fbpx
Aplikasi Digital dan GameDigital KreatifIndustri KreatifKreatif TourismPelaku KreatifWisata Kreatif

Libur Nataru 2020 Dibatasi, Apa Kabar Startup Berbasis Online Travel Agent?

Indiekraf.com – Angka positif COVID-19 di Indonesia yang justru kian meningkat membuat pemerintah mau tak mau harus membatasi liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun 2020. Tak hanya membuat masyarakat sedih, banyak juga lho yang terdampak dari adanya pembatasan sosial berskala besar ini. Terlebih lagi startup dengan basis Online Travel Agent (OTA). Bagaimana ya kabar dari startup OTA setelah adanya pembatasan liburan Nataru ini?

Handito Joewono selaku ketua Umum Asosiasi Startup Teknologi Indonesia (Atsindo) memberikan pendapatnya. Ia memaparkan bahwa langkah dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 untuk memperketat syarat libur panjang di akhir tahun 2020 ini memberikan imbas yang cukup besar. Tak hanya berimbas pada masyarakat, startup berbasis OTA juga harus menghadapi tantangan yang cukup bear. Adanya pembatasan pada liburan Nataru membuat pengajuan pengembalian dana atau refund tiket membuat startup pada sektor terkait harus mengatur strategi untuk menghadapi permintaan massal ini.

Baca Juga Startup KaryaKarsa Berhasil Lolos di Porgram Accelerating Asia 2020 Angkatan ke-3

“Saya duga (permintaan refund) di libur akhir tahun (2020) tidak sampai 30 persen. Namun, perlu antisipasi buat OTA agar menyiapkan diri ke kondisi yang belum kunjung baik dan penuh ketidakpastian [pada 2021] ini,” katanya pada Senin (4/12/2021), dikutip dari Bisnis.com. Pada libur akhir tahun 2020 ini memang pemerintah menerbitkan peraturan dimana masyarakat yang ingin bepergian dengan transportasi udara wajib menunjukkan surat keterangan negatif hasil tes RT-PCR dengan syarat paling lama 7×24 jam sebelum keberangkatan.

Untuk transportasi darat dan laut, masyarakat wajib menunjukkan surat keterangan negatif dari rapid test antigen dengan ketentuan paling lambat 3×24 jam sebelum hari keberangkatan. Handito juga menambahkan bahwa di tahun 2021, kita semua harus bisa bertahan. Hal itu tak terkecuali juga untuk startup di sektor apapun, termasuk startup di bidang OTA. “Jadi tiap startup harus mengantisipasi dengan menjaga bottom line dan mengefisiensi biaya,” terangnya.

Baca Juga Sociolla, Startup Indonesia yang Berhasil Buka Bisnis di Vietnam

Mempercepat Tumbuhnya Startup, Program STARCO (Startup Coaching) Resmi Diluncurkan

Tampilkan Selanjutnya

Artikel terkait

Back to top button