Aplikasi Digital dan GameDigital KreatifIndustri Kreatif

Industri Game Selama Pandemi Makin Diminati, Apa Alasannya?

Indiekraf.com – Pandemi COVID-19 hingga saat ini nyatanya masih belum kunjung ‘pergi’ dari dunia. Hal ini tentu berdampak besar pada kegiatan masyarakat sehari-hari. Fakta unik lainnya, ternyata industri game selama pandemi kini semakin diminati lho. Kira-kira kenapa ya? Apakah ada alasan spesifik tentang fenomena ini?

Industri Game Selama Pandemi Makin Diminati, Apa Alasannya?

Adanya pandemi COVID-19 ternyata berdampak besar terhadap kegiatan keseharian masyarakat. Hal ini juga berdampak terhadap industri game selama pandemi. Dilansir dari App Annie, tergambar jelas adanya data mengenai peningkatan industri game seluler di masa pandemi.

Mereka menuliskan laporan di dengan tajuk ‘2021 Mobile Gaming Tear Down: Key Trends on Subgenres, Monetization & User Acquisition. Laporan ini menjelaskan adanya data terkait di seluruh dunia saat memasuki fase baru dari pandemi COVID-19.

Industri Game Selama Pandemi Membuka Peluang Besar

Sam Yang selaku SVP Global Field Operations App Annie menjelaskan adanya pertubuhan besar dalam industri permainan dalam setahun terakhir. “Game seluler telah mengalami pertumbuhan besar selama setahun terakhir, menciptakan peluang besar,” jelasnya. Laporan ini juga terbantu oleh adanya App Annie Game IQ yang merupakan alat kecerdasan gim seluler. 

Alat ini diklaim memiliki tingkat klasifikasi gim yang sangat rinci. “Karena preferensi konsumen dalam subgenre terus berkembang pesat, hal ini menjadi lebih penting dari sebelumnya untuk mengetahui apa yang sedang tren di sekitar,” jelas Yang. Contohnya adalah gim sosial seperti Among Us yang menjadi tren selama pandemi. App Annie akan berperan memperbarui taksonominya untuk mencerminkan pasar gim tersebut dengan kategori tertentu.

Dimulai dari Awal Pandemi (Maret 2020)

Selama pandemi, tren permintaan dari gim seluler terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data dari App Annie, unduhan gim mingguan pertama kali bisa mencapai angka 1 miliar di Maret 2020 lalu. Sejak saat itu, perkiraan angka tersebut tetap pada level tersebut. Tidak ada juga tanda perlambatan dalam pengeluaran. 

Hal tersebut berarti konsumen bisa menghabiskan banyak ‘budget’ dalam industri game selama pandemi. Pada paruh pertama tahun 2021, konsumen bahkan bisa menghabiskan US1,7 miliar per minggu untuk gim seluler. Angka tersebut naik sekitar 40 persen dari pengeluaran sebelum pandemi.

Baca Juga Sukses Wakili Indonesia di Gamescom 2021, Satriver Studio Punya Cita-Cita Mulia

Related Articles