Aplikasi Digital dan GameDigital KreatifIndustri KreatifInsightOpini Kreatif

Jangan Sembarangan Sebar Foto KTP Agar Tidak Jadi Korban Pinjaman Online

Indiekraf.com – Penipuan secara online saat ini sedang sering terjadi di Indonesia. Banyak masyarakat yang mudah tergoda dengan tawaran dan omongan manis para penjahat siber tidak bertanggung jawab tersebut. Salah satu kasus yang sering terjadi adalah pinjaman online.

Pinjaman online memang saat ini sedang digemari banyak masyarakat. Prosesnya yang mudah dan waktu pencairan dana yang juga cepat membuat banyak masyarakat berlomba-lomba meminjam uang disana. Namun sayangnya, dibalik semua kemudahan tersebut, terdapat penjahat siber yang tidak bertanggung jawab dengan memalsukan identitas untuk mengajukan pinjaman menggunakan data palsu.

Baca juga Mau Mulai Buka Usaha? Inilah 5 Cara Yang Bisa Anda Tempuh Untuk Mendapatkan Modal Awal

Ketika penjahat siberberhasil mendapatkan identitas penting seperti KTP orang lain, maka mereka bisa memanfaatkan data tersebut untuk membuka pinjaman online palsu. Sehingga, pemilik asli KTP bisa saja ditagih oleh pihak pinjaman online, padahal mereka tidak pernah merasa meminjam uang. Bahkan ketika mereka bisa mendapatkan nama ibu, maka mereka bisa saja membobol rekening bank.

Para penjahat siber bisa membuat pinjaman online palsu hingga membobol bank (Foto via Pixabay)
Para penjahat siber bisa membuat pinjaman online palsu hingga membobol bank (Foto via Pixabay)

Oleh karena itu, dikutip dari cnnindonesia.com, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri mengingatkan agar masyarakat tidak sembarangan memberikan data pribadi seperti foto atau nomor KTP kepada orang lain agar data tak disalahgunakan untuk pinjaman online fiktif hingga membobol rekening pribadi.

Baca juga Genap Berusia 2 Tahun, PDaja.com Terus Berkomitmen Berikan Layanan Pinjaman Mudah

Lalu, bagaimana caranya untuk menjaga data pribadi agar tidak disalahgunakan? Analis dark web Simon Migliano menyarankan agar masyarakat menerapkan prinsip hati-hati dan skeptis ketika menggunakan internet. “Kuncinya adalah sadar dengan kebiasaan online dan mengurangi risiko dan sigap ketika terjadi sesuatu. Lebih cepat mengatasi data pribadi yang diretas, akan lebih mudah dan tidak terlalu menyakitkan hasilnya,” ujar Migliano.

Selain itu, perthatikan juga siapa yang meminta data. Pastikan terlebih dahulu apakah aplikasi pinjaman online ini sudah terdaftar di OJK untuk keamanan. Sehingga, tetap berhati-hatilah ketika mendpat pesan dari nomor dan orang asing yang meminta data pribadi seperti nama, nomor KTP, KK, hingga nama ibu.

Referensi

[1] Sembarang Beri Foto KTP, Bisa Jadi Korban Pinjol Fiktif

Tampilkan Selanjutnya

Artikel terkait

Back to top button