Aplikasi Digital dan GameIndustri Kreatif

Lho, Bukan Hanya TikTok, Ternyata WeChat Juga Diblokir AS!

Indiekraf.com-Kabar didepaknya TikTok dari Amerika Serikat kini menjadi perdebatan di masyarakat. Pasalnya, aplikasi itu kini sedang naik daun. Kabar mengejutkan lainnya, ternyata tak hanya TikTok lho yang dilarang penggunaannya di Amerika Serikat. Aplikasi chat asal China bernama ‘WeChat’ juga dilarang!

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah mengeluarkan perintah resmi untuk melarang transaksi antara Amerika dengan perusahaan China dalam penggunaan aplikasi TikTok. Ia mengatakan bahwa AS kini harus mengambil tindakan tegas dan agresif demi kepentingan keamanan negaranya. Namun, kejanggalannya terletak pada larangan terhadap penggunaan aplikasi WeChat. Trump justru tak pernah mengungkit akan memblokir penggunaan aplikasi ini.

WeChat diketahui sebagai platform social media yang dibuat oleh China. Aplikasi ini juga merupakan aplikasi paling populer yang banyak digunakan oleh warga di negara asalnya. Di tahun 2018, bahkan pengguna aplikasi dengan lambang berwarna hijau ini telah memiliki pengguna lebih dari 1 miliar.

Larangan beroperasinya aplikasi WeChat dinilai terkait dengan kurangnya transparansi terhadap data pengguna, keamanan dan privasi. Hal ini dilansir dari The Guardian, bahwa saat ini AS melihat data milik warganya yang berkomunikasi dengan orang-orang di China dan melakukan transaksi bisnis bisa disalahgunakan. Banyak pengguna WeChat mengandalkan aplikasi tersebut untuk berkomunikasi dengan relasi maupun keluarga di China.

Tak hanya itu, platform ini berguna juga untuk warga AS dalam urusan berbisnis di China. Hal itu disebabkan karena sebagian besar aplikasi barat telah dilarang di China. Beberapa diantaranya adalah aplikasi Twitter, WhatsApp bahkan Facebook.

Sebelumnya, Trump mengatakan pemblokiran aplikasi video TikTok dilakukan karena alasan privasi penggunanya. Selain itu, ia juga mengklaim bahwa TikTok memiliki potensi menjadi alat intelijen negara China untuk memata-matai Amerika. Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, mengatakan bahwa perusahaan aplikasi seperti TikTok dan WeChat telah memberikan data pribadi warganya kepada Partai Komunis China.

Ia menambahkan bahwa data pribadi warganya yang bisa dikumpulkan dan ‘dibocorkan’ adalah pola pengenalan wajah, nomor telepon bahkan hingga informasi tempat tinggal. Sontak, TikTok membantah rumor tersebut. 

Tampilkan Selanjutnya

Artikel terkait

Back to top button