan bisa menjadi pilihan realistis bagi seseorang, khususnya di Indonesia?

Nah, kali ini Indiekraf akan mencoba membahas, seperti apa plus minus menjadi pekerj remote, dan, apakah cocok bagi anda yang baru memasuki dunia kerja? Simak ya gaess!!

Nilai plus bekerja remote

foto: tribunnews.com
  1.  Tak perlu habiskan waktu di jalan 

 

Salah satu keluhan pekerja konvensional dewasa ini adalah, bagaimana mereka terlalu banyak menghabiskan waktu di jalan untuk pergi dan pulang kantor. Jalanan yang macet, seperti di Ibu Kota Jakarta, jelas sudah membuat tenaga dan waktu banyak terbuang sia – sia.

Dengan bekerja secara remote, maka anda tidak akan perlu menghabiskan waktu di jalanan, hanya untuk pergi dan pulang dari kantor. Semua pekerjaan bisa anda kerjakan dari rumah atau mana saja.

Sehingga, anda tidak akan terlalu lelah untuk pulang-pergi ke kantor, serta bisa menghemat tenaha dan uang yang biasa anda gunakan untuk transportasi.

2. Bisa memilih libur semau anda

Pekerja remote memang biasanya tetap diatur jam kerjanya oleh perusahaan yang mengontrak mereka. Namun soal dikerjakan dari mana, mereka tidak pernah peduli. Hal ini membuat anda bisa melakuan liburan sambil bekerja. Tren ini juga dikenal dengan istilah digital nomad.

Sehingga anda bisa saja memilih waktu untuk liburan di luar masa peak season yang biasanya membuat tiket pesawat dan hotel harganya melambung selangit. Selain anda juga bisa liburan lebih tenang, karena bukan dalam bulan – bulan berlibur, yang membuat destinasi wisata sesak dengan pelancong.

3. Bebas memilih gaji 

Bekerja remote, juga bisa membuat kita bebas untuk menentukan berapa gaji/ bayaran yang bisa kita terima dari perusahaan. Karena biasanya, sebelum pada akhirnya anda diterima kerja, akan ada proses nego dengan pihak pemberi kerja.

Selain bekerja dengan ikut pada suatu pekerjaan, para pekerja remote juga bisa bekerja secara freelance. Silahkan manfaatkan situs – situs marketplace lowongan kerja, seperti projects.co.id, sribulancer, atau banyak lainnya, untuk bisa memilih pekerjaan yang cocok dengan skill anda, sekaligus juga dengan gajinya.

4. Punya lebih banyak waktu dengan keluarga

Salah satu keluhan para pekerja kantoran yang sudah berkeluarga saat ini adalah, minimnya waktu yang tersedia bagi anak – anak. Bagaimana tidak, di kota – kota besar dengan tingkat kemacetan yang tinggi, mereka harus pergi kerja di pagi hari, dan pulang ketika malam hari. Kebanyakan waktu hanya dihabiskan dalam perjalanan.

Dengan bekerja secara remote, tentu anda akan bisa memiliki lebih banyak waktu dengan keluarga, dan bisa menghabiskan masa yang lebih berkualitas dengan anak – anak, tanpa harus kehilangan momen – momen berharga mereka.

5. Multi pekerjaan

Salah satu keluhan lain dari kaum pekerja dewasa ini, adalah minimnya pendapatan yang mereka dapat, sehingga tidak bisa mereka pergunakan untuk kepentingan investasi atau menabung. Ingin bekerja di tempat lain, jelas tidak mungkin karena mereka sudah terikat dengan salah satu perusahaan.

Namun, hal ini jelas tidak menjadi masalah bagi pekerja remote, khususnya yang mengambil sektor freelance. Selama memang masih punya tenaga dan pikiran, maka tidak ada yang membatasi mau anda mengambil berapa banyak pekerjaan dalam suatu waktu.

Asal, anda memang siap menhabiskan waktu untuk bekerja, dan siap bertanggung jawab kepada pekerjaan anda. Sehingga tidak mengecewakan klien atau perusahaan yang menyewa jasa anda.

Hal minus dari bekerja remote:

foto: BBC
  1. Bergantung dengan internet

Salah satu syarat wajib bekerja remote adalah anda terkoneksi dengan internet. Apalagi jika anda bukan freelancer, maka perusahaan akan tetap berkewajiban mengontrol anda ketika bekerja. Hal seperti ini, membutuhkan koneksi internet.

Begitu pula, ketika anda menjadi freelancer, maka koneksi internet juga dibutuhkan, ketika anda melakukan interaksi dengan perusahaan, atau juga rekan yang berhubungan dengan pekerjaan yang sedang anda lakoni.

Sayangnya, di Indonesia, belum semua lokasi sudah ter-cover dengan baik oleh jaringan internet. Sehingga, ketika anda memilih berlibur sambil bekerja secara remote, pastikan bahwa destinasi wisata anda memiliki jaringan internet yang baik.

Bagi anda yang masih mau memulai bekerja remote, maka anda harus mempersiapkan kuota internet, untuk terus bisa terkoneksi nantinya ketika sudah memantapkan diri sebagai pekerja remote.

2. Masih belum diterima dengan baik di masyarakat 

Bekerja remote, bagi sebagaian masyarakat Indonesia, khususnya yang ada di daerah masih menjadi hal yang tidak biasa. Sehingga bisa jadi, bagi anda yang bekerja remote, akan mendapat pertanyaan – pertanyaan dari orang di sekitar anda soal pekerjaan.

Karena bagi masyarakat kita, mereka belum terbiasa melihat seseorang dalam usia produktif justru lebih banyak menghabiskan waktu di depan komputer/ laptop, tidak pergi ke tempat kerja, tapi memiliki penghasilan.

Sehingga dengan situasi ini, anda juga harus mempersiapkan diri menghadapi masyarakat dan juga keluarga. Berikan pengertian yang baik kepada mereka, maka niscaya bagaiamana pekerjaan kita dilakukan secara remote akan mulai dipahami dengan baik.

3. Butuh modal 

Bekerja secara remote bisa dibilang tidak gratis, seperti anda bekerja konvensional di sebuah perusahaan yang fasilitasnya sudah diberikan penuh oleh mereka.

Dengan bekerja secara remote, anda diwajibkan memenuhi sendiri fasilitas dan kebutuhan yang mendukung pekerjaan anda nantinya. Minimal seperti laptop dan juga kuota internet.

Tentu, bagi anda yang mau memulai bekerja secara remote, hal semacam ini harus dipersiapkan terlebih dahulu.

4. Tak mendapatkan tunjangan

Salah satu kelebihan, ketika bekerja konvensional di sebuah perusahaan, selain gaji pokok, kita biasanya juga akan mendapatkan berbagai tunjangan, yang disesuikan dengan masa dan prestasi kerja kita. Namun bila bekerja secara remote, hal – hal semacam ini akan sulit didapatkan.

Karena kita bekerja nyaris tidak terikat dengan perusahaan (namun beberapa perusahaan juga bisa terikat), maka pekerja remote, biasanya tidak mendapatkan fasilitas dan tunjangan seperti pekerja yang ngantor alias onsite.

Tapi, sejatinya anda tidak perlu khawatir, karena soal pendapatan, pekerja remote bisa saja mendapatkan gaji atau bayaran yang lebih baik dari pekerja konvensional. Hal ini bergantung kepada bagaimana nego kita kepada perusahaan, dan juga prestasi kita selama ini, sehingga memiliki nilai jual yang tinggi.

5. Tidak ada jaminan hari tua (pensiun) dari perusahaan

Ketika bekerja konvensional, khususnya bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan BUMN, maka salah satu kelebihannya adalah, keberadaan jaminan hari tua, yang diwujudkan dalam dana pensiun, atau juga BPJS Ketenagakerjaan.

Sehingga bagi anda pekerja remote, anda harus pandai dalam melakukan investasi dan tabungan, untuk masa depan kehidupan anda.

Berbagai pilihan investasi juga tersedia, dan bisa anda manfaatkan. Mulai dari reksa dana, emas, property dan lain sebagainnya.

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close
Close