Acara KreatifDesain ProdukDigital KreatifFesyenIndustri KreatifKabar KreatifKriyaPelaku Kreatif

Kain Endek Kini Resmi Hadir di Koleksi DIOR

Indiekraf.com – Merek fashion ternama, Christian Dior, rencananya akan membawa salah satu kain asal Indonesia di koleksi musim mereka di tahun 2021. Kain tersebut adalah kain asal Bali yaitu Kain Endek. Hal ini bahkan sudah diresmikan bersama dengan Pemerintah Provinsi Bali, lho.

Telah Dikonfimasi oleh Pemerintah Provinsi Bali

Kerjasama Mengusung Kain Endek antara Pemprov Bali dan DIOR
Sumber : Instagram @pemprov_bali

Pelaku industri mode yang berbasis di Paris ini sudah meresmikan penggunaan Endek untuk koleksi musim semi/musim panas di tahun 2021. Hal itu dikonfirmasi oleh Gubernur Bali, I Wayan Koster. “Kami mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Christian Dior yang memiliki niat baik untuk menggunakan dan mempromosikan kain endek Bali yang diproduksi secara tradisional oleh penenun kaum perempuan Bali,” ucap Koster.

Akan Menggunakan Kain Endek dari Pengrajin Tradisional Bali

Kerjasama Mengusung Kain Endek antara Pemprov Bali dan DIOR
Sumber : Instagram @pemprov_bali

Kain Endek yang nantinya dipamerkan di koleksi mendatang ini rencananya akan menggunakan menggunakan kain yang dibuat oleh pengrajin tradisional asal Pulau Dewata. Kolaborasi di industri mode ini pun diresmikan lewat Zoom meeting pada Jumat (8/1/2021) lalu. Di hari yang sama, Koster menjadi perwakilan Pemerintah Provinsi Bali yang menandatangani surat pernyataan kehendak atau Letter of Intent

Selanjutnya, dikutip dari ANTARA, Koster menambahkan bahwa terdapat syarat yang harus dipenuhi untuk menggunakan kain endek ini. “Di dalam penggunaan kain endek Bali dan motif endek Bali oleh pihak Christian Dior, maka beberapa persyaratan harus terpenuhi,” jelasnya. Adapun persyaratan tersebut antara lain adanya informasi secara akurat, transparan, dan akuntabel dalam pemenuhan kain asal Bali ini.

Asal Kain Endek

Kain Endek sendiri berasal dari kata Gendekan atau Ngendek yang berarti diam atau tetap. Hal itu melambangkan warna kain yang tidak berubah. Kain tradisional ini mulai berkembang dari tahun 1985 sampai dengan saat ini. Penggunaan kain ini juga bisa disesuaikan dengan kepentingannya seperti mode pakaian formal sampai pakaian adat yang berbau sakral.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Bali mengusung pentingnya pemahaman kain Endek seperti ukuran maksimalnya yang hanya 105 cm yang bisa dibuat oleh pengrajin asli Bali. Hal itu dikarenakan proses pembuatannya yang masih dilakukan secara tradisional, sehingga warna dan motif yang mungkin dihasilkan tak bisa sama persis secara keseluruhan.

Baca Juga Keren! Kain asal Indonesia dipakai DIOR di Paris Fashion Week

Tampilkan Selanjutnya

Artikel terkait

Back to top button