HeritageKreatif Tourism

Wisata Kekinian Kota Malang – Event FAMTRIP Ramadhan ASPERDA 2018

Dipublish oleh : @fikaralbaba, Sumber dari : Cholis / Asperda

INDIEKRAF – Hari ini (23/5) diadakan kegiatan FAMTRIP Ramadhan, yang diadakan oleh ASPERDA ( Asosiasi Pengusaha Rental Daerah ) DPD Malang yang mana tujuan dari FAMTRIP ini adalah mengenalkan kepada anggota asosiasi dan pelaku wisata di malang raya, bahwasanya Kota Malang mempunyai beberapa tempat yang layak di kunjungi, diantaranya ;

Sumber Gambar : Malangvoice.com

1. Museum Mpu Purwa
terletak di Jalan Soekarno Hatta No. 210 Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Lokasi museum ini berada di lingkungan Perumahan Griya Shanta, belakang RSUB, buka setiap hari dan jam kerja.
Koleksi benda purbakala yang disimpan di Museum Mpu Purwa berasal dari masa pra sejarah hingga masa sejarah, yaitu masa Hindu-Buddha.  Peninggalan yang berasal dari masa pra sejarah berupa batu pelor, batu gores dan batu lumpang. Batu gores ditemukan di bibir Sungai Metro yang berada di wilayah Tlogomas.
Peninggalan lainnya adalah arca Ganesha Tikus yang berasal dari Kerajaan Kediri. Arca Ganesha Tikus menjadi peninggalan teristimewa di museum ini dari benda-benda lainnya karena konon arca Ganesha ini hanya terdapat di Museum Mpu Purwa. Ada arca Siwa, Brahma, Durga, dan Bodhisatwa.

Sumber Gambar : Glintung Go Green

2. Glintung Go Green ( 3 G )
Gerakan 3G dimulai dengan kegiatan sederhana, yaitu penghijauan lingkungan yang diluncurkan pada bulan Pebruari 2012.
Secara umum visi dan misi Glintung Go Green (3G) ini adalah ; Pembinaan Generasi muda, Pembinaan Sosial ekonomi Masyarakat, gerakan bisnis hijau, dan gerakan menabung air.
Tempat ini memang sekarang menjadi jujukan rata2 dinas diluar malang raya untuk melakukan kunjungan, ada kontribusi tentunya, untuk bisa melakukan kunjungan ke sini,
Bila mau kesini bisa menghubungi
Mb anggi : ‭+62 812 4962446‬

3. Kampung Wisata Tempe Sanan
Tempe Sanan yang merupakan makanan khas Kota Malang nampaknya dari dulu hingga sekarang selalu menarik perhatian. Apalagi rasa tempe sanan yang begitu merakyat sudah terkenal karena kelezatannya sejak dulu. Bukan hanya tempenya saja, namun yang selalu diburu para wisatawan adalah oleh-oleh khas Malang yang tak asing lagi, yaitu keripik tempe Sanan atau keripik tempe Malang. Hal ini terlihat dari banyaknya kunjungan ke Kampung Sanan, mulai kunjungan dalam rangka studi banding, penelitian, hingga kunjungan wisata ke Kampoeng Sanan.
Sejak dibentuknya Paguyuban Pengrajin Tempe dan Keripik Tempe Sanan beberapa waktu yang lalu, sudah beberapa kali Paguyuban melayani kunjungan ke kampung Sanan, mulai dari Instansi Pemerintahan, Sekolah, hingga Kelompok Kerja dari daerah lain. Umumnya mereka ingin mengetahui lebih jelas dan detail tentang proses pembuatan tempe dan proses pembuatan keripik tempe Sanan.
Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi
Mas kurniawan : ‭0896 14172355‬

4. Masjid Agung Jami Malang
Masjid Agung Jami’ Malang didirikan pada tahun 1890 M di atas tanah Goepernemen atau tanah negara sekitar 3.000 m2. Menurut keterangan yang saya dapatkan dari pengurus masjid, Masjid Agung Jami’ dibangun dalam dua tahap. Tahap pertama dibangun tahun 1890 M, kemudian tahap kedua dimulai pada 15 Maret 1903, dan selesai pada 13 September 1903. Bangunan masjid ini berbentuk bujursangkar berstruktur baja dengan atap tajug tumpang dua, dan sampai saat ini bangunan asli itu masih dipertahankan keberadaannya.
Dari bentuknya, Masjid Agung Jami’ Malang mempunyai dua gaya arsitektur, yaitu arsitektur Jawa dan Arsitektur Arab. Gaya arsitektur Jawa terlihat dari bentuk atap masjid bangunan lama yang berbentuk tajug. Sedangkan gaya arsitektur Arab terlihat dari bentuk kubah pada menara masjid dan juga konstruksi lengkung pada bidang-bidang bukaan pintu dan jendela.
Bangunan Masjid ini di topang oleh empat sokoguru utama yang terbuat dari kayu jati dan 20 tiang yang bentuknya dibuat mirip dengan 4 kolom itu, dibangun dengan penuh tirakat dan keihlasan para pendirinya dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT. Meski Takmir Masjid Agung Jami’ Malang melakukan renovasi terhadap bangunan masjid bangunan asli masjid tetap dilestarikan.

5. Gereja Immanuel
Berdiri sejak tahun 1861, membuat GPIB Immanuel menjadi gereja tertua di Malang. Untuk melakukan renovasi terhadap gereja ini dibutuhkan izin dari Pemerintah Kota Malang, karena GPIB Immanuel termasuk salah satu cagar budaya yang dilindungi.
Tidak mengherankan jika arsitektur bagian dalam dan luar gereja ini masih sama seperti gereja-gereja umat Kristiani pada zaman penjajahan Belanda dahulu. Di dalamnya, hanya ada tempat duduk jemaat dan mimbar saja. Gereja ini telah mengalami beberapa kali renovasi, di antaranya pada tahun 1912 dan 2005 silam. Tempat beribadah kaum Kristiani ini masih kokoh berdiri hingga kini dan mampu melayani sekitar 1.200 jemaat yang selalu memadati tempat ibadah ini setiap pekan.
Selain itu, GPIB Immanuel juga menyimpan dua Alkitab kuno yang usianya hampir 400 tahun. Alkitab-alkitab kuno itu tersimpan rapi di sebuah lemari di dalam gereja. Alkitab yang memiliki tahun cetak 1618 itu masih utuh dan dapat dibaca jelas. Dua Alkitab itu memiliki sampul dengan bahan kulit dan dilengkapi dengan pengait sampul depan dan belakang yang terbuat dari besi.
Konon berat masing-masing Alkitab ini hampir mencapai lima kilogram dan memiliki ketebalan sekitar sepuluh centimeter.

Sumber Gambar : Save Malang Heritage

6. Kampung Heritage Kayoetangan
Kampung kayutangan adalah salah satu kawasan yang bersejarah di kota Malang, pada era kolonial Belanda, kawasan ini menjadi pusat bisnis yang hingga sekarang masih bertahan.
Banyak bangunan bangunan peninggalan Belanda yang tetap dipertahankan bentuk aslinya, antara lain saluran irigasi, pasar krempyeng, makam mbah Honggo dll,
Untuk bisa mengunjungi kampung ini, pengelola menyediakan beberapa paket, dimana paket tsb akan memberikan banyak pengetahuan dan tentunya akan membawa kita ke jaman kolonial.
Untuk bisa ke tempat ini bisa menghubungi :
Mas rizal : 081334563113
Bu mila : 082331862720

7. Kampung wisata Topeng
Berawal dari program kemensos RI yaitu program Desaku Menanti, kampung topeng malangan di buat supaya dapat membantu perekonomian warganya.
Terletak di dusun Baran, kelurahan Tlogowaru, kec Kedung kandang, dibangun di atas lahan 900m2 milik pemkot malang.
Dengan simbol 2 patung Raksasa topeng malangan yaitu Panji Asmoro Bangun dan Dewi Sekartaji sebagai icon, diharapkan dapat meningkatkan ekonomi warga kampung topeng sehingga tidak bergantung pada orang lain dan tidak kembali mengemis atau menggelandang di jalan, untuk bisa ke tempat ini bisa menghubungi :
Ibu Metha : 081233634748
Mas udin : 089505710772

Sumber Gambar : Terakota.id

8. Makam Kyai Ageng Gribig
Komplek makam yang memiliki potensi wisata yang bernilai historis dan religius yang menarik,tak hanya makam sosok ki Ageng / kyai Ageng Gribig, disini pula terdapat makam para mantan bupati Malang yang memerintah pada akhir abad XIX hingga awal XX.
Untuk mengetahui informasi lebih lengkap bisa menghubungi sekretariat kampung religius Gribig di 081 816 555 341 atau 081 330 204 784.

Jika ke Malang, jangan lupa berkunjung ke kawasan kreatif dan bersejarah di Kota Malang ya Guys ..

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close