Acara KreatifDesain Komunikasi VisualIndustri KreatifMbois MediaOpini KreatifPelaku Kreatif

Akroma Studio Dukung Perkembangan Ekosistem Desain di Kota Malang

Indiekraf.com – Kota Malang sudah terbukti memiliki ekosistem yang mampu mendukung kreativitas masyarakat. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan Kukuh Anjasmara, seorang desainer asal Bekasi sekaligus founder dari Akroma Studio yang memilih untuk berkarir di Kota Malang.

Dalam acara Malang Good Works Podcast #23, Kukuh menceritakan pengalamannya selama berkarir di Bumi Arema. Mahasiswa lulusan Desain Komunikasi Visual Universitas Brawijaya tersebut mengaku bahwa Kota Malang memiliki potensi yang besar untuk bisa berkembang menjadi kota-kota maju lainnya seperti Jakarta, Bandung, atau Surabaya.

Baca juga Winnie Aoki, Desainer Indonesia yang Berhasil Go International!

“Malang sangat nyaman, dari segi kota dan orang-orangnya juga. Saya pengen kalau dari rumah ke kantor itu dalam keadaan nyaman. Kalau di Jakarta, dari rumah ke kantor sudah stress karena jalanan Jakarta yang macet. Belum lagi waktu pulang yang harusnya istirahat, juga bisa stress karena kena macet juga,” jelas Kukuh.

Namun memang, masih banyak PR yang harus dibenahi untuk menuju kesana. Menurut Kukuh, ekosistem desain di Malang masih belum terbentuk dengan baik, meskipun arah menuju ke sana sudah mulai berjalan. Salah satu penyebabnya adanya kurangnya literasi desain. Oleh karena itu, dirinya memberanikan diri untuk membangun studio desain miliknya yaitu Akroma Studio sebagai salah satu upaya untuk mendukung ekosistem desain di Malang.

Bersama Akroma Studio, Kukuh dan tim memiliki tujuan mulia yaitu membantu melakukan edukasi desain terhadap masyarakat yang ada disini. Hal tersebut dilakukan karena Kukuh mengaku bahwa project yang dia dapatkan dari Malang masih sangat kecil. “Pada awal bangun Akroma, kita masih mengedukasi banyak orang untuk mengerti apa itu branding,” ujarnya.

Baca juga Desain Logo Itu Investasi Jangka Panjang Untuk Bisnis

Ekosistem desain yang masih belum terbentuk dengan sempurna ini tentunya memberikan dampak bagi Kukuh dan para desainer lainnya yang ada di Malang. “Dari segi pendapatan masih sangat jauh dari Jakarta yang sudah terbentuk ekosistemnya dengan baik,” jelasnya. Oleh karena itu, agar Akroma dapat bertahan, Kukuh dan tim mencoba untuk mencari project dari luar Malang. “Sebanyak mungkin kita harus bisa dapet banyak project di Jakarta dan dibawa ke Malang,” tambah Kukuh.

Kukuh ingin setiap tim yang bekerja di Akroma bisa mendapatkan bayaran seperti di Jakarta. Dirinya berharap bahwa para desainer yang ada di Malang juga dapat berkolaborasi bersama untuk memajukan ekosistem desain. Tantangan kita di Malang adalah kita harus ikut serta untuk berkolaborasi membangun ekosistem malang agar bisa sekelas Bandung, Jakarta, dan Surabaya.

Penulis: Achmad Faridul Himam

Related Articles