Aplikasi Digital dan GameDigital KreatifIndustri KreatifKabar Kreatif

Data Pengguna Facebook Bocor, Kabarnya Hingga Jutaan!

Indiekraf.com – Alon Gal sebagai salah satu peneliti keamanan belum lama ini mengungkapkan berita menghebohkan. Ia menemukan adanya seorang pengguna dalam forum dark web yang menjajakan kumpulan data hasil retasan yang diduga berasal dari pengguna Facebook. Data pengguna Facebook bocor ini tentu membuat banyak orang resah. Kok bisa, ya?

Data Pengguna Facebook Bocor dengan Jumlah Hingga Ratusan Juta

Temuan dari Alon Gal yang merupakan peneliti keamanan diduga merupakan data dari Facebook. Hal ini ditemukan oleh mereka dalam suatu forum dark web dimana isinya menjajakan beberapa data hasil peretasan di bulan Januari. Tak kalah mengejutkan, isi data tersebut merupakan data pengguna Facebook yang jumlahnya hingga 533 juta dari seluruh dunia.

Sebagai rincian, diduga sebagian besar data pengguna tersebut berasal dari Amerika Serikat (AS) dan Inggris. Sebesar 32 juta pengguna yang berada di AS dan 11 juta pengguna berasal dari Inggris diduga mengalami kebocoran data.

Kebocoran Data Terjadi di Beberapa Negara Selain AS dan Inggris

Data pengguna Facebook bocor tak hanya terjadi di Amerika Serikat dan Inggris saja nih. Data pengguna yang berasa Uni Emirat Arab bocor hingga berjumlah 6,9 juta data pengguna. Sedangkan dari India dan Indonesia, masing-masing berjumlah 6,1 juta dan 130.331 data pengguna yang mengalami kebocoran.

Alon Gal sendiri mengatakan bahwa diprediksi peretas ini tengah memanfaatkan kerentanan yang ada di aplikasi Facebook. 

Tidak Semua Data Pengguna Facebook Bocor

Kebocoran data ini diduga akibat adanya kerentanan yang ditemukan di aplikasi Facebook pada bulan Agustus 2019 silam. Akan tetapi, Alon Gal mengklaim bahwa pengguna baru maupun pengguna yang sudah mengubah bagian penting sejak perbaikan tersebut tidak akan terpengaruh oleh kebocoran ini.

Facebook juga digadang tak mampu berbuat banyak atas kejadian ini. Data yang sudah terlanjur beredar hingga kerentanan yang terkait tak lagi menjadi masalah saat ini. Akan tetapi, media sosial bisa menjadi platform untuk memberitahu penggunanya yang terpengaruh kebocoran data ini. Hal ini diharap mampu menjadi langkah agar pengguna bisa waspada terhadap kemungkinan adanya panggilan spam dan penipuan.

Related Articles