Aplikasi Digital dan GameDigital KreatifIndustri KreatifKabar KreatifKota Kreatif

Mengenal TRON Aplikasi Yang Siap Kawal Angkot Kota Malang

Pemkot Malang Pilih Penyedia Aplikasi Asal Tangerang Banten Untuk Modern kan Angkot

INDIEKRAF.COM – Pemerintah Kota Malang mencoba merevolusi wajah industri angkutan masal, khususnya angkot. Upaya terbaru yang dilakukan Pemkot Malang untuk bisa mendekatkan angkot dengan dunia digital, adalah dengan menggandeng aplikator asal Jakarta TRON.  Rencana aplikasi yang juga sudah diadopsi oleh angkot di Bekasi tersebut, akan segera diujicoba di Kota Pelajar ini.

Seperti dilansir dari Antaranews.com, kepastian TRON akan menjadi rekanan Pemkot Malang, disampaikan Walikota Malang Sutiaji dalam penandatanganan MOU dengan TRON pada 26 November 2019 di Ruang Rapat Walikota Malang.

Menurut Sutiaji, pihaknya akan lebih dahulu melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat dan para sopir serta pemilik angkot, sebelum secara resmi menjalankan aplikasi milik PT Teknologi Rancang Olah Nusantara tersebut.

Sutiaji berharap, kehadiran TRON akan menjadi solusi dari kemacetan, dan juga mengembalikan posisi angkot di hati masyarakat, yang selama ini dinilai sudah mulai terpinggirkan sejak kehadiran berbagai angkutan berbasis online.

“Diharapkan ini (TRON) bisa membantu mengurai masalah kemacetan, karena segala sesuatunya jadi bisa lebih terukur,” tutur Sutiaji dikutip dari Antaranews,com. 

Lalu seperti apakah kinerja TRON nantinya ketika berkolaborasi dengan angkot di Kota Malang?

foto: dokumen TRON via Kompas.com

Sutiaji menyebutkan, bahwa TRON akan diujicobakan di Kota Malang selama satu tahun, dimulai pada April 2020 mendatang. Nantinya, tidak akan semua angkot diwajibkan menggunakan TRON, akan tetapi diberikan kepada angkot yang mau menggunakan aplikasi yang berbasis pada sistem pembayaran dan halte virtual tersebut.

“Ini sifatnya memberikan pilihan kepada supir angkot. Bagi yang mau silahkan, bagi yang tidak juga tidak ada paksaan,” ucap mantan Wakil Walikota Malang tersebut.

Sementara dinukil dari Kompas.com, Direktur Utama PT TRON David Santoso memastikan bahwa perusahaannya siap membantu permasalahan transportasi di Kota Malang. Khususnya bagaimana agar angkot kembali jadi primadona moda transportasi masyarakat di kota yang terkenal dengan udara dinginnya tersebut.

Bagi masyarakat di Malang yang nantinya berminat menggunakan TRON, David menjelaskan, bahwa mereka cukup mengunduh aplikasi TRON terlebih dahulu di Playstore untuk pengguna Android, serta juga tersedia untuk pengguna iOS.

Setelah mengikuti prosedur pendaftaran, pengguna selanjutnya akan diarahkan ke halte virtual terdekat dengan mereka untuk bisa mendapatkan layanan angkot yang diinginkan, tanpa menunggu terlalu lama.

“Dengan angkot TRON, si driver ini bergerak sesuai dengan permintaan dari penumpang kemudian dia akan mengantarkan. Jadi, tidak ada lagi namanya ngetem,” ujar David dalam keterangannya, disadur dari Kompas.com.

Dikutip dari situs resminya, TRON sendiri merupakan aplikasi transportasi yang saat ini beroperasi di wilayah Bekasi, dengan menggunakan unit angkutan dan juga bus kota. Di Bekasi, perusahaan digital yang beralamat di Tangerang Banten ini beroperasi di dua rute bus Patriot (koridor 2 dan 3) dan juga dua trayek angkot (K11A dan K11B).

Jadi Kejutan Untuk Ekosistem Digital Malang?

Sumber: SuryaTribunnews.com

Keputusan Pemkot Malang menggandeng TRON sendiri cukup mengejutkan. Karena sejatinya, sejak pertengahan tahun 2019, Kota Malang sudah mendapatkan gelar Kota Kreatif dengan sub sektor andalan gim dan aplikasi oleh Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), yang kini sudah menjadi satu dalam Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Dimana, dalam keterangannya Walikota Malang Sutiaji mengatakan bahwa prestasi tersebut disabet atas kolaborasi Pentahelix di Kota Malang. Ia memposisikan, bahwa Kota Malang menjadi dapur gim dan app Indonesia dan Dunia, karena itu Sutiaji juga sempat melontarkan pernyataan bahwa Smart City Malang memerlukan dukungan dari seluruh stake holder, khususnya para pelaku dari dunia app dan gim.

“Tentu saya berharap agar para pelaku ekonomi industri digital kreatif terus aktif berkolaborasi dalam membangun dan memajukan teknologi di Kota Malang. entunya untuk meraih hal tersebut, banyak sekali tantangan dan tugas yang harus dikerjakan oleh para stakeholder. Akan tetapi mereka sangat optimis, hal tersebut dikarenakan terciptanya kolaborasi antar praktisi, akademisi, pebisnis, serta dukungan dari pihak pemerintah,” tegas Sutiaji seperti dilansir dari Malang Times.

Tag
Tampilkan Selanjutnya

Artikel terkait

Back to top button
Close
Close