FesyenIndustri Kreatif

Daur Ulang Limbah Fashion, MODENA Ajak Donasi Pakaian Bekas!

Indiekraf.com – MODENA yang terkenal sebagai brand peralatan rumah tangga Indonesia kini mengeluarkan inovasi terbaru. Mereka mengajak masyarakat untuk daur ulang limbah fashion dengan mendonasikan pakaian bekas. Menjaga lingkungan adalah salah satu kampanye yang mereka usung dengan tajuk ‘MODENA for Earth’. Seperti apa ya kampanye yang mereka bawa saat ini?

Daur Ulang Limbah Fashion, MODENA Ajak Donasi Pakaian Bekas!

Kampanye MODENA dengan tajuk ‘MODENA for Earth’ kini sedang ramai di media sosial. Hal ini mereka bawa untuk menanamkan kepercayaan agar masyarakat bisa ikut menjaga lingkungan. Mereka juga mengajak untuk mengurangi pemanasan global yang bisa dimulai dari hal kecil. Karena jika dilakukan bersama-sama, langkah kecil pun bisa memberi efek yang besar.

Menurut data yang mereka bawa, per-tahunnya ada sekitar 90 ton tekstil di seluruh dunia yang menjadi limbah. Terbuang sia-sia, limbah tekstil tersebut pun terbilang besar jumlahnya. “Sebagai salah satu poin utama pada acara MODENA for Earth di Hari Bumi kemarin, MODENA merespon issue tersebut dengan menggandeng Setali Indonesia dan meluncurkan kampanye ‘Re-styling The Future’ untuk mendukung pengurangan limbah tekstil agar tidak menjadi sampah,” jelas Bagus Prastowo selaku Direktur MODENA pada Selasa (23/11).

Berkolaborasi dengan Setali Indonesia 

Kali ini, MODENA berkolaborasi dengan Setali Indonesia untuk melakukan daur ulang limbah fashion. Dengan tujuan memperpanjang umur pakaian, mereka mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadarannya akan masalah limbah tekstil. Nantinya, limbah tersebut akan menjadi barang baru yang berguna. 

Setali Indonesia sendiri adalah komunitas nirlaba yang sudah ada sejak tahun 2018. Mereka memiliki fokus untuk memperpanjang umur pakaian dengan metode upcycling. Andien Aisyah sebagai Co-Founder & Advisor Setali Indonesia memberikan keterangannya tentang upcycling. “Selain aktif dalam kegiatan daur ulang, kami juga aktif dalam melakukan sosialisasi dan mengedukasi masyarakat luas akan pentingnya pengolahan limbah tekstil, decluttering, ethical fashion, sampai cara memilih bahan kain yang lebih sustainable,” jelasnya.

Baca Juga ESMOD Jakarta Bikin Creative Show Berkonsep Fashion dan Art

Malang Fashion Week Virtual, Langkah Pasti Angkat Dunia Fesyen di Tengah Pandemi

Related Articles