Aplikasi Digital dan GameDigital KreatifIndustri KreatifKabar Kreatif

Covid Merajai Usia Produktif, Pemkot Depok Siapkan Inovasi Berbasis Aplikasi

Indiekraf.com – Pada 1 Desember 2020 lalu, Tim Task Force Jawa Barat di Kota Depok melakukan evaluasi ketiga dalam pelaksanaannya. Hasil dari evaluasi tersebut pun kurang menyenangkan dengan fakta bahwa kasus COVID-19 kini banyak menyerang usia produktif di Kota Depok. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok pun sigap menyiapkan inovasi dengan basis aplikasi!

Evaluasi tersebut dihadiri oleh Direktur Kesehatan Keluarga, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kepala Dinkes Kota Depok, RS Universitas Indonesia, Kepala Bidang Penanggulangan Bencana BPBD Kota Depok. Data yang didapatkan selama evaluasi adalah dominasi COVID-19 yang menyerang usia produktif dengan presentasi mencapai 73,86%. 

Baca Juga Handbook Pariwisata dari Kemenparekraf Segera Terbit

Berkaitan dengan kenaikan kasus Corona di Kota Depok, Pihak Kadinkes Kota Depok, Novarita memaparkan strategi penanganan COVID-19. Selain dengan penerapan prevent, detect, respond dan manajemen gugus tugas, Kota Depok telah memiliki beberapa upaya inovasi. Pertama, Pemkot Depok melakukan pembangunan  aplikasi Picodep yang bisa memudahkan pencatatan dan pelaporan kasus dengan keterangan nama dan alamat atau by name by address (BNBA). Tak hanya itu, mereka juga membangun aplikasi dengan nama Kampung Siaga COVID (KSC) -19. Aplikasi ini diharapkan mampu mempermudah proses diseminasi informasi COVID-19 bagi masyarakat. Penyebaran informasi dengan mengoptimalisasi berbagai media yang dimiliki Pemerintah Kota pun menjadi sasaran untuk bisa memberi informasi yang tepat dan akurat bagi masyarakat. Media tersebut mencakup media massa, media luar ruang maupun media sosial.

“Segala upaya penurunan kasus terus kami tingkatkan dan berkoordinasi dengan K/L lain di Kota Depok, per 15 September 2020 SDM nakes maupun non nakes yang  terlibat dalam penanganan COVID-19 sebanyak 4.966, kami harapkan juga masyarakat tetap terus menerapkan 3M dalam kesehariannya” ujar Novarita, dikutip dari situs Sehat Negeriku milik Kementerian Kesehatan.

Meski dibantu dengan beberapa aplikasi yang disiapkan oleh Pemkot Depok, Cut Putri Ariane sebagai Direktur P2PTM menegaskan bahwa upaya peningkatan kesembuhan harus bersamaan dengan upaya penurunan kematian. Pemerintah Daerah juga diminta untuk mendorong Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) tetap membuka pelayanan esensial serta menerapkan protokol kesehatan denga ketat. 

Tampilkan Selanjutnya

Artikel terkait

Back to top button