Industri KreatifInsightKabar KreatifKuliner

Keren! Siswi Asal Kudus Bisa Ciptakan Beras Untuk Cegah Diabetes

Indiekraf.com – Beras hingga saat ini masih menjadi sumber karbohidat utama masyakarat Indonesia. Beras yang biasa diolah menjadi nasi tersebut padahal termasuk makanan yang memiliki indeks glikemik tinggi. Hal ini dapat meningkatkan gula darah dalam tubuh dan dapat memicu terjadinya penyakit diabetes. Melihat hal tersebut, kelompok siswa dari MAN 1 Kudus berhasil menciptakan beras yang ramah diabetes.

Ketiga siswa itu adalah Alfi Fatimatuz Zahro, Indra Faizatun Nisa, dan Novilla Dwi Candra. Dengan bimbingan dari guru yang ada di MAN 1 Kudus, mereka mampu membuat beras sehat yang mereka berinama ARASS (Agroforestry Analogue Rice Combined with Seagrass Seeds). Beras ini merupakan jenis beras analog yang kaya akan antioksidan serta memiliki kadar glukosa yang rendah.

Baca juga Wow! Peneliti Berhasil Membuat Biodegradable Headphone Dari Jamur

ARASS merupakan beras analog yang terbuat dari gabungan ubi kayu, jagung, dan tumbuhan lamun. Dilansir dari idntimes.com, Faizatun Nisa mengatakan bahwa dia dan timnya terinspirasi untuk menggabungkan ketiga bahan tersebut karena Indonesia memiliki sumber kekayaan alam yang melimpah, namun masih belum dimaksimalkan secara maksimal. ”Itu ternyata belum dimanfaatkan secara maksimal. Jadi membuat beras analog dari ketiga bahan itu. Itu juga ramah dengan kesehatan,” ujarnya.

ARRAS: Beras Analog Untuk Mencegah Diabetes (Foto via IDN Times/Aji cdn.idntimes.com)
ARRAS: Beras Analog Untuk Mencegah Diabetes (Foto via IDN Times/Aji cdn.idntimes.com)

Terdapat nama bahan yang mungkin sebagian besar masyarakat belum mengerti yaitu tumbuhan lamun. Tumbuhan ini merupakan jenis tumbuhan berbunga yang dapat tumbuh dengan baik dalam lingkungan laut dangkal. Nisa dan tim memilih lamun karena tumbuhan tersebut memiliki kandungan antioksidan yang tinggi.

Baca juga Wow! Camilan Asal Bandung ini Bisa Go Internasional, Apa Rahasiannya?

Proses pembuatan ARASS dimulai dengan mencampur semua bahan dalam bentuk adonan tepung dengan proporsi tertentu. Selanjutnya, adonan tersebut dicetak menggunakan mesin untuk mendapatkan bentuk seperti beras. Setelah itu, adonan yang sudah berbentuk seperti beras kemudian dipanaskan menggunakan oven selama 15 jam hingga kering seperti beras pada umumnya.

Beras analog ciptaan siswa dari MAN 1 Kudus tersebut telah mendapatkan penghargaan medali dariThailand Inventors Day (TID) pada ajang International Intellectual Property, Innovation and Technology Exposition (IPITEx 2020) awal Februari lalu. Dengan didapatkannya penghargaan tersebut, pihak sekolah sangat mengapresiasi dan akan terus berusaha untuk mengembangkan potensi siswa-siswi yang ada di MAN 1 Kudus. Sehingga, diharapkan akan dapat menghasilkan karya-karya yang inovatif kedepanya.

Penulis: Achmad Faridul Himam

Referensi

[1] Tangkal Kanker, Siswa MAN 1 Kudus Ciptakan Beras Ramah Diabetes

Tampilkan Selanjutnya

Artikel terkait

Back to top button