Aplikasi Digital dan GameDigital KreatifFilm Animasi dan VideoIndustri KreatifKabar Kreatif

Kemenperin Harap Inkubasi Startup Terus Digenjot, Apa Alasannya?

Inkubasi memang jadi tren baru dalam pengembangan industri kreatif digital di Indonesia untuk saat ini

INDIEKRAF.COM – “Tohpati”, menjadi salah satu program inkubasi yang digagas oleh pemerintah. Tepatnya diinisiasi oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Inkubasi bisnis Tohpati yang digelar setiap tahun, memang dikhususkan untuk pelaku di sektor digital. Setiap tahun, setidaknya, Tohpati mampu menghasilkan sebelas perusahaan rintisan di sektor animasi, desain dan aplikasi.

Seperti dilansir dari Kata Data, Sekretaris Jenderal Kemenperin Haris Munandar mengungkapkan, tidak sedikit jebolan Tohpati yang sudah mendapatkan suntikan dana besar untuk pengembangan bisnis digitalnya.

 “Omzet yang mereka dapat variatif, mulai dari Rp 10 juta hingga Rp 100 juta setiap bulan,” kata Haris dalam cuitan Twitter Kementerian Perindustrian, Senin (13/5).

Simak Juga:

 

Sebagai inkubator bisnis, Tohpati sudah mulai bergerak sejak 2015 yang lalu. Diawali dari Bali Creative Industry Center (BCIC) yang pengelolaannya langsung di bawah Balai Diklat Industri Denpasar. Lewat inkubator ini, Kemenperin akan memberikan kompetensi keahlian teknis, seperti programming, data science, cyber security, sistem integrator, dan permodelan animasi.

Kemenperin juga berkolaborasi dengan sektor akademisi, bisnis industri, dan komunitas dalam program inkubasi ini. Kolaborasi diwujudkan secara ntala dalam sebuah hub “Bikin Makerspace” khusus untuk kerajinan dan produk.

“Kami ingin terus meningkatkan motivasi dan bakat kepemimpinan generasi muda agar siap era digital industri 4.0,” ujar Haris.

Disamping itu, Kemenperin juga berkeinginan terus mengakselerasi pembangunan digital, melalui program Kampoeng IT 2019. Sejak diselenggarakan pada 2016, program ini sudah mampu menjaring lebih dari 100 peserta lomba ide bisnis digital, lomba program, data dan juga e-sport.

Diyakini Kemenperin, Tohpati dan Kampoeng IT akan menjadi sebuah media presentasi para pelaku industri kreatif digital kepada para calon investor, serta masyarakat luas. Beberapa alumnus Tohpati dan Kampung IT yang sudah mulai dinilai sukses, antara lain, Market Hub, Simalu, Inidia Studio, serta Cokelat Panas Creative.

Disebut Haris, industri animasi adalah sektor yang sangat potensial, dengan tingkat pertumbuhannya sudah melawati 6%.

 “Pengembangan wirausaha baru ini terutama berfokus pada industri kreatif, yang telah mampu memberikan kontribusi besar terhadap PDB dengan mencapai Rp 1.000 triliun pada tahun 2018,” katanya.

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close
Close