
Indiekraf.com – Di tengah gaya hidup serba digital, menemukan ruang untuk membaca buku secara santai menjadi hal yang semakin jarang. Namun di Malang, hadir sebuah komunitas yang menawarkan pengalaman berbeda dalam menikmati literasi. Jika biasanya akhir pekan dihabiskan untuk sekadar jalan-jalan, kini muncul komunitas Duduk baca yang mengajak masyarakat untuk mencintai buku kembali. Gerakan ini bukan sekadar lapak baca biasa, alih-alih berada di dalam perpustakaan formal, mereka justru menghadirkan lapak baca gratis di ruang terbuka. Dengan mengubah taman kota menjadi ruang literasi, siapa pun bisa datang, duduk, dan membaca bersama.
Bermula dari Keinginan Punya Teman Membaca
Duduk Baca bukan lahir dari program besar atau agenda formal. Komunitas ini tumbuh dari niat yang sederhana yaitu ingin punya teman untuk membaca bersama. Dari situlah segalanya bermula, dan kini Duduk Baca sudah berkembang menjadi komunitas dengan lebih dari 28.000 followers di Instagram dan ratusan anggota aktif yang rutin hadir setiap minggunya.
Pelan-pelan duduk baca bukan hanya sekedar membaca dan berbagi cerita, tetapi juga mengadakan banyak acara yang seru. Komunitas ini bahkan sudah hadir tidak hanya di Malang, tetapi juga di Tanjung Selor, membuktikan bahwa semangat literasi mereka terus menyebar ke berbagai penjuru.
Sumber Foto: Instagram @dudukbaca
Ruang Literasi yang Terbuka untuk Semua
Salah satu daya tarik utama Duduk Baca adalah koleksi bukunya yang terus bertumbuh, saat ini sudah mencapai lebih dari 200 judul buku yang bisa dipinjam secara gratis. Mekanismenya pun mudah. Kamu cukup mengisi daftar hadir, menyerahkan kartu identitas sebagai jaminan, lalu pilih buku yang ingin kamu baca.
Komunitas Duduk Baca hadir setiap hari Minggu dengan menggelar lapak baca gratis di berbagai titik publik, seperti Alun-Alun Kota Malang dan Taman Merjosari. Waktu peminjaman berlangsung selama lapak masih buka, yaitu mulai pukul 15.30 hingga 17.30 WIB. Duduk Baca berhasil menarik minat mulai dari anak-anak, mahasiswa, hingga orang dewasa. Dengan demikian, literasi tidak lagi terasa membosankan, melainkan menjadi bagian dari gaya hidup urban yang santai.
Lebih dari Sekadar Lapak Buku
Duduk Baca juga terus berinovasi dengan menghadirkan berbagai produk kreatif untuk mendukung keberlanjutan komunitas mereka. Melalui Kedai Dubi, mereka merilis merchandise unik seperti pembatas buku (bookmark), stiker lucu bertema “Little Meow Things”, hingga gantungan kunci. Hal ini tentu saja menjadi daya tarik tersendiri bagi para Bacawan yang ingin mengoleksi pernak-pernik estetik.
Selain menggelar lapak, komunitas ini juga aktif mengadakan sesi berbagi cerita dan diskusi buku secara santai. Strategi ini sangat efektif untuk membangun jaringan antar pecinta buku di Malang agar mereka bisa saling bertukar pikiran. Jadi, Duduk Baca tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga berhasil membangun ekosistem komunitas yang sangat solid dan hangat.
Pantau terus agenda mereka di Instagram @dudukbaca agar kamu tidak ketinggalan lokasi dan jadwal lapak mingguan mereka!
Baca Juga:




