Pelaku Kreatif

Tips untuk Berkarya Dengan Modal Kecil

Ditulis oleh : Risky Danamonika Pratiwi

INDIEKRAF – Kreatifitas masyarakat menjadi penunjang bagi industri kreatif di Indonesia. Kreatifitas harus selalu dikembangkan agar selalu menciptakan inovasi yang baru. Seperti yang dilakukan oleh Ahmad Sholeh, Pria asal Bojonegoro yang berawal dari iseng, menghias toples menjadi lebih menarik, lalu endapatkan omset jutaan rupiah.

Pria ini dapat mengubah bentuk toples biasa menjadi karya yang luar biasa dengan nilai jual yang tinggi.Nama dari kerjainan tersebut adalah ‘Asna Aksesoris’ dengan bentuk yang sangat menarik dan terlihat lebih istimewa.

Menambah beberapa aksesoris pada bagian luar toples,  dengan cara awal melapisi kain flanel dengan berbagai macam warna  besama boneka kecil. Toples yang sudah dihias biasanya digunakan untuk mengemasi cemilan –cemilan dan khusunya pada perayaan hari raya idul fitri.

Hampir setiap hari masyarakat sekitar, tengga desa, kecamatan hinga wilayah kabupaten datang berkunjung hingga membeli atau memesan kerajinan toples tersebut. Usaha ini dimulai sejak 3 tahun yang lalu yaitu pada tahun 2015.

Pada saat diwawancara, Ahmad Sholeh mengatakan Modal awal hanya Rp. 100.000. Saaya tidak menyangka, dari iseng coba-coba usaha ini masih berlangsung sampai sekarang. Selasa(15/5/2018).

Kerajinan ini biasanya disebut dengan flanel  toples karakter. Tidak hanya diminati masyarakat daerah , kini berhasil menyebar di pasar nasional. Ahmad menuturkan, penjualan karya toples hiaas tahun ini sudah sampai luar Pulau Jawa. Di antaranya Pulau Sumatera, Kalimantan, Lampung, Aceh, Sulawesi.

Kerajinan flanel toples karakter, Ahmad menjualnya dengan harga mulai Rp 40 ribu, Rp 70 ribu, Rp 90 ribu bahkan sampai ada harga Rp 250 ribu per buah. Tidak hanya toples, kata dia, dirinya juga membuat kerjainan tangan lainnya. Antara lain tempat minuman, jam hias, daan pensil hias. Berkah dari jerih payahnya, kini dirinya dapat melebarkan usahanya dengan menarik sejumlah karyawan. “Alhamdulillah , sekarang bisa membiyai tiga karyawan. Ketinganya, semua tetangga,” tuturnya.

Pemasaran yang dilakukan oleh dirinya dengan cara mempromosikan hasil karyanya menggunakan media social (medsos) seperti facebook, instagram, serta whatsapp. Dengan media social itulah mengenal dan mengetahui toples flanel terseubt.”Jelang hari raya seperti saat ini, pesanan mulai meningkat,” tutupnya.

Disela itu , Kepala Bidang Kimia Logam Aneka industry dan industri Hasil kerajinan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Siti Mutmainah mengatakan, di era digitalisasi seperti saat ini merupakan peluang bagi para pemilik usaha industry kreatif untuk memanfaatkan kemudahan teknologi informasi sebagai kegiatan promosi.

“Tantangannya pesaingnya akan lebih banyak, sehingga haus mempunyai cirri khas sendiri untuk menarik pembeli,”ungkapnya dalam acar Gatheing UMKM, Bazar dan Seminar Kewirausahaan dengan tema Tantangan dan Peluang UMKM di Era Digital yang bertempat di Gedung Pusat Pengembangan Industri kreatif (PPIK) Jalan Veteran, Bojonegoro.

Setelah berinovasi produk yang dihasilkan bisa dipasarkan dengan adanya bantuan teknologi.  Kemajuan teknologi di Indonesia sangat pesat. Teknologi yang membantu para pelaku industri kreatif dalam memasarkan produknya. Dengan adanya teknologi, dapat memudahkan dan menudukung  para industri kreatif dalam kegiatan berkarya,pemasaran,referensi dan lain-lain. Terutama untuk produk Pria asal Bojonegoro.

Reporter : Tulus Adarrma
Ditulis Ulang oleh : Rizky

sumber gambar :http://flanelluvina.blogspot.co.id/p/blog-page_3296.html

 

Tag
Tampilkan Selanjutnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close